Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Upaya Ratna Guru Penggerak Ajak Anak Putus Sekolah Agar Kembali Berpendidikan

H
HubaEditor: Huba
|08:21 WIB
Bagikan:
Upaya Ratna Guru Penggerak Ajak Anak Putus Sekolah Agar Kembali Berpendidikan
GURU PENGGERAK: Ratna Ugih Guru Penggerak di Subang menceritakan bagaimana situasi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Subang dalam Podcast Bincang-bincang Pasundan.

SUBANG-Guru Penggerak di Subang menceritakan bagaimana situasi Anak Tidak Sekolah (ATS) di Subang dalam Podcast Bincang-bincang Pasundan.

Salah satu Guru Penggerak Ratna Ugih SDN Pasirkareumbi menceritakan bagaimana awal dirinya berkecimpung dalam urusan ATS tersebut. 

"Cerita awal saya terjun dalam masalah ATS ini ketika tergabung dalam Komunitas Guru Penggerak (KGP) Subang itu mengadakan semacam webinar tentang ATS. Setelah mendengar mengenai ATS dan bagaimana kondisinya di Subang disitukah saya tergerak," ucapnya. 

"Kebetulan di lingkungan saya sendiri ada beberapa anak yang tidak sekolah, kemudian ketika saya lihat ternyata ada beberapa yang dulu jadi murid saya.

Setelah itu, saya hampiri orang tua nya secara door to door dan alhamdulillah disambut dengan baik untuk program mengembalikan ATS ini," ucapnya. 

Setelah mendapati para ATS tersebit, Ratna langsung mengarahkan mereka untuk mendaftarkan dirinya untuk bersekolah di kesetaraan. 

"Saya arahkan kembali untuk bersekolah di pendidikan non formal, sebab kalau sekolah di formal terhalang oleh batas usia. Maka dari itu saya daftarkan ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang ada di Subang," ucapnya. 

Ia mengatakan meskipun telah dicoba diakomodir untuk mendafar tetapi masih terdapat anak yang malu untuk sekolah di kesetaraan, sebab adanya stigma sekolah kesetaraan dengan anak yang bandel dan lain sebagainya. 

Ratna menegaskan agar ATS tidak perlu malu untuk berskolah di kesetaraan sebab, ijazah mereka masih tetap bisa digunakan selayak ijazah lulusan sekolah formal. 

"Kesetaraan ini bukan berarti terkucilkan, semua tingkatan tiap paket yang ada setara dengan tingkatan dalam sekolah formal, jadi tidak perlu malu untuk ikut kesetaraan, karena setelah lulus pun ijazah yang didapatkan tetap dapat digunakan juga untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, atau bahkan seandainya mau mencalonkan diri dalam Pemilu juga bisa," ucapnya. 

Ia juga membagikan mudahnya untuk mendaftar untuk bersekolah di kesetaraan. 
"Sebenarnya untuk daftar sekolah kesetaraan cukup mudah, yaitu tinggal datang ke SKB atau PKBM terdekat dengan membawa berkas dari anak tersebut mulai dari KK atau KTP, Akta, serta ijazah terakhir. Dan apabila putus sekolah ditengah jalan bisa dengan rapot terakhir agar bisa dikonversi kembali di SKB atau PKBM tersebut," ucapnya. 

Dalam membantu ATS untuk dapat bersekolah lagi, Ratna juga menemui beberapa kendala salah satunya terkait sekolah yang masih terkesan mempersulit. 

"Ada salah satu anak yang bersekolah di salah satu sekolah di Subang dan itu terputusnya ditengah-tengah. Ketika saya tanya dimana rapot terakhirnya ternyata masih di sekolah yang bersangkutan. Entah kenapa, mungkin karena berkasnya sudah lama jadi tertumpuk atau bagaimana," ucapnya. 

Meskipun demikian, setelah melewati kesulitan tersebut akhirnya dengan bantuan dari SKB dan Disdikbud Subang, rapit anak tersebut akhirnya bisa diperoleh kembali. 

Ratna mengatakan, jumlah ATS di Subang terbilang sangat banyak, hak tersebut disebabkan okeh berbagai faktor. 

"Di Subang ini jumlah ATS nya lumayan banyak, sekitar 21.000 anak dan hal yang menyebabkannya ada berbagai faktor, mulai dari faktor ekonomi sampai dengan motivasi dari anaknya sendiri," ucapnya. 

Ia juga mengungkapkan kebanyak ATS yang dirinya dapati berasal dari bekas murid sekolah swasta. 

"ATS yang saya temui kebanyakan berasal dari sekolah swasta yang kita tahu berbayar dan biasanya terdapat orang tua yang keberatan dalam membayar iurannya," ucapnya. 

Melihat situasi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang akan menggelar Gebyar Program ATS di seluruh wikayah di Subang dengan menggerakan guru penggerak yang ada. 

"Yang saya dengar untuk program ATS ini, Disdikbud rencananya di bulan September akan diadakan Gebyar Program ATS, itu ada di tiga titik yaitu Subang Utara, Subang Tengah, dan Subang Selatan. Kita akan menggerakan guru penggerak yang ada di Subang, minimalnya satu guru penggerak, satu ATS," ucapnya. 

Selain itu, sebelumnya Disdikbud Subang telah melakukan sosialiasi terkait ATS pada guru lenggerak di Subang. 

"Sebelumnya juga ada sosialisasi lewat KGP tentang apa dan bagaimana penanganan ATS," ucapnya. 

Baginya mengetaskan ATS ini meruoakan perkara yang sangat penting, karena dengan membantu anak-anak tersebut untuk bersekolah, sedikit banyak dapat juga membantu mereka memperoleh masa depannya kembali. 

"Pengentasan ATS ini tentu sangat penting, sebab mau bagaimana pun ijazah itu penting bagi kita agar mendapatkan pekerjaan. Kalau tidak punya ijazah akan sulit mendapatkan pekerjaan yang mengakibatkan pengangguran dan banyaknya pengangguran bisa menyebabkan potensi kejahatan meningkat," ucapnya.(fsh/ysp) 

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 Resmi Berakhir, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Otomotif Jawa Barat

GIIAS Bandung 2026 Resmi Berakhir, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Otomotif Jawa Barat

Nasional1 jam lalu
Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Jawa Barat2 jam lalu
Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Headline3 jam lalu
Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Lifestyle4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle5 jam lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle6 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline17 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle18 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang19 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional20 jam lalu