Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ketua KTNA Beberkan Masalah Pertanian di Subang

E
EgiEditor: Egi
|18:54 WIB
Bagikan:
Ketua KTNA Beberkan Masalah Pertanian di Subang
BICARA PERTANIAN: Ketua KTNA Jawa Barat H. Otong Wiranata S.P M.M saat diwawancara media.(muhammad faishal/ pasundan ekspres)

SUBANG-Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat H. Otong Wiranata SP MM merespon beberapa permasalahan pertanian yang saat ini dihadapi oleh Kabupaten Subang. Ia mengaku heran masyarakat Kabupaten Subang sampai harus membeli beras dengan harga mahal padahal produksinya melimpah. 

"Di kita itu karena hamparannya luas panennya sekaligus. Jadi 84 ribu hektar pada saat musim panen itu satu bulan habis, kalau diserap oleh penggilingan-penggilingan lokal itu tidak mungkin bisa terserap. Bulog saja berdasarkan dari Dinas Pertanian hanya bisa menyerap 10 sampai 15 persen itu dari penggilingan yang besar. Apalagi penggilingan-penggilingan kita, paling kuat 100 sampai 200 ton sehingga banyak keluar," ucapnya usaia acara kolaborasi ketahanan pangan dari hulu ke hilir yang digelar Kadin, beberapa waktu lalu.

Ia berharap, setelah kegiatan tersebut dapat terjalin kolaborasi dari segala pihak untuk bisa menyerap padi hasil panen di Kabupaten Subang. 

"Dengan adanya ini kita berharap nanti ada kegiatan yang bisa mengkolaborasikan semua pihak untuk mampu menyerap padi hasil panen di Kabupaten Subang,” ucapnya. 

Menurutnya, untuk dapat melakukan hal tersebut sebenarnya memungkinkan karena perangkat-perangkat yang dibutuhkan sudah tersedia. 

"Karena sebenarnya perangkatnya bisa, misalkan penggilingan-penggilingan itu gudangnya didaftarkan yang terstandarisasi resi gudang, sehingga nanti bjb bisa mengeluarkan dana hanya 0,5 persen, 6 persen per tahun. Itu dangan mungkin," ucapnya.

Otong juga menjelaskan soal permasalahan kelangkaan pupuk yang dirasakan oleh petani di Subang. Dirinya mengatakan hal tersebut dikarenakan masih ada petani yang belum terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk dapat bisa membeli pupuk. 

"Pupuk itu kan bukan kebijakan lokal, tapi kebijakan nasional. Mungkin teman-teman banyak menerima keluhan petani soal kelangkaan pupuk. Jadi kemarin Kementerian Pertanian yang kepanjangan tangan dari Kementrian Keuangan itu menambah alokasi pupuk, namun keluhan seperti tadi mungkin masih muncuk dilapangan dikarenakan dasarnya tidak hanya harus membawa KTP, tetapi juga harus terdaftar," ucapnya. 

Berangkat dari sana, KTNA akan mengajukan ke Pusat Data dan Informasi Pertanian untuk melakukan perbaikan data.

"Maka dari itu, kita mengajukan ke Pusat Data dan Informasi Pertanian itu dibuka supaya data itu diperbaiki. Jadi awalnya adalah dari data perencanaan yang harusnya bisa diupdate, sehingga semua petani yang ada di Subang bisa terdaftar dengan baik di RDKK tersebut," ucapnya. 

Ia juga memastikan untuk pasokan jumlah pupuk yang ada saat ini berlebih setelah adanya penambahan. 

Selain itu, Otong juga merespon mengenai kekhawatiran adanya alih fungsi sawah yang diatur dalam Perda RTRW yang saat ini sedang digarap. 

"Itu yang kita khawatirkan, walaupun sebetulnya produksi di Kabupaten Subang itu surplus tetap jika produksinya menurun secara nasional nanti juga menurun. Jadi harus bijak untuk hal ini, harus betul-betul bisa melihat mana yang bisa dialihfungsikan dan mana yang tidak," ucapnya.(fsh/ysp) 

Berita Terbaru

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Lifestyle8 jam lalu
Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle9 jam lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline9 jam lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat13 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga16 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional17 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional17 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat17 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline17 jam lalu
Ketua KTNA Beberkan Masalah Pertanian di Subang | Pasundan Ekspres