Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

BPBD Purwakarta Fokus Penanganan Korban Pergerakan Tanah Desa Panyindangan

E
EgiEditor: Egi
|19:34 WIB
Bagikan:
BPBD Purwakarta Fokus Penanganan Korban Pergerakan Tanah Desa Panyindangan
MALDIANSYAH/PASUNDAN EKSPRES PERBAIKAN: Pemkab Purwakarta melakukan perbaikan jalan yang sempat terputus akibat pergerakan tanah di Kampung Cibodas dan Kampung Panyindangan

PURWAKARTA-Pergerakan tanah terus terjadi di Kampung Cibodas dan Kampung Panyindangan, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Pergerakan tanah tersebut menyebabkan jalan penghubung dua kecamatan tertutup dan empat rumah warga rusak. Pergerakan tanah terparah di dua kampung itu terjadi pada Rabu (24/4/2024) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB lalu terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta, Norman Nugraha, pegerakan tanah disebabkan oleh lokasi bencana yang berada di zona kerentanan gerakan tanah menengah.

Norman menyebut, pihaknya kini fokus terhadap penanggulangan bencana para warga terdampak. "Jadi pergerakan tanah ini diperparah dengan rusaknya saluran air warga. Saluran air yang rusak itu membawa material tanah hingga merusak empat rumah warga," kata pria yang menjabat sebagai Sekda Purwakarta beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, wilayah tersebut berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan, serta memiliki lereng yang mengalami gangguan.

Dengan demikian, lanjut Norman, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gerakan tanah saat curah hujan tinggi. "Kemudian, kondisi yang diperparah dengan curah hujan tinggi membuat material tanah menutup jalan penghubung dua kecamatan, yakni Kecamatan Sukatani dan Tegalwaru. Sehingga, kami di sini fokus untuk menangani dua hal, yakni perbaikan saluran air yang rusak supaya tidak terus mengalir ke rumah warga dan penanganan warga terdampak yang totalnya ada empat kepala keluarga," Jelas Norman. 

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengatakan bahwa sudah menerjunkan alat berat. "Sudah diterjunkan alat berat, dengan harapan bisa membuka jalan antara dua kecamatan ini," ujarnya.

Norman mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta telah melakukan upaya untuk merelokasi warga yang terdampak. "Upaya relokasi ini memang sudah dilakukan sejak tahun lalu, sudah disiapkan lahan juga, namun karena ada sejumlah proses yang dilakukan sehingga warga belum pindah secara langsung," katanya.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, air deras terus mengalir dan menerjang sejumlah rumah warga sekitar akibat saluran air yang dibuat untuk persawahan itu mengalami kerusakan.

Warga yang ingin melewati jalan tersebut harus menaiki longsoran tanah yang menutupi jalan penghubung dua kecamatan tersebut. "Untuk saat ini, akses jalan akibat pergerakan tanah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait, masyarakat serta relawan dalam upaya penanggulangan bencana pergerakan tanah ini," pungkasnya.(mas/sep)

Berita Terbaru

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Olahraga1 jam lalu
Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Opini1 jam lalu
7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

Jawa Barat2 jam lalu
Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Headline5 jam lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Headline6 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional7 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline15 jam lalu
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional16 jam lalu
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Nasional17 jam lalu