Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pj Gubernur Jawa Barat Minta Walhi Beri Usulan Detail Terkait Persoalan DAS Citarum

E
EgiEditor: Egi
|19:47 WIB
Bagikan:
Pj Gubernur Jawa Barat Minta Walhi Beri Usulan Detail Terkait Persoalan DAS Citarum
Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menggelar rapat bersama Walhi Jawa Barat membahas persoalan DAS Citarum di Istora Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Selasa (28/5).(Adam Sumarto/Pasudan Ekspres)

PURWAKARTA-Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menggelar rapat bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat di Istora Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Selasa (28/5).

Dalam kesempatan itu, Bey menerima kritikan sekaligus masukan terkait program Citarum Harum yang disampaikan Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jawa Barat, Wahyudin atau akrab disapa Kang Iwank. 

Untuk diketahui, sesuai Perpres No.15/2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, maka program Citarum Harum akan berakhir dalam 10 bulan ke depan.

"Kami mendengarkan masukan dari Walhi dan juga teman-teman pegiat lingkungan lainnya. Saya pikir tidak ada perbedaan pandangan, semuanya sama dan sepakat ingin Citarum utamanya itu lebih baik lagi dan ingin aksi di lapangan yang lebih detail lagi," kata Bey kepada wartawan di lokasi.

Terkait masalah lahan kritis, penanganan sampah dan penegakan hukum, Pemprov Jabar sepakat dengan Walhi. "Tentang penegakan hukum, kami meminta kepada Walhi untuk memberikan informasi mana-mana saja yang belum ada tindakan hukum sehingga bisa kami follow up," ujar Bey.

Bey juga meminta kepada Walhi untuk mendetailkan beberapa usulan untuk segera dikoordinasikan dengan Pokja. "Saya minta dalam dua minggu ini bisa selesai poin-poinnya, karena dalam dua minggu ke depan akan ada rapat di Kemenko Marves sehingga semuanya bisa masuk dalam pembahasan rapat besar itu," ucapnya.

Disinggung terkait kendala Citarum Harum, Bey mengatakan jika Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum itu sangat luas. Key Performance Indicator (KPI) atau Indikator Kinerja Utama-nya juga banyak. Ada beberapa yang sudah hijau ada juga yang masih merah. 

"Semuanya dilakukan bertahap dan kita semua memiliki semangat yang sama, tidak ada yang menghalangi satu dengan lainnya. Adapun pandangan Kang Iwank program Citarum Harum belum berhasil karena ada poin-poin yang kurang. Akan tetapi kalau ada perbaikan Kang Iwank juga sepakat," kata Bey.

Terkait usulan Walhi agar Pj Gubernur menggunakan Instruksi Khusus Pimpinan (IKP), Bey menyebutkan jika pertemuan ini merupakan upaya ke arah itu. "Jadi kami minta usulan-usulan teknis yang detail untuk dimasukkan ke pokja," ujarnya.

Kemudian, lanjut Bey, akan diusulkan pada rapat besar dengan Kemenko Marves sekaligus diminta quick win-nya seperti apa. "Dalam dua minggu ke depan, kami bersama Walhi akan melihat ke lapangan, ke lahan kritis, ini akan dijadwalkan," ucap Bey.

Dirinya juga menyebutkan, hasil rapat dengan Kemenko Marves nantinya akan menjadi pertimbangan upaya apa yang harus dilakukan dalam 10 bulan ke depan. "Yang jelas dalam 10 bulan ke depan ini harus ada hasil yang lebih baik lagi," kata Bey.

Merespons pernyataan Pj Gubernur Bey Machmudin, Kang Iwank sepakat bahwa Walhi bersama-sama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat selaras, senada dan memiliki semangat yang sama terhadap upaya pemulihan DAS Citarum. Yakni, upaya yang konkret, maksimal yang dapat dikerjakan secara elaboratif.

"Semua pihak harus berkontribusi, tidak hanya memberikan tanggung jawab kepada pemerintah. Semua lintas sektor, publik, apalagi ahli waris Citarum agar dapat menuangkan ide, gagasan, serta mengkontribusikan pemikiran dan tenaganya terhadap upaya-upaya pemulihan DAS Citarum," ujarnya.

Dijelaskannya, Walhi menyampaikan lima hal yang menjadi catatan. Kelimanya adalah terkait lahan kritis, penanganan sampah, penegakan hukum pelaku pencemaran, anggaran dan partisipatif. 

"Kami bersyukur usulan Walhi dapat diterima. Ke depan, harapan yang kami tuangkan pada usulan yang disampaikan kepada Pak Pj Gubernur ini, dapat diakomodir dalam bentuk sebuah kebijakan yang kemudian bisa memaksimalkan kerja-kerja kolaboratif dan partisipatif untuk sepuluh bulan ke depan ini," ucapnya. 

Kang Iwank juga menambahkan, beberapa hal yang menjadi sorotan utama adalah persoalan lahan kritis, penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran dan persoalan sampah.

"Ketiga hal Itu yang menjadi satu landasan kami untuk menaruh harapan kepada Pak Pj Gubernur agar dapat direspons secara serius, dapat didukung oleh SKPD atau dinas-dinas terkait untuk mengatasi persoalan ini dengan semangat bersama untuk upaya-upaya pemulihan," kata dia.(add)

Berita Terbaru

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle51 menit lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle1 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline12 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang14 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional15 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional16 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle17 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional18 jam lalu
Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang

Headline19 jam lalu