Rumah Nenek Aisyah di Cupunagara Ambruk, Muspika Cisalak Bakal Kerja Bakti Lakukan Perbaikan

PASUNDANEKSPRES.ID - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cisalak kembali mengakibatkan kerusakan pada rumah warga.
Kali ini, rumah nenek Aisah (60), warga RT 01 RW 04 Kampung Cibulao, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, dilaporkan ambruk akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasi Trantib Kecamatan Cisalak, A. Ojang, S.E., bersama unsur terkait melaksanakan giat pemantauan langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi rumah dan keselamatan pemiliknya.
A. Ojang, S.E., mengatakan, pihak kecamatan bergerak cepat setelah menerima informasi dari pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami melaksanakan giat pemantauan rumah ambruk di lokasi Kampung Cibulao, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, akibat hujan lebat dan angin kencang. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres pada Jum'at (30/1/2026).
Menurutnya, kondisi rumah milik Ibu Aisah mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap dan beberapa bagian dinding, sehingga tidak lagi layak ditempati untuk sementara waktu.
Demi keselamatan, pemilik rumah disarankan untuk mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Sebagai langkah awal, penanganan akan dilakukan melalui kegiatan kerja bakti gotong royong yang melibatkan warga masyarakat setempat, pemerintah desa, serta Muspika Kecamatan Cisalak.
“Penanganannya akan dilaksanakan dengan kerja bakti gotong royong bersama warga, pemerintah desa, dan Muspika Kecamatan Cisalak. Fokus awal adalah membersihkan puing-puing serta melakukan penanganan sementara agar tidak membahayakan,” tambah A. Ojang.
Selain itu, pihak kecamatan juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengupayakan bantuan lanjutan, baik berupa material bangunan maupun bantuan sosial bagi korban.
A. Ojang juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Cisalak agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan disertai angin kencang.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, terutama yang rumahnya berada di daerah rawan bencana. Jika terjadi hal-hal yang membahayakan, segera laporkan kepada RT, RW, atau pemerintah desa,” katanya.
Sementara itu, pemerintah desa setempat menyatakan siap mendukung penuh proses penanganan dan pendampingan terhadap korban. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascakejadian.(hdi/ysp)
