Truk Maut Perenggut Nyawa, Tiga Warga Subang Meninggal

PASUNDANEKSPRES.ID - Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Cijambe, Kabupaten Subang, Kamis (9/10/2025) siang melibatkan lima kendaraan yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya luka-luka. Korban yang merupakan warga Kecamatan Dawuan Subang itu dibawa ke RSUD untuk mendapatkan penanganan.
Kasatlantas Polres Subang, AKP Asep Saepudin menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.20 WIB di Jalan Raya Cijambe, Kecamatan Cijambe, Subang.
“Kami sampaikan bahwa pada pukul 12.20 siang telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Cijambe Subang,” jelas AKP Asep saat ditemui awak media di RSUD Subang,
Menurutnya, kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan. Terdiri dari satu truk bermuatan air mineral, satu mobil pikap, dua mobil pribadi jenis Calya dan Avanza, serta satu sepeda motor.
“Kecelakaan lalu lintas ini melibatkan lima kendaraan. Di antaranya truk bermuatan air mineral, mobil pikap, mobil Calya, mobil Avanza, dan satu unit sepeda motor,” terangnya.
AKP Asep mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan akan melanjutkan proses penyidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“Kami sudah melakukan olah TKP, dan berikutnya akan dilakukan penyidikan untuk mendalami unsur kelalaian dalam kejadian ini,” katanya.
Untuk memastikan faktor penyebab, Satlantas Polres Subang juga akan melakukan uji kendaraan kepada mobil bermuatan air mineral dengan melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Subang.
“Kita akan olah TKP kembali dan melakukan uji kendaraan. Kami juga akan mengundang pihak Dishub yang memahami kelayakan kendaraan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, sopir truk yang diduga menjadi salah satu pihak yang terlibat telah diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
“Sopir truk sudah kami amankan dan akan segera dimintai keterangan. Selanjutnya kami akan melakukan gelar perkara,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan rekaman CCTV, truk pengangkut air mineral itu menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya. Terlihat truk terus melaju, meskipun sejumlah kendaraan di depannya melambat.
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Subang, Deden mengatakan, sebagian korban mengalami luka serius dan patah tulang.
“Korban luka-luka sedang dalam penanganan medis. Beberapa mengalami patah tulang dan trauma akibat benturan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari RSUD Subang, tiga korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Subang. Mereka antara lain (1) Nuriah (60) warga Kampung Cihujung Desa Rawalele, (2) Minah (60) warga Kampung Cihujung Desa Rawalele, (3) Imih (70) warga Kampung Wera Kelurahan Dangdeur.
Sementara itu, tujuh korban luka berat antara lain 1. Putri Kaila (6) warga Cihujung Desa Rawalele, (2) Nurhasanah (41) warga Cihujung Desa Rawalele, (3) Eulis Rohaeti (55) warga Kampung Wera Kelurahan Dangdeur, Aah Kurniasih (22) warga Pamanukan, Ida (55) warga Pamanukan, (6) Endang (54) warga Rawalele dan (7) Oom (54) warga Wangunreja Desa Rawalele.
Dishub Akan Koordinasi dengan Perusahaan Air Mineral
Plt Kadishub Subang, Indri Tandia menyampaikan rasa bela sungkawanya terhadap kejadian yang naas ini. "Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk korban serta keluarga korban yang ditinggalkan, tentu ini merupakan hal yang sangat disayangkan terjadi," ucapnya.
Ia mengungkapkan, truk pengangkut air mineral milik Aqua ini memang beberapa kali ditemukan mengalami kecelakaan yang diindikasi disebabkan oleh beberapa pelanggaran.
"Jadi dari catatan kita, memang juga beberapa kali telah terjadi dari mereka. Mulai dari pelanggaran jam pembatasan, penggunaan ukuran kendaraan operasionalnya yang besar, dan lainnya," ucapnya.
Ia mengungkapkan, ke depannya pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan rem terhadap kendaraan operasional yang melintasi Kabupaten Subang, khususnya perusahaan Aqua.
"Kita akan rumuskan dengan rekan yang lainnya untuk segera melakukan ramp check, terutama untuk Aqua ini. Karena beberapa kendaraaan mereka juga dari Bekasi dan Jakarta," ucapnya.
Indri mengatakan, pihaknya akan segera melakukan komunikasi kepada pihak Aqua untuk dapat menggunakan kendaran yang lebih kecil saat melintasi Kabupaten Subang.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak mereka untuk mengganti kendaraan operasionalnya menjadi lebih kecil,
nanti bisa muatannya dipindahkan ke kendaraan yang lebih besar di jalan tol," ucapnya.
Warga Minta Rutin Pemeriksaan Kendaraan
Pemuda Subang, Gerald menyampaikan rasa belasungkawa sekaligus mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kendaraan, khususnya yang digunakan untuk mengangkut barang.
“Saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga atas musibah kecelakaan yang terjadi akibat dugaan rem blong tersebut,” ujar Gerald saat dihubungi Pasundan Ekspres, Kamis (9/10/2025).
Gerald menegaskan, kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga setiap pihak, baik individu maupun perusahaan, harus memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek keselamatan berkendara.
Ia secara khusus mengimbau seluruh perusahaan di Kabupaten Subang untuk selalu melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum dan sesudah beroperasi, agar potensi kecelakaan bisa ditekan sekecil mungkin.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama perusahaan-perusahaan angkutan barang, agar tidak mengabaikan pemeriksaan rutin terhadap armada mereka. Cek kondisi rem, ban, dan sistem keamanan lainnya sebelum kendaraan digunakan. Karena kecelakaan itu tidak bisa diprediksi,” ujarnya.
Gerald menambahkan, pemeriksaan kendaraan secara berkala bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan para pengemudi. Langkah sederhana ini, menurutnya, dapat menyelamatkan banyak nyawa di jalan.
“Kalau kendaraan dalam kondisi baik, risiko kecelakaan bisa diminimalkan. Ini demi keselamatan bersama, baik bagi pengemudi, perusahaan, maupun masyarakat pengguna jalan lainnya,” kata Gerald.
Ia berharap kejadian di Cijambe menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap keselamatan transportasi dan kelayakan armada yang beroperasi di jalan raya.(cdp/fsh/hdi/ysp)
