Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Ada Ongkos, Asgar Terancam Gagal Kuliah di Yaman, Ngadu ke Ketua MUI Purwakarta

A
Adam SumartoEditor: Asep
|06:11 WIB
Bagikan:
Tak Ada Ongkos, Asgar Terancam Gagal Kuliah di Yaman, Ngadu ke Ketua MUI Purwakarta
Ahmad Apandi Asgar mengadu ke Ketua MUI Kabupaten Purwakarta K.H. John Dien lantaran rencananya untuk melanjutkan studi Fiqih dan Ushul Fiqh di Universitas Imam Syafi’i(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PURWAKARTA-Ahmad Apandi Asgar, pemuda asal Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta mengadu ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta K.H. John Dien, Rabu (24/9/2025).

Asgar, begitu dia kerap dipanggil, mengadu lantaran rencananya untuk melanjutkan studi Fiqih dan Ushul Fiqh di Universitas Imam Syafi’i, salah satu kampus ternama di Sana’a, ibu kota Yaman, terancam gagal karena tak memiliki ongkos.

"Saya sebenarnya sudah berikhtiar mencari bantuan pendanaan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke sejumlah lembaga pemerintahan di pusat," kata Asgar.

Akan tetapi, sambungnya, hingga saat ini baru terkumpul sejumlah Rp18 juta, masih ada kekurangan sekitar Rp30 juta lagi karena. Adapun uang yang harus terkumpul adalah Rp48 juta untuk biaya tiket keberangkatan dan sejumlah administrasi lainnya.

Di sisi lain, kata dia, per 30 September 2025 nanti, dirinya harus sudah melunasi keperluan administrasi keberangkatannya itu.

Untuk diketahui, Asgar berasal dari keluarga petani dengan kondisi ekonomi yang serba-terbatas. Kondisi ini justru memotivasi dirinya untuk lebih berdaya dan berkarya.

Berkat kegigihannya, ia berhasil meraih beasiswa dari Lembaga Rawi (Rabithoh al Ato' wal Irfan) untuk melanjutkan studi Fiqih dan Ushul Fiqh di Universitas Imam Syafi’i, di Yaman.

Dari ratusan pendaftar se-Indonesia, hanya 20 orang yang diterima. Sementara dari Jawa Barat hanya dua orang yang lolos, salah satunya adalah Ahmad Apandi Asgar.

Ditemui terpisah, Founder Bela Purwakarta, Aa Komara, yang turut mendampingi Asgar saat bertamu ke kediaman Ketua MUI, mengatakan, kejadian serupa juga pernah dialami pemuda Purwakarta lainnya.

"Pada 2019 lalu sempat viral ada pemuda asal Desa Seulaawi, Kecamatan Pasawahan, bernama Nata Sutisna, yang terkendala biaya tiket pesawat untuk mengikuti program beasiswa di Tunisia. Bela Purwakarta saat itu juga turut mendampingi Nata berikhtiar mencari bantuan," ujar Aa.

Berkaca dari kejadian Nata, lanjutnya, Bela Purwakarta pernah menggelar audiensi dengan Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin pada 16 Maret 2025 lalu.

Adapun Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein saat itu berhalangan hadir.

"Pada audiensi tersebut, kami mengusulkan agar dalam APBD teranggarkan Belanja Tak Terduga atau BTT nonkebencanaan, karena selama ini BTT yang tersedia dianggarkan hanya untuk kebencanaan," ucapnya.

Niatnya saat itu agar pemerintah daerah membuat kebijakan antisipatif bila ada warganya yang membutuhkan seperti halnya Nata dan Asgar.

Aa pun berharap, pertemuan dengan Kiai John Dien yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama ( FKUB ) Kabupaten Purwakarta ini dapat membuahkan hasil.

"Kiai John Dien merupakan figur yang sangat dihormati baik oleh kalangan pemerintahan, swasta, dan lintas elemen di Purwakarta yang diharapkan dapat menghimpun solidaritas dari masyarakat yang beragam ini," kata Aa.

Senada disampaikan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) Cabang Purwakarta, Sabiq Abdurrasyid.

"Jika melalui APBD memang tidak bisa maksimal untuk membantu Asgar, maka diharapkan ada dana CSR yang dapat digunakan. Jangan sampai pemuda Purwakarta dengan segala potensinya untuk berkembang malah terkendala biaya," ujarnya.

Adapun hasil dari pertemuan tersebut, Kiai John Dien menyampaikan komitmennya untuk mencarikan jalan keluar terbaik dengan kapasitasnya sebagai pengayom serta pemersatu umat.

"Semoga Allah SWT mempermudah segala urusan, dengan mempermudah urusan orang lain dalam hal ini kesulitan yang dialami Ahmad Apandi Asgar. Maka percayalah Allah SWT akan membalas dengan mempermudah segala urusan kita," ucapnya.(add/sep)

Berita Terbaru

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang17 menit lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional29 menit lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional1 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Nasional1 jam lalu
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Nasional1 jam lalu
Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Nasional2 jam lalu
Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Nasional2 jam lalu
Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Olahraga3 jam lalu
Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Purwakarta3 jam lalu