Timan Hills, Destinasi Wisata Alam Bernuansa Hutan Pinus di Desa Tambakmekar Subang

PASUNDAN EKSPRES.ID – Timan Hills, salah satu destinasi wisata alam di Desa Tambakmekar, Kabupaten Subang, eksistensinya sebagai tempat wisata berbasis alam yang digemari pengunjung.
Dikenal dengan panorama hutan pinus dan udara sejuk khas pegunungan, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata alam yang lengkap mulai dari tracking, camping, hingga hiking.
Lili Kustiana, pengelola Timan Hills Sekaligus Ketua Karang Taruna Mekarjaya, menjelaskan kawasan wisata ini telah melalui perjalanan panjang sebelum akhirnya dikenal seperti sekarang.
“Awalnya tahun 2019 itu namanya Timan Park, kemudian pada 2022 kami ubah menjadi Timan Hills karena ada beberapa pembenahan konsep dan arah pengelolaan. Setelah sempat vakum di 2020, kami mulai aktif lagi pada 2023 bersama Karang Taruna RW 05 dan teman-teman KKN UIN,” ujarnya saat ditemui Pasundan Ekspres Selasa (7/10/2025).
Nama “Timan” sendiri, kata Lili, berasal dari istilah lokal yang berarti “penyemaian” atau “pembibitan” — sebutan orang-orang terdahulu untuk tempat bibit pinus baru. Sementara kata “Hills” diambil dari kondisi geografisnya yang berupa perbukitan.
“Jadi Timan Hills ini sebenarnya artinya bukit penyemaian, dan di sini memang dulunya tempat tumbuhnya pinus muda,” tambahnya.
Dengan tagline “Tracking, Camping, and Hiking”, Timan Hills menghadirkan pesona alam yang memanjakan mata sekaligus menantang jiwa petualang.
Pengunjung bisa mendaki Gunung Kujang, lokasi favorit para pelajar dan pecinta alam dari berbagai sekolah seperti SMA Negeri 3 Subang, organisasi lintas alam, hingga komunitas outdoor. Jalur pendakian di kawasan ini tersedia dalam tiga tingkat kesulitan — easy, medium, dan high— sehingga cocok untuk berbagai kalangan.
Selain itu, kawasan ini juga menjadi pilihan lokasi kegiatan sekolah seperti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dari beberapa SMP dan SMA di sekitar Cijambe.
“Konsepnya kita buat se-natural mungkin, supaya orang datang benar-benar bisa menikmati suasana alam tanpa banyak campur tangan bangunan modern,” kata Lili.
Fasilitas di Timan Hills terbilang lengkap untuk wisata alam. Ada area camping ground, toilet, listrik, dan sumber air bersih. Harga tiket pun tergolong terjangkau.
“Kalau bawa tenda sendiri cukup bayar Rp40.000 per orang sudah bisa menikmati fasilitas air, listrik, dan kamar mandi. Kalau pakai tenda kami, untuk empat orang biayanya Rp100.000,” jelasnya.
Pengunjung yang datang ke Timan Hills didominasi wisatawan lokal yang gemar camping bersama keluarga maupun komunitas.
Lokasinya yang strategis membuat akses menuju area wisata mudah dijangkau, baik dengan motor maupun mobil. Dari kawasan ini, wisatawan bahkan bisa menikmati pemandangan Gunung Tangkuban Parahu di kejauhan.
Meskipun terus mengalami peningkatan kunjungan, pengelola mengaku masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait promosi digital.
“Kami sudah punya akun resmi, tapi belum dikelola secara profesional karena keterbatasan SDM dan penghasilan,” ujar Lili.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri, terutama di musim hujan. “Kalau hujan, tanah bisa becek. Jadi kami terus berupaya memperbaiki penataan lokasi agar tetap nyaman dikunjungi,” imbuhnya.
Ke depan, pihak pengelola berencana menambah fasilitas wisata seperti area outbound, paintball arena, spot kopi, serta zona edukasi tentang kopi yang sekaligus bisa menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.
“Harapan kami Timan Hills bisa terus berkembang dan menjadi tempat wisata kebanggaan Subang yang ramah lingkungan dan menyejukkan hati,” tutup Lili.(hdi/ysp)
