Warga Sambut Gembira, Pemkab Subang Perbaiki Jalan Padamulya-Wanasuta Cipunagara

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meningkatkan Jalan Padamulya-Wanasuta, Kecamatan Cipunagara, melalui program pembangunan jalan rigid beton. Proyek sepanjang sekitar 580 meter dengan lebar 5 meter tersebut memiliki pagu anggaran Rp2 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang melalui Bidang Jalan, Ruskanto, ST., MT., saat dikonfirmasi Senin (14/9/2026), menyampaikan peningkatan jalan tersebut dikerjakan menggunakan sistem rigid cor beton oleh pihak pemenang tender.
Menurut Ruskanto, pembangunan jalan beton tersebut memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat, terutama karena kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan.
“Pembangunan jalan cor beton (rabat beton) memberikan manfaat yang sangat besar bagi mobilitas masyarakat, terutama jika dibandingkan dengan kondisi jalan sebelumnya jalan kondisi hancur,” kata Ruskanto.
Tokoh masyarakat Desa Padamulya, Kecamatan Cipunagara, Ade Empi, mengatakan perubahan kondisi jalan dari rusak atau tanah menjadi jalan cor beton memberikan keuntungan bagi berbagai lapisan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih baik memudahkan aktivitas petani, pedagang, anak sekolah hingga PNS.
“Akses layanan kesehatan lebih cepat. Mempermudah ibu hamil, anak-anak, dan lansia untuk pergi ke Puskesmas kecamatan atau posyandu desa dengan aman tanpa guncangan jalan yang membahayakan,” ujarnya.
Selain itu, jalan yang lebih baik juga mempermudah masyarakat menuju pasar. Waktu tempuh dan tenaga yang dibutuhkan pedagang maupun warga untuk berbelanja kebutuhan pokok atau membawa hasil bumi ke pasar kecamatan dapat lebih efisien.
Perbaikan jalan juga dinilai dapat mengurangi risiko warga terjatuh dari sepeda motor akibat jalan berlubang, berlumpur, atau licin saat musim hujan.
Sementara itu, Camat Cipunagara Aris Ristian, ST., M.Si., menambahkan pembangunan jalan rigid beton memiliki sejumlah keunggulan dari sisi ketahanan infrastruktur.
Menurutnya, jalan beton memiliki daya tahan lebih lama karena mampu menahan beban kendaraan dan tidak mudah berlubang dibandingkan jalan aspal biasa.
“Bebas lumpur dan debu. Pada musim kemarau jalanan tidak berdebu yang bisa mengganggu pernapasan anak-anak, dan pada musim hujan tidak berubah menjadi kubangan lumpur,” katanya.
Selain meningkatkan aksesibilitas masyarakat, jalan beton juga dinilai dapat mendukung kelancaran distribusi barang. Kendaraan angkut maupun kurir dapat lebih mudah masuk ke lingkungan warga sehingga berpotensi mendukung aktivitas warung dan usaha kecil.
“Jalan beton tidak memerlukan perbaikan berulang-ulang setiap tahunnya, sehingga menghemat anggaran,” ujarnya.
Aris menambahkan, keberadaan jalan yang lebih baik juga dapat memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar, termasuk nilai ekonomi properti.
“Akses jalan cor yang rapi secara otomatis meningkatkan nilai jual tanah dan rumah di sepanjang jalur tersebut,” pungkasnya.(red)
