Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pupuk Indonesia Perkuat Pendampingan Petani Melalui Program Makmur

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|13:18 WIB
Bagikan:
Pupuk Indonesia Perkuat Pendampingan Petani Melalui Program Makmur
Jajaran Direksi Pupuk Indonesia saat melakukan penaburan pupuk di lahan padi gogo. CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES.

SUBANG-Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani serta mendukung program swasembada pangan nasional, PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengembangkan Program Makmur. Program ini memberikan pendampingan kepada petani guna mengoptimalkan hasil pertanian mereka.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan Safari Makmur di Subang, Jawa Barat, yang difokuskan pada penanaman padi di lahan kering. 

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pupuk Indonesia, Tina T. Kemala Intan, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani melalui kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Program Makmur ini memberikan pendampingan kepada petani mulai dari cara menggunakan pupuk yang tepat hingga akses kepada offtaker yang siap membeli hasil panen mereka,” ujarnya.

Sebagai bagian dari program ini, Pupuk Indonesia mengadakan uji demplot dengan menggunakan Pupuk NPK Formula Khusus Padi Gogo dan benih Padi Inpago 13 Fortize di lahan seluas satu hektare. 

Pengujian ini merupakan kerja sama antara Pupuk Indonesia dan PSI-TP Kementerian Pertanian untuk memperluas lahan tanam padi gogo, khususnya di Jawa Barat.

“Saat ini, produktivitas tanaman padi gogo di lahan kering secara nasional hanya mencapai 3 – 4 ton per hektare. Dengan penerapan teknologi benih unggul dan pemupukan yang sesuai, diharapkan hasil panen dapat meningkat hingga 6 ton per hektare,” terang Tina.

Program Makmur, yang merupakan singkatan dari “Mari Kita Majukan Usaha Rakyat”, pertama kali diluncurkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. 

Tina menjelaskan, program ini dirancang sebagai ekosistem pertanian terintegrasi yang menghubungkan petani dengan berbagai pihak terkait, mulai dari penyedia sarana produksi, pembiayaan, pendampingan teknis, hingga pemasaran hasil panen.

Melalui program ini, petani dapat memeriksa kandungan hara tanah menggunakan fasilitas Mobil Uji Tanah (MUT). Dengan begitu, petani akan mendapatkan rekomendasi dosis pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanah dan tanaman mereka.

“Fokus utama dari pendampingan ini adalah peningkatan produktivitas. Artinya, dengan metode yang tepat, hasil panen yang diperoleh petani akan lebih tinggi dari sebelumnya,” jelas Tina.

Hingga Desember 2024, Program Makmur telah melibatkan 170.969 petani dengan total luas lahan mencapai 451.537 hektare di berbagai wilayah Indonesia. 

Komoditas yang tercakup dalam program ini meliputi padi, tebu, jagung, sawit, kopi, dan hortikultura, dengan padi sebagai komoditas utama yang mencapai luas lahan 124.845 hektare dan melibatkan 40.416 petani.

“Pupuk Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas Program Makmur di tahun 2025. Target yang ditetapkan adalah merealisasikan program ini di 500 ribu hektare lahan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya. 

Dari jumlah tersebut, lanjutnya, 200 ribu hektare dialokasikan untuk tanaman padi, sementara 300 ribu hektare lainnya untuk komoditas non-padi seperti tebu, singkong, kopi, kakao, kelapa sawit, dan hortikultura.

Selain itu, Tina juga mengingatkan petani untuk segera menebus pupuk bersubsidi yang telah dialokasikan pemerintah sebanyak 9,55 juta ton. Alokasi tersebut terdiri dari Urea (4,6 juta ton), NPK (4,2 juta ton), NPK Formula Khusus (147.798 ton), dan Organik (500.000 ton).

“Pupuk Indonesia akan terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan dengan menyalurkan pupuk bersubsidi.

Para petani yang telah mendapatkan alokasi pupuk harus segera menebusnya. Jika tidak ditebus, tahun depan alokasinya bisa dikurangi,” tutupnya. (cdp)

Berita Terbaru

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional9 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline31 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang49 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu