Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Titim Fatimah Maestro Pesinden Nasional, Diabadikan Jadi Nama SD dan Jalan di Jalancagak Subang

H
HubaEditor: Huba
|20:24 WIB
Bagikan:
Titim Fatimah Maestro Pesinden Nasional, Diabadikan Jadi Nama SD dan Jalan di Jalancagak Subang
SINDEN: Sosok Titim Fatimah saat menyinden sekitar tahun 1960-1970.

SUBANG-Beberapa warga Subang saat ini mungkin ada yang tahu atau tidak tahu dengan sosok dari Titim Fatimah yang namanya diabadikan di sebuah SD di Jalancagak, SDN Titim Fatimah. 

Lantas siapakah sosok Titim Fatimah, Pemerhati Sejarah sekaligus Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang, Beni Rudiono mengatakan bahawa sosok tersebut adalah seorang seniman dan Sinden Sunda terkemuka pada era 1960-1970an. "Beliau adalah maestro pesinden nasional asal Jalancagak yang sangat dikagumi oleh Bung Karno," ucapnya. 

Berdasarkan Ensiklopedi Sunda susunan Ajip Rosidi dkk (Pustaka Jaya, Bandung, 2000) memuat entri Titim Fatimah. Disebutkan bahwa nama aslinya adalah Siti Fatimah, kelahiran Deli, Sumatra Utara, 1936. 

Ayah Titim, Damri Sumarta, yang berasal dari Jalancagak, Subang, adalah pegawai di sebuah perkebunan di Deli, itulah sebabnya kelahiran dan masa kecil Titim dilewatkan di sana hingga sampai usia sekolah. 

Pasundan Ekspres pun berkunjung ke Museum Subang untuk memperokeh informasi lebih banyak tetang sosok tersebut. 

Titim Fatimah
Menurut informasi di sana, setelah Titim tinggal di Subang, ia mengenal lebih dekat dengan kesenian-kesenian Subang termasuk Kliningan. Melalui pertunjukan-pertunjukan Kliningan yang selalu ditontonnya secara tidak langsung Titim belajar ngawih. 

Dengan iringan kecapi ayahnya, tiap sore Titim belajar ngawih. Keuletannya berlatih mengantarkan Titim menjadi juara lomba ngawih di sekolahnya. 

Pesinden yang menjadi idolanya saat itu adalah Upit Sarimanah. Kekagumannya terhadap Upit Sarimanah, menjadi motivasi untuk terus menekuni dunia Kliningan. 

Keinginan untuk berkenalan dengan Upit Sarimanah terlaksanan ketika ia tinggal di Garut tahun 1952. Saat itu Upit bersama rombongan RRI Jakarta yang dipimpin oleh Tuteng Johari mengadakan pementasan di sana. 

Didorong oleh tekadnya yang kuat, Titim terus terang kepada Tuteng Johari bahwa ia ingin belajar ngawih bersama Upit. Tuteng mulai memacu dan memberi semangat kepada Titim untuk menyaingi Upit yang waktu itu telah menjadi pesinden terkenal. 

Suara Titim ternyata digemari orang. Berbeda dengan gaya Upit, gaya Titim lebih merakyat. Keduanya menjadi sinden yang sangat popular dan sangat laku. 

Kalau meraka naik pentas, ribuan orang datang menonton sehingga membuat lalu lintas macet, honorariumnya pun di atas biduan Titik Puspa. 

Titim Fatimah dengan rombongan tak henti-hentinya memenuhi undangan pentas, baik di kota-kota maupun di pelosok. Suaranya pun mengiringi piringan-piringan hitam. Lagu yang menjadi andalan dan memperkokoh namanya adalah Cahaya Sumirat. 

Kehadirannya bahkan sampai mencuri perhatian presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Soekarno bahkan kerap kali mengundangnya ke Istana untuk nyinden di depan tamu negara. 

Di masa pensiunnya ia sempat membangun Sekolah Dasar (SD) di Jalancagak, yang dinamai SD Titim Fatimah yang disumbangkannya kepada Pemerintah. 

Dengan banyak hal yang ditorehkannya, Pemerhati Sejarah, Beni Rudiono mengatakan nama Titim Fatimah saat ini menjadi nama salah satu jalan di Jalancagak. "Beliau menjadi salah satu kebanggaan Subang. Oleh karena itu sebagai penghargaannya, saya bersama Camat Jalancagak saat itu, Pak Nana telah mengabadikan nama beliau sebagai nama jalan," ucapnya. 

Ruas jalan tersebut berlokasi antara Jalancagak dan Sagalaherang dengan nama Jalan Titim Fatimah.(fsh/sep)

Berita Terbaru

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle9 menit lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang22 menit lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle35 menit lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle54 menit lalu
ADVERTISEMENT
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional1 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional1 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional1 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline1 jam lalu
Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Subang1 jam lalu
Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Headline1 jam lalu
Titim Fatimah Maestro Pesinden Nasional, Diabadikan Jadi Nama SD dan Jalan di Jalancagak Subang | Pasundan Ekspres