Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Untungkan Petani, Ketua KTNA Jabar Apresiasi Harga Pupuk Turun 20 Persen

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:10 WIB
Bagikan:
Untungkan Petani, Ketua KTNA Jabar Apresiasi Harga Pupuk Turun 20 Persen
MENINJAU: Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, H. Otong Wiranta saat meninjau padi. Cindy Desita/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen disambut baik oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, H. Otong Wiranta. Kebijakan pemerintah tersebut akan mengurangi beban biaya produksi dan membuat pupuk lebih terjangkau serta menguntungkan petani.

Dalam analisis usaha tani di wilayah Jawa Barat, Otong menyampaikan, petani kini dapat memperoleh hasil yang menguntungkan khususnya di Kabupaten Subang.

“Dengan rata-rata panen 8 ton per hektare dan harga gabah Rp7.000 per kilogram, pendapatan petani mencapai Rp56 juta. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp15 juta, petani masih memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp41 juta,” terangnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (28/10/2025).

Otong mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen, dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sekaligus memastikan ketersediaannya di kios.

"Dalam sejarah, tidak pernah ada harga pupuk turun. Sekarang petani bisa merasakan langsung manfaatnya," ujarnya.

Terkait harga gabah, Otong menyebut kondisi panen tahun ini sangat menggembirakan.

"Harga minimal yang ditetapkan pemerintah HPP sebesar Rp6.500 per kilogram sangat tercapai, bahkan di pasar bisa lebih tinggi. Kalau harga turun, Bulog siap menyerap hasil panen petani," jelasnya.

Keberhasilan ini juga, menurutnya didukung oleh sistem pendampingan yang semakin efektif. Atas kebijakan Menteri Pertanian yang menarik penyuluh ke pusat, kini penyuluh menjadi satu komando serta meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.

Bahkan, kata Otong, dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, petani masih dapat memperoleh keuntungan yang signifikan.

Menurutnya, penurunan harga pupuk subsidi ini merupakan harapan besar petani yang selama ini menjadi beban. Tak hanya soal pupuk, bantuan seperti penyediaan mesin pompa air pun membantu meringankan beban petani.

"Alhamdulillah tahun ini musuh-musuh petani bisa dikatakan tidak ada. Pemerintah telah banyak membantu daerah yang kekeringan dengan penyediaan mesin pompa air, sumur dalam, dan perbaikan jaringan irigasi,” kata Otong.

Dengan ketersediaan air yang cukup, lanjut Otong, petani kini dapat melakukan dua kali tanam, bahkan wilayah dengan indeks pertanaman (IP) 200 meningkat menjadi IP 300.

Kemudian, lanjutnya, produkai padi di Jawa Barat pun meningkat. Pada 2024 sebanyak 8.626.880 ton setara beras 4.981.869 ton. Dan di tahun 2025, prediksi BPS pada Januari-Desember, sebesar 10.035.530 ton setara beras 5.795.339 ton).

"Saya berterima kasih kepada Pak Prabowo dan Pak Amran Sulaiman yang membuat kebijakan langsung menyentuh petani, mulai dari air, sarana produksi, hingga harga. Apalagi dengan turunnya harga pupuk 20 persen, itu luar biasa," pungkasnya.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional11 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline33 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang51 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang2 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional2 jam lalu