Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Rektor Universitas Pancasila Dinonaktifkan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|10:56 WIB
Bagikan:
Rektor Universitas Pancasila Dinonaktifkan Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Rektor Universitas Pancasila kini dinonaktifkan terkait kasus dugaan pelecehan seksual (Foto: Pixabay)

PASUNDAN EKSPRES - Rektor Universitas Pancasila kini dinonaktifkan terkait kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pegawai kampus tersebut.

Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) memutuskan untuk menonaktifkan Rektor Universitas Pancasila berinisial ETH pada Selasa, 27 Februari 2024.

Hal ini dilakukan terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Rektor Universitas Pancasila itu.

Pihak YPPUP pun turut prihatin atas kasus tersebut dan akan melakukan investigasi internal terkait kasus dugaan pelecehan seksual di dalam lingkungan rektorat kampus tersebut.

Berdasarkan hasil rapat pleno yang dilakukan sejumlah anggota YPPUP pada Senin, 26 Februari 2024, pihaknya memutuskan Rektor Universitas Pancasila, ETH dinonaktifkan jabatannya.

"Dari rapat pleno tersebut, diputuskan bahwa YPPUP telah mengambil keputusan untuk menonaktifkan Rektor per hari ini, Selasa 27 Februari 2024," ucap Sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, Yoga Satrio dalam keterangannya.

Penonaktifan Rektor Universitas Pancasila itu dilakukan hingga masa baktinya habis pada 14 Maret 2023.

Sebelumnya, Rektor Universitas Pancasila berinisial ETH dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual terhadap dua pegawai Universitas Pancasila.

Kuasa hukum korban, Amanda Manthovani, menuturkan dugaan pelecehan seksual terjadi pada bulan Februari 2023 di ruangan rektorat.

Ia menjelaskan, korban berinisial RZ dipanggil oleh ETH ke ruangannya untuk membahas pekerjaan.

Saat di dalam ruangan, tiba-tiba ETH mencium pipi korban yang membuat korban terkejut.

Tidak hanya itu, ETH juga meminta korban untuk meneteskan obat air mata, namun ETH malah melecehkan RZ dengan meremas bagian sensitif korban.

Polda Metro Jaya telah memanggil Rektor Universitas Pancasila pada Senin, 26 Februari 2024 namun berhalangan hadir.

Polisi pun akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap rektor ETH pada Kamis, 29 Februari 2024 mendatang. (inm)

Berita Terbaru

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle19 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional32 menit lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional34 menit lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle36 menit lalu
ADVERTISEMENT
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional46 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang1 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional2 jam lalu