Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Produsen Kue Keranjang di Purwakarta Pertahankan Tradisi Menjelang Imlek Meski Produksi Turun

E
EgiEditor: Egi
|21:13 WIB
Bagikan:
Produsen Kue Keranjang di Purwakarta Pertahankan Tradisi Menjelang Imlek Meski Produksi Turun
Produsen kue keranjang tetap bertahan menjalankan tradisi menjelang Imlek meski mengalami penurunan jumlah produksi yang signifikan.

PURWAKARTA-Produksi kue keranjang menjelang perayaan Imlek 2025 yang biasanya ramai di pasaran justru mengalami penurunan signifikan. 

Di Kampung Pecinan, Gang Aster, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, produsen kue keranjang mengaku bahwa produksi mereka turun hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Meskipun telah memproduksi kue keranjang selama lebih dari 30 tahun, Hayati, salah satu produsen lokal, mengungkapkan penyebab menurunnya daya beli masyarakat.

Di antaranya, kata dia, terjadi kenaikan harga bahan baku seperti tepung ketan dan gula pasir menjadi faktor utama penyebab penurunan produksi. Setiap kilogram bahan baku, sambungnya, kini mengalami kenaikan harga sekitar Rp1.000.

"Untuk tahun ini, produksi kami menurun 20 persen. Kenaikan harga bahan baku seperti tepung ketan dan gula pasir yang rata-rata naik Rp1.000 per kilogram sangat mempengaruhi," kata Hayati saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (23/1).

Meski begitu, lanjutnya, Hayati mengaku bersyukur masih bisa bertahan dan memenuhi beberapa pesanan. "Ada pesanan dari pelanggan setia di Purwakarta, Cikampek, dan Bandung," ujar Hayati.

Meskipun tantangan ekonomi semakin berat, kata dia, produsen kue keranjang masih dapat bertahan dengan memproduksi sekitar 100 kilogram tepung ketan, 27 kilogram gula pasir, dan daun pandan untuk pewangi alami setiap kali produksi. 

"Dengan harga jual kue keranjang yang dipatok sekitar Rp50 ribu per kilogram, usaha ini tetap bertahan meski di tengah lesunya perekonomian," ucapnya.

Dengan segala keterbatasan, Hayati menyebutkan, semangat para produsen kue keranjang tetap kuat. "Terlebih untuk mempertahankan tradisi menyambut Imlek 2025 meski dalam kondisi ekonomi yang menantang," kata Hayati.(add)

Berita Terbaru

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga9 jam lalu
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang11 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang11 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang11 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional12 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional13 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle14 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta14 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat14 jam lalu