Untungkan Petani, Ketua KTNA Jabar Apresiasi Harga Pupuk Turun 20 Persen

PASUNDANEKSPRES.ID - Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen disambut baik oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, H. Otong Wiranta. Kebijakan pemerintah tersebut akan mengurangi beban biaya produksi dan membuat pupuk lebih terjangkau serta menguntungkan petani.
Dalam analisis usaha tani di wilayah Jawa Barat, Otong menyampaikan, petani kini dapat memperoleh hasil yang menguntungkan khususnya di Kabupaten Subang.
“Dengan rata-rata panen 8 ton per hektare dan harga gabah Rp7.000 per kilogram, pendapatan petani mencapai Rp56 juta. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp15 juta, petani masih memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp41 juta,” terangnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (28/10/2025).
Otong mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen, dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sekaligus memastikan ketersediaannya di kios.
"Dalam sejarah, tidak pernah ada harga pupuk turun. Sekarang petani bisa merasakan langsung manfaatnya," ujarnya.
Terkait harga gabah, Otong menyebut kondisi panen tahun ini sangat menggembirakan.
"Harga minimal yang ditetapkan pemerintah HPP sebesar Rp6.500 per kilogram sangat tercapai, bahkan di pasar bisa lebih tinggi. Kalau harga turun, Bulog siap menyerap hasil panen petani," jelasnya.
Keberhasilan ini juga, menurutnya didukung oleh sistem pendampingan yang semakin efektif. Atas kebijakan Menteri Pertanian yang menarik penyuluh ke pusat, kini penyuluh menjadi satu komando serta meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.
Bahkan, kata Otong, dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, petani masih dapat memperoleh keuntungan yang signifikan.
Menurutnya, penurunan harga pupuk subsidi ini merupakan harapan besar petani yang selama ini menjadi beban. Tak hanya soal pupuk, bantuan seperti penyediaan mesin pompa air pun membantu meringankan beban petani.
"Alhamdulillah tahun ini musuh-musuh petani bisa dikatakan tidak ada. Pemerintah telah banyak membantu daerah yang kekeringan dengan penyediaan mesin pompa air, sumur dalam, dan perbaikan jaringan irigasi,” kata Otong.
Dengan ketersediaan air yang cukup, lanjut Otong, petani kini dapat melakukan dua kali tanam, bahkan wilayah dengan indeks pertanaman (IP) 200 meningkat menjadi IP 300.
Kemudian, lanjutnya, produkai padi di Jawa Barat pun meningkat. Pada 2024 sebanyak 8.626.880 ton setara beras 4.981.869 ton. Dan di tahun 2025, prediksi BPS pada Januari-Desember, sebesar 10.035.530 ton setara beras 5.795.339 ton).
"Saya berterima kasih kepada Pak Prabowo dan Pak Amran Sulaiman yang membuat kebijakan langsung menyentuh petani, mulai dari air, sarana produksi, hingga harga. Apalagi dengan turunnya harga pupuk 20 persen, itu luar biasa," pungkasnya.(cdp/ysp)
