Setengah Duit APBD Belum Terserap, Jelang Akhir Tahun Realisasi Belanja Pemkab Subang Baru 55 Persen

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemkab Subang harus kerja keras. Duit rakyat yang diamanahkan untuk dikelola secara profesional belum terserap maksimal hingga November 2025 ini.
Kurang dari satu bulan setengah menjelang akhir tahun 2025, serapan anggaran masih sebesar 55 persen dari total APBD sebesar Rp3,8 triliun. Artinya setengah uang APBD belum terserap.
Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang, Budhi Purnama mengatakan, rendahnya persentase serapan anggara bukan semata karena lambatnya kinerja perangkat daerah. Melainkan akibat adanya penambahan anggaran dalam perubahan APBD tahun 2025.
“Karena ada penambahan anggaran di perubahan anggaran. Karena realisasi dibagi pagu, jadi muncul persen,” ungkapnya saat diwawancara Pasundan Ekspres, Selasa (11/11/2025).
Ia menyebutkan, pagu anggaran awal sebesar Rp3,001 triliun meningkat menjadi Rp3,808 triliun setelah perubahan, atau bertambah sekitar Rp806 miliar. Penambahan tersebut membuat persentase realisasi secara otomatis menurun.
Meski demikian, lanjut Budhi, BKAD Subang tetap mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan percepatan penyerapan anggaran, mengingat waktu yang tersisa menuju akhir tahun hanya sekitar satu bulan.
“Kami sudah membuat surat edaran di akhir tahun, dan sudah berkoordinasi dengan OPD untuk segera melakukan percepatan realisasi,” ujarnya.
Budhi mengatakan, pihaknya juga telah menambah jam kerja pelayanan pencairan anggaran guna mempercepat proses administrasi dan penyaluran dana.
“Mulai minggu kemarin, kami menambah jam kerja untuk mempercepat proses pencairan. Upaya kami adalah memastikan pelayanan tetap maksimal,” kata Budhi.
Berdasarkan data BKAD, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi OPD dengan serapan anggaran tertinggi, mencapai 86,64 persen dari total anggaran Rp16,1 miliar. Disusul Kecamatan Purwadadi sebesar 84,68 persen, dan Kecamatan Tanjungsiang sebesar 82,67 persen.
Sementara itu, serapan terendah tercatat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan realisasi 31,50 persen dari pagu Rp369 miliar.
Dua OPD lainnya dengan capaian rendah adalah Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (42,99 persen) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (46,17 persen).
BKAD berharap seluruh OPD di Kabupaten Subang dapat mengoptimalkan waktu tersisa agar realisasi APBD dapat mencapai target maksimal sebelum tahun anggaran berakhir.
Target 90 Persen Serapan Anggaran
Sebelumnya, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, menegaskan pihaknya tengah melakukan berbagai upaya agar penyerapan anggaran bisa lebih maksimal.
Menurut Reynaldy, salah satu langkah percepatan yang tengah disiapkan adalah penerapan skema baru dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ).
Ia menjelaskan, sistem tersebut dirancang agar lebih efisien dan tidak lagi terhambat oleh proses lelang konvensional yang memakan waktu lama.“Di perubahan ini kita menggunakan skema baru di Kabupaten Subang. Ini sedang kita godok di PBJ, nanti pelatihannya agar sistemnya tidak lagi lelang, tapi bisa melalui e-katalog atau mini kompetisi sehingga mempersingkat waktu,” jelasnya.
Meski waktu pelaksanaan anggaran tersisa sekitar dua bulan, Reynaldy optimistis target penyerapan dapat tercapai sesuai rencana.
Reynaldy juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih proaktif mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan, tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
“Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan serapan anggaran bisa tembus di atas 90 persen hingga akhir tahun,” tutupnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk lebih efektif dalam melakukan serapan anggaran.
Ia mengatakan, akhir triwulan ini adalah momen yang tepat untuk mengevaluasi target-target kerja di masing-masing OPD, sekaligus beberapa program dan capaian lainnya.
"Sekarang kita sudah memasuki bulan Oktober, artinya sudah masuk ke Triwulan III, 2 bulan lagi periode 2025 akan berakhir. Di momen ini, sangat tepat untuk melakukan beberapa evaluasi kinerja OPD," ucapnya saat Apel Pagi rutin pada Senin (6/10/2025) di Halaman Kantor Bupati Subang.
Pada Senin (11/11/2025) di Jalancagak, Sekda Subang menyebut, serapan anggaran kerap dievaluasi tiap minggu. Pemkab menyadari bahwa serapan anggaran ini berdampak pada perputaran perekonomian di Subang.
Soal rendahnya serapan anggaran diakibatkan oleh dua faktor. Pertama, ada beberapa kegiatan yang bersamaan dengan pelaksanan perubahan APBD di bulan Oktober. Sehingga kegiatan baru dimulai bulan Oktober. Kedua, adanya proses tahapan lelang yang cukup memakan waktu. Meski begitu, Sekda optimis serapan anggaran bisa maksimal hingga akhir tahun 2025.
Sementara itu, DPRD sejauh ini terus mendorong agar serapan anggaran bisa dimaksimalkan. Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana mengimbau kepada seluruh OPD di lingkungan untuk segera melakukan percepatan realisasi program.
“Kami harap OPD lebih giat dan tanggap. Serapan anggaran bukan hanya soal angka, tapi berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan pembangunan daerah,” katanya, beberapa waktu lalu. (cdp/ysp)
