Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Prediksi Awal Ramadan 1447 H/2026 M: Analisis BRIN dan BMKG soal Potensi Perbedaan Penetapan

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|07:00 WIB
Bagikan:
Prediksi Awal Ramadan 1447 H/2026 M: Analisis BRIN dan BMKG soal Potensi Perbedaan Penetapan
Ilustrasi Gemini

PASUNDANKSPRES.ID - Penetapan awal Ramadan selalu menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Selain menunggu keputusan resmi pemerintah, publik juga mencermati penjelasan ilmiah yang mendasari penentuan tersebut.

Secara astronomi, awal bulan hijriah ditentukan melalui kombinasi perhitungan (hisab) dan pengamatan langsung hilal (rukyat).

Memasuki 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, data sains mengindikasikan adanya potensi perbedaan awal puasa.

Perbedaan ini bukan disebabkan posisi hilal yang sulit diamati, melainkan karena perbedaan kriteria yang digunakan dalam menentukan masuknya bulan baru.

Perbedaan Pendekatan: Hilal Lokal dan Global

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa potensi perbedaan tahun ini bersumber dari perbedaan konsep “hilal lokal” dan “hilal global”.

Kriteria hilal lokal merujuk pada standar yang digunakan pemerintah melalui Kementerian Agama bersama negara anggota MABIMS.

Dalam pendekatan ini, hilal harus memenuhi syarat visibilitas di wilayah Indonesia, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Sementara itu, pendekatan hilal global yang digunakan Muhammadiyah menetapkan bahwa awal bulan dapat dimulai apabila hilal telah memenuhi kriteria visibilitas di wilayah mana pun di dunia, dengan syarat konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

Data Astronomi: Konjungsi dan Posisi Hilal

Image

Image

Image

Image

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konjungsi geosentrik—yakni momen ketika Bulan dan Matahari berada pada bujur ekliptika yang sama—diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.

Karena konjungsi berlangsung setelah matahari terbenam di Indonesia, posisi hilal pada petang itu masih berada di bawah ufuk. Tingginya berkisar antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Sumatera Barat. Umur bulan pun masih negatif, yang berarti secara astronomi hilal belum terbentuk saat matahari terbenam.

Dengan kondisi tersebut, pengguna kriteria hilal lokal diperkirakan akan mengistikmalkan bulan Syakban menjadi 30 hari. Artinya, 1 Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026.

Sebaliknya, dalam perspektif hilal global, hilal pada 17 Februari 2026 dinilai sudah memenuhi syarat visibilitas di sejumlah wilayah, seperti Alaska, Amerika Serikat.

Karena konjungsi telah terjadi sebelum fajar di Selandia Baru dan hilal dinilai sudah eksis secara global, awal Ramadan berpotensi ditetapkan pada 18 Februari 2026.

Peluang Rukyat dan Sidang Isbat

Pengamatan hilal secara efektif di Indonesia baru dapat dilakukan pada 18 Februari 2026 petang.

Pada saat itu, posisi hilal diperkirakan telah sangat memenuhi syarat visibilitas.

Ketinggian hilal diproyeksikan mencapai 7,62 derajat di Merauke hingga 10,03 derajat di Sabang, jauh melampaui ambang batas 3 derajat.

Elongasi berada di kisaran 10,7 hingga 12,21 derajat, sementara umur bulan telah mencapai 20–23 jam. Dengan parameter tersebut, hilal diprediksi mudah diamati, baik menggunakan teleskop maupun dengan mata telanjang apabila cuaca cerah.

Kendati perhitungan astronomi telah memberikan gambaran komprehensif, pemerintah tetap akan menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026.

Forum tersebut menjadi mekanisme resmi untuk memadukan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal sebelum menetapkan awal Ramadan secara nasional.

Secara ilmiah, tidak terdapat perbedaan data astronomi. Variasi penetapan semata-mata muncul karena perbedaan kriteria yang dianut masing-masing pihak.

Sains, dalam konteks ini, berfungsi menghadirkan penjelasan objektif agar masyarakat memahami dasar terjadinya perbedaan tersebut.

Berita Terbaru

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional8 menit lalu
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle30 menit lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle1 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle2 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang3 jam lalu
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional4 jam lalu
Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga5 jam lalu
Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Nasional5 jam lalu
Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Nasional5 jam lalu