Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Cibogo Demo VinFast, Soroti Rekrutmen Tenaga Kerja

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|08:58 WIB
Bagikan:
Warga Cibogo Demo VinFast, Soroti Rekrutmen Tenaga Kerja

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejumlah pemuda melakukan aksi unjuk rasa di sekitar PT VinFast Automobile Indonesia di Desa Padaasih, Cibogo, Subang pada Selasa (16/12/2025). Aksi tersebut dipicu oleh persoalan rekrutmen tenaga kerja lokal serta dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat sekitar.

Aksi demo itu dilakukan sehari setelah peresmian pabrik VinFast pada Senin (15/12/2025). Pemuda menilai, aksi demo bukan untuk menghambat investasi. Melainkan murni keluh kesah warga yang ingin bekerja di pabrik tersebut.

Pembina Pemuda Cibogo, Dede Warman, mengatakan aksi dilakukan karena warga menilai adanya diskriminasi dalam penempatan tenaga kerja oleh manajemen perusahaan.

“Keluhan kami dalam hal penempatan rekrutmen tenaga kerja. Kami menilai ada diskriminasi yang dilakukan oleh pihak manajemen,” ucapnya kepada Pasundan Ekspres.

Dede menyebut, sejak awal VinFast berkomitmen memprioritaskan warga terdampak di Kecamatan Cibogo, khususnya Desa Cibogo dan Desa Padaasih. Namun dalam praktiknya, tenaga kerja yang diterima tidak ditempatkan sesuai dengan keahlian.

“Awalnya kami memberikan 50 orang, tetapi ketika melamar ke bagian operator, lulusnya justru untuk posisi cleaning service, tidak nyambung,” ucapnya.

Menurutnya, perusahaan berdalih bahwa penerimaan tenaga kerja merupakan kewenangan penuh manajemen. Dari total 150 tenaga kerja yang diterima, hanya 11 orang berasal dari Cibogo dan seluruhnya ditempatkan sebagai cleaning service.

“Dari 150 karyawan yang diterima, hanya 11 orang yang berasal dari Cibogo itu pun untuk posisi cleaning service. Lucunya bahkan yang lulusan S1 dialokasikan jadi cleaning service juga, yang pada akhirnya mereka mengundurkan diri,” ucapnya.

Ia menambahkan, apabila kompetensi masyarakat dinilai belum memenuhi kualifikasi, perusahaan seharusnya menginformasikan lebih awal agar pelatihan kerja dapat disiapkan.

“Kalau misalkan tidak sesuai dengan kualifikasi, kenapa pihak perusahaan tidak menginfokan jauh-jauh hari kepada pihak pemerintah desa untuk mengadakan pelatihan kerja, baik itu dari Disnaker maupun perusahaan sendiri, jangan seperti ini,” ucapnya.

Dede juga mengungkapkan bahwa pada tahap awal perusahaan akan menerima 1.000. Dede berharap agar perusahaan memprioritaskan 70 persen warga local Subang. Dari 70 persen orang Subang itu, sebanyak 40 persennya merupakan warga Cibogo dan Padaasih.

“Kita meminta dari 70 persen warga Subang, 40 persennya untuk warga sekitar,” ucapnya.

Selain ketenagakerjaan, warga mempertanyakan tanggung jawab perusahaan terhadap dampak lingkungan, khususnya penggunaan jalan kabupaten oleh kendaraan proyek.

“Mereka menggunakan jalan kabupaten lalu kendaraan proyeknya, kita pertanyakan rekomendasi-rekomendasi dari Pemkab , tanggung jawab perusahaan seperti apa ketika jalan itu rusak, itu kan harus ada hitam di atas putihnya,” ucapnya.

Aksi tersebut, kata Dede, juga dipicu oleh ketidakhadiran pihak VinFast dan Disnaker dalam dialog yang sebelumnya dijanjikan.

“Minggu kemarin kita minta DPRD untuk memfasilitasi untuk memanggil Vinfast dan Disnaker. Akan tetapi, tidak terjadi yang hadir hanya kita masyarakat sekitar saja, maka dari itu kita melakukan aksi,” ucapnya.

Pihak Desa Telah Berupaya Menjembatani

Sementara itu, Sekretaris Desa Cibogo, Rachmat, mengatakan pihak desa telah berupaya menjembatani aspirasi pemuda melalui komunikasi formal dengan perusahaan.

“Kami sudah berusaha memberikan solusi dengan mengkomunikasikan keinginan para pemuda kepada PT VinFast Automobile Indonesia, dibuktikan dengan pengiriman surat audiensi,” jelasnya.

Menurut Rachmat, tuntutan utama pemuda adalah adanya komitmen tertulis terkait penyerapan tenaga kerja lokal dan kesempatan kerja yang lebih besar bagi warga sekitar.

“Banyaknya karyawan dari luar daerah, sedangkan potensi pemuda wilayah yang terkena dampak langsung adanya PT VinFast tidak diindahkan. Mungkin itu yang menjadi alasan utama aksi ini,” ungkapnya.

Rachmat mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib.

“Kami titip pesan kepada para pemuda, apa pun itu harus sesuai dengan aturan, jaga kondusivitas lingkungan, jangan sampai terprovokasi apalagi sampai anarkisme yang berujung pada pengrusakan,” tegasnya.

Serikat Buruh Nilai Wajar Aksi Protes

Dari kalangan serikat buruh, Sekretaris Umum FSBP-KASBI Kabupaten Subang, Rahmat Saputra, SH, menilai aksi warga merupakan hak konstitusional.

“Saya meyakini apa yang mereka lakukan bukan ingin mengganggu atau menghambat adanya investasi di Subang, dalam hal ini VinFast,” ucapnya.

Ia menilai persoalan ini berkaitan dengan belum maksimalnya penyerapan tenaga kerja lokal.

“Hadirnya pabrik di lingkungan manapun tentunya harapan masyarakat yang tinggal di lingkungan pabrik berharap bisa merekrut tenaga kerja lokal, karena yang akan terdampak langsung dari aktivitas pabrik adalah masyarakat sekitar,” ucapnya.

Rahmat juga menyoroti perlunya pelatihan bagi tenaga kerja lokal serta regulasi daerah yang mengatur kewajiban perusahaan dalam menyerap tenaga kerja setempat.

“Akan sangat disayangkan, banyaknya investasi yang akan masuk di Subang, tetapi justru warga Subang hanya jadi penonton, atau bahkan korban dari dampak yang diakibatkan dari aktivitas pabrik yang akan berdiri nantinya,” ucapnya.

Manajeman VinFast: Rekruitmen Secara Profesional

Menanggapi hal tersebut, Recruitment Manager PT VinFast, Hendri Nata, memberikan penjelasan mengenai mekanisme rekrutmen yang diterapkan perusahaan.

Ia menegaskan bahwa VinFast berkomitmen menjalankan proses perekrutan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan standar perusahaan.

Hendri mengungkapkan bahwa dalam proses rekrutmen, VinFast berkolaborasi dengan kepala desa setempat sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah desa dan upaya menjangkau masyarakat lokal secara lebih luas.

Meski demikian, Hendri menegaskan seluruh tahapan seleksi sepenuhnya dilakukan oleh tim internal VinFast. Proses tersebut mencakup penilaian terhadap kualifikasi serta aspek kepribadian calon karyawan, seperti perilaku dan sikap kerja (behavior dan attitude).

“Setiap kandidat akan melalui proses seleksi yang objektif. Kami mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, serta kepribadian yang sesuai dengan kebutuhan dan budaya kerja perusahaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi para pelamar yang memenuhi kualifikasi dan standar yang telah ditetapkan, tentu memiliki peluang besar untuk bergabung dan berkarier bersama VinFast di Kabupaten Subang.

Dengan kehadiran VinFast, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia lokal.

PT VinFast juga berharap adanya pemahaman yang baik dari masyarakat terkait proses rekrutmen, sehingga ke depan hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar dapat terjalin secara harmonis dan berkelanjutan.

APINDO: Demo Ekspresi Sosial yang Wajar

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Subang memandang aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pemuda Cibogo sebagai ekspresi aspirasi sosial yang wajar di tengah masuknya investasi berskala besar di wilayah tersebut.

Ketua APINDO Subang, Asep Rochman Dimyati (ARD) menyampaikn, dari perspektif kebijakan publik dan pembangunan wilayah, situasi tersebut menunjukkan adanya dinamika transisi sosial-ekonomi, yakni pergeseran dari struktur ekonomi lama menuju kawasan industri modern.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak dapat dipandang sebagai penolakan terhadap investasi, melainkan sebagai tuntutan agar investasi berjalan secara inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Dalam konteks ketenagakerjaan, ARD menyebut, APINDO Subang secara konsisten mendorong perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Subang, termasuk PT VinFast Automobile Indonesia, untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan industri.

“APINDO berperan sebagai mediator dan advokat kebijakan guna mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, adil, dan berkelanjutan,” terangnya.

Asep menekankan pentingnya keberterimaan sosial (social acceptance) sebagai prasyarat keberlanjutan investasi jangka panjang. Menurutnya, masyarakat harus merasa dilibatkan, diuntungkan, dan diperlakukan secara adil agar iklim investasi tetap kondusif.

“Terkait tuntutan adanya komitmen tertulis mengenai penyerapan tenaga kerja lokal, APINDO Subang menilai keinginan tersebut dapat dipahami secara sosial. Komitmen itu bukan semata soal persentase, melainkan menyangkut kepastian, transparansi, dan rasa keadilan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas industri,” kata ARD.

Meski demikian, ARD menegaskan komitmen tersebut perlu dirumuskan secara realistis dan adaptif, serta difasilitasi oleh pemerintah. Hal ini harus mempertimbangkan kebutuhan kompetensi industri, tahapan operasional perusahaan, serta kesiapan sumber daya manusia lokal.

“APINDO Subang juga mendorong dibangunnya mekanisme komunikasi dan rekrutmen tenaga kerja yang terstruktur dan kolaboratif antara perusahaan, pemerintah daerah dan desa, serta masyarakat,” ungkapnya.

Mekanisme ini, dinilai penting agar informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja, tahapan rekrutmen, dan kualifikasi yang dibutuhkan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat, sehingga potensi kesalahpahaman dan konflik sosial dapat dicegah.

Dalam menghadapi investasi besar, APINDO menilai perlu adanya keseimbangan antara kebutuhan tenaga kerja berkompetensi khusus dengan agenda pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Pada tahap awal, ungkap ARD, industri mungkin membutuhkan tenaga kerja berpengalaman, namun secara paralel harus disertai program pelatihan, alih keterampilan, dan transfer pengetahuan bagi warga setempat.

“Dengan pendekatan tersebut, tenaga kerja lokal diharapkan tidak hanya terserap, tetapi juga mengalami peningkatan kapasitas secara berkelanjutan,” tutupnya.

APINDO Subang mengajak para investor untuk memandang investasi tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi dan produksi, tetapi juga dari dampak sosial yang ditimbulkan.

“Keterlibatan tenaga kerja lokal, komunikasi yang terbuka, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia daerah ini dinilai sebagai fondasi penting bagi stabilitas sosial dan keberhasilan investasi jangka panjang di Kabupaten Subang,” tutupnya.

Bupati Harap Ada Manfaat untuk Subang

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyampaikan harapan besar terhadap kehadiran pabrik kendaraan listrik VinFast di wilayahnya. Menurutnya, investasi berskala besar tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Subang, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja.

“Dengan adanya VinFast, saya berharap dapat memberikan banyak manfaat untuk masyarakat Kabupaten Subang, baik dari sisi perekonomian maupun penyerapan tenaga kerja,” kata Reynaldy.

Ia menegaskan bahwa investasi besar yang masuk ke Kabupaten Subang tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan industri, tetapi juga harus memberikan efek berantai bagi perekonomian lokal.

“Dengan berdirinya Pabrik VinFast ini, harus memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat Subang, khususnya masyarakat yang berada di sekitar kawasan pabrik,” tegasnya.

Reynaldy juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam mendorong penyerapan tenaga kerja lokal. Dari total kebutuhan tenaga kerja, 70 persen akan diisi oleh masyarakat Subang, sementara 30 persen lainnya untuk tenaga kerja dengan spesifikasi khusus.

“Terkait dengan serapan tenaga kerja, kami telah berkoordinasi bahwa nantinya 70 persen tenaga kerja akan diisi oleh masyarakat Kabupaten Subang dan 30 persennya diisi oleh tenaga kerja dengan spesifikasi khusus,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Subang akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi di wilayah Subang agar lulusan lokal memiliki kesempatan bekerja di pabrik VinFast.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi di Kabupaten Subang agar lulusannya dapat bekerja di sini,” ujar Reynaldy.
Ia juga menyampaikan rencana pengembangan kawasan industri lain di sekitar pabrik VinFast yang diyakini akan semakin memperluas peluang kerja bagi masyarakat.

“Di sebelah Pabrik VinFast ini nantinya akan dibangun kawasan industri lain yang dapat menampung banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, saya optimistis masyarakat Subang dapat terserap dengan cepat,” pungkasnya.(cdp/hdi/fsh/ysp)

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga7 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang8 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta8 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang8 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional9 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang10 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional11 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional11 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline11 jam lalu