Inspeksi Mendadak Gubernur Jabar: Jalan Provinsi Harus Bersih, Reklame Liar Siap Disikat

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak di sejumlah ruas jalan provinsi dan langsung mengeluarkan peringatan keras kepada jajaran UPTD Pekerjaan Umum (PU). Fokus utama peninjauan adalah kebersihan, ketertiban, dan fungsi jalan yang dinilai belum tertata optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur berdialog langsung dengan Kepala UPTD PU Wilayah Bandung Raya–Purwasuka, Mukhtar. Wilayah kerja UPTD ini terbilang strategis sekaligus luas karena mencakup tujuh daerah, mulai dari Bandung Raya hingga Purwakarta, Subang, dan Karawang.
Meski mengapresiasi kekuatan tim teknis di lapangan, Gubernur menilai pola pengendalian kebersihan jalan masih lemah. Ia menyoroti belum konsistennya penerapan sistem satu kilometer satu petugas kebersihan, yang mengakibatkan tumpukan sampah masih ditemukan di berbagai titik.
“Petugas harus fokus di satu jalur, bukan berpindah-pindah. Kalau muter konsisten, sampah tidak akan menumpuk,” tegasnya.
Tak hanya soal sampah, Gubernur juga meminta petugas PU dibekali keterampilan perbaikan ringan. Menurutnya, kerusakan kecil seperti tebing longsor atau tembok coplok tidak perlu menunggu proyek besar, cukup ditangani cepat dengan peralatan dasar agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Penertiban reklame liar menjadi perhatian serius. Gubernur menegaskan seluruh baliho, spanduk, dan tiang reklame yang berdiri tanpa izin di sepanjang jalur provinsi harus dibongkar. Ia bahkan menyebut evaluasi kinerja hingga pemotongan honor dapat diberlakukan bila pelanggaran terus dibiarkan.
“Jalan provinsi bukan etalase reklame. Kalau masih semrawut, itu cermin kinerja yang buruk,” ujarnya.
Dalam inspeksi tersebut, Gubernur juga menindak langsung lapak pedagang yang menutup saluran air dan memakan badan jalan. Ia memberikan batas waktu bagi pedagang untuk memundurkan lapak, sembari menegaskan bahwa tanah milik provinsi hanya boleh digunakan untuk fungsi jalan dan pejalan kaki.
Tak luput dari perhatian, kebersihan lingkungan sekolah di sekitar jalur provinsi turut ditegur. Gubernur meminta pihak sekolah bertanggung jawab penuh menjaga area pendidikan agar bersih dan nyaman bagi siswa.
Inspeksi ini menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan. Di sela-sela peninjauan, Gubernur berinteraksi dengan warga, pelajar, hingga petugas kebersihan, menegaskan bahwa penataan jalan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Jalan provinsi adalah wajah Jawa Barat. Harus bersih, tertib, dan berwibawa,” pungkasnya
