Penataan Kawasan Gedung Sate - Gasibu Menuai Sorotan, Ini Penjelasan Dedi Mulyadi

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan penataan kawasan Gedung Sate yang direncanakan akan terhubung dengan Lapangan Gasibu.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan penataan sekaligus memperluas halaman Gedung Sate menjadi ruang terbuka hijau dengan konsep plaza yang terintegrasi dengan Lapangan Gasibu.
Adapun aktivitas pembongkaran halaman Gedung Sate telah dilakukan sejak Selasa (14/4/2026) di mana para pekerja telah membongkar paving block yang menandai dimulainya proyek penataan kawasan pusat pemerintahan Jawa Barat tersebut.
Langkah Pemprov Jawa Barat menata kawasan Gedung Sate ini menuai sorotan lantaran proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp 15,82 miliar dengan target pengerjaan berlangsung mulai dari 8 April hingga 6 Agustus 2026.
Di tengah berjalannya proyek tersebut, Dedi Mulyadi menjelaskan alasan penataan dan perluasan halaman Gedung Sate yang akan terhubung dengan Lapangan Gasibu.
Salah satu tujuan penataan halaman Gedung Sate yaitu agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih leluasa dan lancar serta menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar depan Gedung Sate atau Jalan Diponegoro.
Dedi menilai, selama ini setiap aksi demonstrasi di depan Gedung Sate kerap mengganggu lalu lintas yang mengakibatkan Jalan Diponegoro harus ditutup.
Penataan dan perluasan kawasan ini dirancang agar ke depannya penutupan jalan tidak akan terjadi lagi meski ada kegiatan di halaman Gedung Sate.
Di sisi lain, lalu lintas pun tidak akan terganggu oleh aktivitas masyarakat di depan Gedung Sate karena akan dialihkan memutar ke depan Hotel Pullman sehingga kendaraan tidak dapat lagi melintas di depan Gedung Sate.
"Sehingga nanti ke depan tidak akan pernah itu terjadi, karena Jalan Diponegoro-nya tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh berbagai kegiatan di halaman Gedung Sate," ucapnya.
Dedi memastikan penataan halaman Gedung Sate tidak akan mengubah elemen penting di kawasan tersebut, termasuk batu prasasti Kementerian Pekerjaan Umum di area tersebut.
Selain itu, penataan ini juga akan dibuat kawasan yang lebih terbuka dan estetik. Ketinggian halaman Gasibu akan dibuat sama dengan halaman Gedung Sate sehingga terlihat lebih menyatu.
"Yang ada adalah penataan, halamannya jauh lebih bagus, sehingga nanti tinggi halaman Gasibu itu sama dengan tinggi halaman Gedung Sate," katanya.
(inm)
