Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Audit Proyek 2025 Diperketat Dedi Mulyadi, Kontraktor Berkualitas Rendah Bisa Tak Dibayar Penuh

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:15 WIB
Bagikan:
Audit Proyek 2025 Diperketat Dedi Mulyadi, Kontraktor Berkualitas Rendah Bisa Tak Dibayar Penuh
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa seluruh proyek pembangunan pada tahun anggaran 2025 akan diaudit secara ketat.

Ia mengingatkan bahwa kontraktor yang menghasilkan pekerjaan dengan mutu di bawah standar berpotensi tidak memperoleh pembayaran secara penuh.

Dedi juga memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan dana sebesar Rp621 miliar untuk menyelesaikan sisa kewajiban pembayaran proyek.

Meski demikian, pencairan dana tersebut baru akan dilakukan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh di lapangan guna memastikan kualitas pekerjaan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pembayaran pekerjaan pembangunan senilai Rp621 miliar tersebut akan dilakukan setelah Pemda Provinsi Jawa Barat mengaudit hasil pekerjaan. Dengan begitu, akan diketahui kualitas pekerjaan itu termasuk sangat baik, baik atau kurang baik," ujar Dedi dalam keterangannya di Bandung, Minggu (11/01).

Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan dan tidak akan menerima pekerjaan yang menyimpang dari spesifikasi teknis.

"Pekerjaan yang kurang baik, kami tidak akan membayarkan semuanya," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan bahwa anggaran pelunasan berasal dari Dana Alokasi Umum dan setoran pajak kendaraan bermotor yang diterima daerah secara harian. Ia pun menilai meningkatnya kesadaran masyarakat Jawa Barat dalam memenuhi kewajiban pajak sebagai faktor penting penguat kapasitas fiskal daerah.

"Terima kasih kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang bersemangat membayar pajak," katanya.

Selain melakukan audit internal, Dedi juga mendorong pengawasan partisipatif dengan mengajak masyarakat Jawa Barat melaporkan mutu proyek pembangunan di daerah masing-masing melalui media sosial, guna memastikan pengawasan yang objektif dan transparan.

"Masyarakat Jawa Barat silakan untuk menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial mengenai pekerjaan pembangunan. Dengan begitu, Pemda Provinsi Jawa Barat dapat melakukan kontrol untuk menjamin hasil pembangunan berkualitas baik," ucap Dedi.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat situasi yang tidak lazim pada penutupan tahun anggaran. Setelah lebih dari 80 tahun penyelenggaraan pemerintahan daerah, saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) tercatat hanya sebesar Rp500 ribu, sementara kewajiban tunda bayar kepada kontraktor pada APBD 2025 mencapai Rp621 miliar.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa tunda bayar terjadi akibat target pendapatan yang ditetapkan secara progresif tidak sepenuhnya terealisasi, sementara belanja untuk kepentingan publik tetap digenjot secara optimal.

"Pak Gubernur memberikan arahan bahwa APBD 2025 kita kan progresif. Pendapatannya kita pasang kenceng, belanjanya kenceng, alhamdulillah ya ternyata belanjanya luar biasa. Nah, dari sisi pendapatan, bukan berarti kinerja pendapatan tidak baik ya, tapi targetnya yang di atas rata-rata," ujar Herman di Bandung, Selasa (6/1).

Kebijakan audit ketat ini diharapkan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan setiap penggunaan dana publik dapat dipertanggungjawabkan dan menghasilkan infrastruktur yang bermutu bagi masyarakat.

Berita Terbaru

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle47 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional1 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional1 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional1 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang1 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional2 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline2 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional2 jam lalu