Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pagelaran Seni Budaya Subang: Identitas Kultural yang Tidak Boleh Hilang

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|10:04 WIB
Bagikan:
Pagelaran Seni Budaya Subang: Identitas Kultural yang Tidak Boleh Hilang
Pagelaran Seni Budaya Subang: Identitas Kultural yang Tidak Boleh Hilang (Image From: KOTASUBANG.com)

PASUNDAN EKSPRES - Pagelaran seni budaya Subang menjadi salah satu hal yang menarik untuk disaksikan. Kabupaten Subang, Jawa Barat, dikenal tidak hanya sebagai wilayah agraris dan sentra pertanian, tapi juga sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya tradisional.

Keberagaman budaya ini terlihat jelas dalam berbagai pagelaran seni yang kerap digelar, baik dalam rangka peringatan hari besar, festival, maupun acara-acara khusus di lingkungan masyarakat.

Di antara kekayaan budaya tersebut, kesenian Genjring Bonyok, Gembyung, dan Sisingaan menjadi ikon yang mewakili identitas kultural masyarakat Subang. 

Pagelaran Seni Budaya Subang 

Berikut adalah macam-macam kesenian yang seringkali ada di pagelaran seni budaya Kabupaten Subang. 

Genjring Bonyok

Genjring Bonyok adalah salah satu jenis kesenian tradisional khas Subang yang tumbuh dan berkembang di Kampung Bonyok, Desa Pangsor. Kesenian ini mulai muncul sejak masa penjajahan, tepatnya pada era perkebunan P & L Lannds, sebelum Indonesia merdeka.

Pada masa itu, Kampung Bonyok dikenal sebagai daerah kontrak, yang kemudian menjadi titik awal lahirnya kesenian rakyat ini.

Genjring Bonyok merupakan seni musik yang menggabungkan alat musik bedug dan genjring, dengan pengaruh kuat dari kesenian Genjring Rudat.

Awalnya, pertunjukan Genjring Bonyok hanya mengandalkan satu bedug dan tiga genjring.

Namun, seiring berjalannya waktu, instrumen yang digunakan semakin beragam dengan tambahan alat musik dari kesenian lain yang berkembang pada masa itu.

Dilansir dari laman Pemda Subang, kiprah Genjring Bonyok dalam dunia seni budaya Jawa Barat cukup gemilang.

Di antaranya, tampil dalam pagelaran di Gedung Rumentang Siang Bandung (1971), mengikuti Festival Genjring Bonyok se-Jawa Barat (1977), tampil di GOR Saparua Bandung (1978), hingga tampil dalam peringatan HUT Kabupaten Subang tahun 1980.

Gembyung

Gembyung merupakan ensambel musik tradisional Subang yang memiliki nuansa Islami. Kesenian ini dimainkan dengan menggunakan alat musik terbang (rebana besar), yang kerap kali dipadukan dengan tarompet.

Namun, dalam praktiknya, tidak semua grup Gembyung menggunakan tarompet sebagai bagian dari pertunjukan mereka.

Gembyung lazim dimainkan dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya masyarakat, seperti khitanan, pernikahan, hingga upacara adat seperti ruwatan bumi, mapag hujan, dan mapag Dewi Sri (ritual penyambutan musim panen).

Seiring perkembangan zaman, Gembyung juga mengalami transformasi dari seni auditif menjadi seni pertunjukan yang menyertakan unsur tari, membuatnya semakin menarik untuk disaksikan oleh berbagai kalangan.

Sisingaan

Dari Subang juga lahir kesenian yang kini telah dikenal hingga mancanegara, yaitu Sisingaan. Kesenian ini merupakan bentuk pertunjukan yang melibatkan boneka singa berukuran besar yang digotong oleh beberapa orang dan dinaiki oleh anak-anak.

Secara simbolik, pertunjukan Sisingaan menggambarkan perlawanan rakyat Subang terhadap penjajahan.

Sisingaan sering dimainkan dalam acara khitanan, penyambutan tamu kehormatan, hingga festival tahunan.

Salah satu perayaan besar yang melibatkan pertunjukan Sisingaan adalah Festival Sisingaan, yang diadakan setiap tanggal 5 April untuk memperingati hari jadi Kabupaten Subang.

Festival ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan di Subang, menjadikan Sisingaan sebagai perekat identitas budaya lokal.

Pagelaran seni budaya Subang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, melainkan juga sebagai media pelestarian nilai-nilai budaya, sejarah perjuangan, sampai identitas lokal masyarakat Subang. 

Pelestarian terhadap kesenian ini perlu didorong secara berkelanjutan melalui dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, serta penguatan peran generasi muda. Hanya dengan itu, seni budaya lokal bisa tetap hidup dan menjadi kebanggaan di tengah arus modernisasi. 

(ipa) 

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa Trisakti Siap Geruduk Istana, Ini Desakan untuk Prabowo-Gibran

Demo Mahasiswa Trisakti Siap Geruduk Istana, Ini Desakan untuk Prabowo-Gibran

Nasional4 menit lalu
Bupati Minta Pilkades Serentak 2026 Kondusif, Tidak Boleh Merusak Persaudaraan

Bupati Minta Pilkades Serentak 2026 Kondusif, Tidak Boleh Merusak Persaudaraan

Subang5 menit lalu
Perluas Akses Layanan Kesehatan, RS Mitra Plumbon Subang Gandeng Sejumlah Asuransi

Perluas Akses Layanan Kesehatan, RS Mitra Plumbon Subang Gandeng Sejumlah Asuransi

Subang7 menit lalu
Pemilu Israel 2026: Netanyahu & Oposisi Gagal Raih Mayoritas Parlemen

Pemilu Israel 2026: Netanyahu & Oposisi Gagal Raih Mayoritas Parlemen

Nasional17 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kejaksaan Negeri Subang dan Balai Pemasyarakatan Eksekusi Pidana Kerja Sosial, Terpidana Dipantau GPS

Kejaksaan Negeri Subang dan Balai Pemasyarakatan Eksekusi Pidana Kerja Sosial, Terpidana Dipantau GPS

Subang18 menit lalu
Sulap Matematika Jadi Petualangan Seru! Dosen POLSUB Rilis Game Edukasi Berbasis AI untuk Siswa SMPN 1 Cibogo

Sulap Matematika Jadi Petualangan Seru! Dosen POLSUB Rilis Game Edukasi Berbasis AI untuk Siswa SMPN 1 Cibogo

Subang21 menit lalu
Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Nasional26 menit lalu
Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Nasional28 menit lalu
Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Headline40 menit lalu
Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Nasional40 menit lalu