Semangat Sumpah Pemuda, Kiprah Bupati Reynaldy Bangun Subang

PASUNDANEKSPRE.ID - Semangat muda, idealisme, dan keberanian menjadi fondasi kuat sosok Reynaldy Putra Andita, pemimpin baru Subang yang kini mencatat sejarah sebagai salah satu bupati muda di Indonesia.
Di usianya yang belum genap 30 tahun, Reynaldy menghadirkan warna baru dalam kepemimpinan daerah, menghadirkan energi segar dan terobosan nyata dalam pembangunan Subang.
Reynaldy Putra Andita lahir di Jakarta, 30 Oktober 1996. Meskipun lahir di Jakarta, Reynaldy tumbuh besar di Subang. Ia menjalani masa kecilnya dengan pendidikan dasar hingga menengah di Subang. SD Negeri Sukamenak (2003-2009), SMP Negeri 1 Subang (2009-2012), kemudian SMA Negeri 1 Subang (2012-2015).
Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Reynaldy memilih melanjutkan studi ke Bandung. Ia menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan meraih gelar Ahli Madya Ilmu Pemerintahan pada tahun 2018.
Tidak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Bandung, dan meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan pada tahun 2022.
Reynaldy memiliki latar belakang politik yang kuat. Ibunya, Elita Budiati, merupakan Ketua DPD Golkar Subang. Sejak 2017, Rey telah bergabung dengan Partai Golkar, mengikuti jejak ibunya.
Pada tahun 2019, Reynaldy mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Ia berhasil terpilih dan dikenal sebagai legislator muda yang vokal memperjuangkan pendidikan dan pemberdayaan pemuda.
Selama menjadi anggota dewan, ia kerap menyoroti pentingnya reformasi birokrasi dan transparansi anggaran daerah. Kepiawaiannya berdialog dan membangun konsensus membuatnya disegani di kalangan politikus lintas partai.
Kepercayaan partai terhadap Reynaldy makin tumbuh. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Partai Golkar. Pada 2020, dia dipercaya sebagai Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Barat.
Reynaldy juga dipercaya sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPI) Jawa Barat sejak 2022. Ia bertanggung jawab dalam menarik minat pemilih muda, khususnya dari kalangan Millennial dan Zillennial.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Harian DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa Barat, sebagai bagian dari upayanya memperkuat basis Golkar di kalangan pemuda.
Jadi Orang Nomor Satu di Subang
Pada Pilkada tahun 2024 menjadi hal penting dalam karier politik Reynaldy. Ia maju sebagai calon bupati Subang dengan dukungan tiga partai besar yakni Golkar, PDIP, dan PKS.
Dalam debat kedua Pilkada Subang yang digelar di Laska Hotel Subang, pada Minggu (17/11/2024) dulu, Reynaldy menutup penampilannya dengan pernyataan yang menjadi ciri khasnya.
“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki seorang pemuda. Pemuda sejati tidak bisa didikte dengan segepok uang, apalagi dengan janji-janji usang. Maka dari itu, saya mengajak masyarakat Subang, buka mata hati kita,” kata Reynaldy kala itu.
Pernyataan itu menggema dan menjadi simbol semangat baru politik Subang. Ia tampil sebagai representasi generasi muda yang tak sekadar berbicara perubahan, tapi siap mewujudkannya.
Melalui proses demokrasi, Reynaldy akhirnya terpilih dan resmi dilantik sebagai Bupati Subang periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025. Pasangan Reynaldy-Agus Masykur meraih 430.725 suara (53,59 persen). Lebih dari setengah pemilih di Subang mendukung Reynaldy-Agus Masykur. Kemenangannya menandai era baru kepemimpinan Subang.
Salah satu fokus utama Reynaldy setelah dilantik adalah mempercepat pembangunan infrastruktur. Sejumlah ruas jalan kabupaten yang sebelumnya rusak kini mulai diperbaiki dan sudah mulai terealisasi di berbagai wilayah, termasuk jalur penghubung antar-kecamatan serta akses ke kawasan industri dan wisata.
“Pembangunan jalan bukan hanya soal aspal, tetapi tentang membuka akses ekonomi dan memperpendek jarak kesejahteraan antarwilayah,” ujar Reynaldy dalam rapat evaluasi pembangunan beberapa waktu lalu.
Dalam bidang pemerintahan, Reynaldy memulai rotasi dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) secara transparan. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang profesional, adaptif, dan bebas dari kepentingan politik.
Ia menegaskan bahwa reformasi birokrasi menjadi kunci terciptanya pelayanan publik yang cepat, efektif, dan berintegritas.
“Saya ingin ASN bekerja bukan karena takut, tapi karena bangga melayani masyarakat,” tegasnya seusai memimpin rotasi mutasi beberapa waktu lalu.
Dalam waktu singkat, gaya kepemimpinan Reynaldy dinilai membawa suasana baru di lingkungan Pemkab Subang. Ia dikenal terbuka terhadap kritik, gemar berdialog, dan kerap turun langsung ke lapangan memantau proyek pembangunan.
“Saya ingin menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya bisa bicara, tapi juga bisa bekerja nyata. Subang harus jadi rumah yang nyaman bagi semua warganya,” ujarnya dalam pidato awal masa jabatannya.
Gebrakan Awal Bupati Muda
Sebagai bupati muda, Reynaldy bersama dengan Wakil Bupati Agus Masykur telah mencatatkan sejumlah capaian di awal-awal kepemimpinannya.
Sejumlah program unggulan dalam 100 hari kerjanya telah diluncurkan dengan fokus pada pendekatan religius, penguatan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program awal yang menuai apresiasi adalah Pembebasan Sanksi Administratif Denda Pajak Daerah untuk masa pajak hingga tahun 2024.
Program ini berlaku mulai 1 Februari hingga 30 April 2025, memberi keringanan bagi wajib pajak dan mendorong kepatuhan fiskal.
Tak hanya itu, Pemkab Subang menginisiasi program “Subang Ngabret Nyaah Ka Indung”, yang mewajibkan setiap ASN dan pegawai BUMD memiliki satu lansia binaan.
Fokus pada lansia perempuan yang hidup dalam keterbatasan ini menunjukkan kepedulian pada kelompok rentan dalam masyarakat.
Untuk mendukung sektor kreatif, digelar Subang Fest 2025 Vol. 1 & 2 serta Subang Innovation Festival (SIF) bertema "Akselerasi Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat".
Festival ini menjadi wadah apresiasi dan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan inovator muda di Subang.
Sementara itu, Subang Innovation Challenge 2025 hadir sebagai kompetisi ide-ide solutif dari masyarakat, guna mendukung pembangunan berbasis inovasi.
Melalui program “Jalan Leucir” atau “Subang Leucir 2027”, perbaikan jalan sepanjang 80 kilometer digelontorkan dana Rp250 miliar di tahun 2025.
Bupati dan Wakil Bupati juga aktif menyerap aspirasi lewat program Saba Desa, yakni kunjungan langsung ke desa-desa di Subang untuk mendengar langsung keluhan dan kebutuhan warga.
Tak hanya itu, Reynaldy meluncurkan program Lapor Kang Rey. Masyarakat bisa langsung melaporkan permasalahan kepada bupati lewat media sosial. Reynaldy, ingin laporan itu segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.(cdp/ysp)
