Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Serangan Ransomware Sebabkan Kelangkaan Pasokan Darah di Kota Ini

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|23:38 WIB
Bagikan:
Serangan Ransomware Sebabkan Kelangkaan Pasokan Darah di Kota Ini
Serangan ransomware bikin langka pasokan darah di Synnovis. (ilustrasi Freepik)

PasundanEkspres - Badan yang mengelola darah dan transplantasi di Inggris, NHS Blood and Transplant (NHSBT), mengeluarkan panggilan darurat kepada para pendonor darah golongan O positif dan negatif karena mengalami kelangkaan pasokan darah.

Kelangkaan ini disebabkan oleh serangan ransomware terhadap penyedia layanan patologi Synnovis yang berdampak pada sejumlah rumah sakit di London, Inggris. Serangan ransomware ini terjadi pada 4 Juni dan mengganggu operasional banyak rumah sakit milik NHS di London.

Serangan ransomware terhadap Synnovis ini berasal dari sindikat penjahat siber asal Rusia bernama Qilin, demikian dikutip PasundanEkspres dari Bleeping Computer.

Insiden ini menyebabkan prosedur transfusi darah, serta banyak prosedur non-darurat lainnya, terpaksa dibatalkan atau dialihkan.

Pengumuman darurat dari NHS juga menjelaskan bahwa rumah sakit yang terdampak tidak bisa mencocokkan golongan darah dari pendonor dan penerima dengan cepat. Jadi, ada risiko ketidakcocokan darah yang dapat mengancam nyawa penerima darah.

Untuk mengatasi masalah ini, mereka mengizinkan rumah sakit menggunakan darah O negatif dan positif untuk pasien darurat, karena golongan darah O negatif dapat ditransfusikan dengan aman ke semua pasien, dan golongan darah O positif bisa ditransfusikan ke semua pasien dengan golongan darah rhesus positif.

Namun, strategi ini menimbulkan masalah baru, yaitu pasokan darah O positif dan negatif yang menjadi menipis.

"Insiden IT ini berdampak pada penyedia layanan patologi yang berarti rumah sakit terdampak tidak bisa mencocokkan darah pasien dengan frekuensi normal. Untuk operasi dan prosedur yang membutuhkan darah, rumah sakit perlu menggunakan darah tipe O karena ini aman digunakan untuk semua pasien, dan darah bisa disimpan selama 35 hari, jadi pasokan harus terus-menerus diisi ulang," jelas NHSBT.

Synnovis belum mengeluarkan pernyataan terbaru sejak 4 Juni, dan proses pemulihan sistem mereka masih berlangsung sampai saat ini tanpa ada estimasi waktu yang pasti.

Berita Terbaru

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle18 menit lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle1 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang2 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu