Revitalisasi Tambak di Kawasan Pesisir Subang Bernilai Rp1,4 Triliun Dimulai

Luas Lahan 1.400 Hektare di Pesisir Subang, Libatkan 512 Penggarap
PASUNDANEKSPRES.ID - Program revitalisasi tambak di kawasan pesisir Subang dengan nilai proyek Rp1,4 triliun mulai berjalan. Saat ini pengerjaan proyek strategis tersebut baru sampai pada proses pematokan atau penandaan lahan dengan total luas mencapai sekitar 1.400 hektare.
Kepala Bidang Air Payau Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang Usain Saefudin menjelaskan, kegiatan pematokan ini menjadi langkah awal penting sebelum masuk ke tahapan pembangunan fisik. Proses tersebut dilakukan di lima desa yang tersebar di tiga kecamatan pesisir.
“Untuk saat ini, progresnya masih di tahap pematokan lahan. Ini penting untuk memastikan batas wilayah dan luasan area yang akan direvitalisasi,” ucapnya saat dihubungi wartawan Pasundan Ekspres Rabu (6/5/2026).
Adapun lima desa yang masuk dalam program tersebut meliputi Desa Jayamukti dengan 145 penggarap dan luas lahan 352,21 hektare, Desa Muara dengan 40 penggarap dan luas 100,10 hektare, Desa Tanjungtiga dengan 38 penggarap dan luas 119,77 hektare, Desa Pangarengan dengan 231 penggarap dan luas 728,07 hektare, serta Desa Patimban dengan 58 penggarap dan luas 161,26 hektare. Sehingga total ada 512 penggarap.
Jika ditotal, ratusan penggarap tambak akan terlibat langsung dalam program revitalisasi ini. Pemerintah menargetkan program tersebut mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan tambak sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Anggaran Revitalisasi Tambak Sangat Besar
Dari sisi anggaran, program revitalisasi tambak ini tergolong besar dengan total biaya mencapai sekitar Rp1,4 triliun. Anggaran tersebut mencakup berbagai komponen, mulai dari biaya pengerjaan, penataan lahan, hingga bantuan atau kerohiman bagi para penggarap tambak yang terdampak.
Namun demikian, Udin mengaku belum mengetahui secara rinci besaran nilai kerohiman yang akan diterima oleh masing-masing penggarap. Hal tersebut masih dalam tahap penghitungan dan penyesuaian oleh pihak terkait.
“Untuk nilai kerohiman per orang, kami belum mendapatkan data pastinya. Itu yang tahu provinsi Jawa Barat,” jelasnya.
Dalam peninjauan yang dilakukan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan proses pematokan berjalan sesuai rencana serta melakukan validasi terhadap luasan lahan yang akan direvitalisasi.
Ke depan, setelah tahap pematokan dan validasi selesai, proyek ini akan berlanjut ke tahap konstruksi dan penataan kawasan tambak yang lebih modern dan terintegrasi.(hdi/ysp)
