SANATSU MTsN 1 Subang Sabet Juara 1 dan Juara Favorit KIJB 2025

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Inovasi SANATSU (Sabun Nanas Tsanawiyah Satu) yang dikembangkan oleh MTsN 1 Subang berhasil meraih Juara 1 pada Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2025 untuk kategori pelajar tingkat SLTP/SLTA dan sederajat.
Tak hanya membawa pulang predikat terbaik, inovasi ini juga dinobatkan sebagai Juara Favorit, mengungguli ratusan peserta dari beragam instansi, termasuk Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, BUMN, BUMD, dan lembaga lainnya.
SANATSU merupakan produk sabun ramah lingkungan yang dibuat dari limbah kulit nanas. Inovasi ini menjadi bukti kreativitas siswa dalam mengolah bahan sisa menjadi produk bernilai tinggi dan bermanfaat bagi masyarakat.
Keunggulan SANATSU telah teruji secara ilmiah. Produk ini melalui proses uji pH dan uji antibakteri yang dilakukan oleh Politeknik Subang, serta mendapatkan supervisi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dari sisi legalitas, SANATSU telah mendapatkan pengakuan resmi berupa Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Produk ini merupakan hasil karya peserta didik Ajeng Naura Isriqomah, Windy Rahma Ayu, dan Queeni Alimah Goniy Zalzalali Wal Ikrom, di bawah bimbingan Dra. Hj. Yeyet Rosmiati, M.Pd.
Perjalanan SANATSU menuju tingkat provinsi tidaklah mudah. Setelah meraih juara 3 di tingkat kabupaten, proposal inovasi ini kemudian bersaing dengan 462 proposal lainnya di Provinsi Jawa Barat. Dengan kerja keras, SANATSU berhasil menjadi Juara 1 dan Juara Favorit melalui perolehan suara voting terbanyak, yaitu 22.001 suara.
Kepala MTsN 1 Subang, H. Jijib Mujiburrohman, S.Ag, S.Pd, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta didik yang telah mengharumkan nama madrasah melalui prestasi luar biasa tersebut.
Dia mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa peserta didik MTsN 1 Subang mampu tampil sebagai inovator muda yang kreatif, cerdas, dan kompetitif di tingkat provinsi.
Dia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, serta kolaborasi antara peserta didik dan guru pembimbing. Inovasi tersebut menggambarkan bahwa madrasah adalah ruang bagi tumbuhnya ide besar dan solusi kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Inovasi SANATSU menjadi contoh nyata bahwa potensi besar peserta didik dapat berkembang ketika diberi ruang, kesempatan, dan bimbingan yang tepat,” ujarnya.
H. Jijib Mujiburrohman juga berharap prestasi ini dapat menginspirasi peserta didik lain untuk terus berkarya dan berinovasi. Ia menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung seluruh upaya pengembangan bakat, kreativitas, dan inovasi siswa.
“MTsN 1 Subang akan terus berupaya melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi bangsa,” pungkasnya.(znl/ysp)
