Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Soroti Pengangguran di Jabar, Kang Dedi Minta Percaloan Dihapus

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|20:32 WIB
Bagikan:
Soroti Pengangguran di Jabar, Kang Dedi Minta Percaloan Dihapus
Soroti Pengangguran di Jabar, Kang Dedi Minta Percaloan Dihapus (Sumber Foto Instagram Dedi Mulyadi)

PASUNDAN EKSPRES- Dalam unggahan terbarunya di Instagram, Kang Dedi Mulyadi menyoroti persoalan pengangguran di Jawa Barat yang dinilai masih tinggi.

Ia menegaskan pentingnya sektor industri untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal dan memberantas praktik percaloan yang merugikan masyarakat.

"Silakan Bapak cek, Bapak nongkrong di kawasan industri. Perhatikan motor-motor, semua nomor platnya Jawa Tengah," ungkap Kang Dedi dalam unggahannya.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak tenaga kerja dari luar daerah yang bekerja di kawasan industri Jawa Barat, sementara tingkat pengangguran di wilayah tersebut masih cukup tinggi.

Menurut Kang Dedi, salah satu masalah utama yang menyebabkan tingginya pengangguran di Jawa Barat adalah kurangnya optimalisasi dalam rekrutmen tenaga kerja lokal.

Ia mempertanyakan mengapa perusahaan lebih memilih pekerja dari luar daerah, padahal tenaga kerja lokal juga memiliki kemampuan yang tidak kalah mumpuni.

Tak hanya itu, ia juga mengungkap adanya praktik percaloan dalam dunia kerja yang sangat memberatkan calon tenaga kerja.

“Ingat, kutipan dari calon tenaga kerja bisa mencapai Rp30 juta per orang. Ini percaloan,” tegasnya.

Kang Dedi mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan perusahaan, untuk bersama-sama mencari solusi agar pengangguran di Jawa Barat dapat ditekan.

Salah satu langkah yang disarankan adalah dengan memberlakukan kebijakan yang mewajibkan industri di Jawa Barat untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Selain itu, pemberantasan praktik percaloan harus dilakukan secara serius. Pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap proses rekrutmen tenaga kerja.

Sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara yang tidak etis.

Masalah pengangguran dan percaloan tenaga kerja menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan peluang kerja bagi warga lokal dapat lebih terbuka dan praktik percaloan bisa dihapuskan demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan adil.

Berita Terbaru

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle22 menit lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle1 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle5 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu