Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tari Doger dan Sisingaan: Tarian Khas Subang yang menjadi Pesona Budaya Tradisional

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|10:16 WIB
Bagikan:
Tari Doger dan Sisingaan: Tarian Khas Subang yang menjadi Pesona Budaya Tradisional
Tari Doger dan Sisingaan: Tarian Khas Subang yang menjadi Pesona Budaya Tradisional (Image From: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia)

PASUNDAN EKSPRES - Mengenal tarian khasi Subang. Kabupaten Subang, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, merupakah salah satu wilayah yang kaya akan seni dan budayanya.

Subang tak hanya dikenal karena kekayaan alam dan pertaniannya, tapi juga karena warisan budayanya yang masih dilestarikan hingga saat ini, terutama pada seni pertunjukan tradisional.

Kabupaten yang memiliki populasi sebanyak 1,6 juta jiwa ini menjadi salah satu pusat budaya Sunda yang terus berkembang.

Seni dan kesenian seolah telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Subang, baik sebagai hiburan maupun sebagai ekspresi nilai-nilai tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Lalu, apa saja, ya tarian khas Subang? 

Tarian Khas Subang yang menjadi Pesona Budaya Tradisional 

Di antara sekian banyak kesenian yang berkembang di Subang, dua tarian khas yang sangat terkenal adalah Tarian Doger dan Kesenian Sisingaan. 

Tarian Doger

Dilansir dari laman Pemkab Subang, Tarian Doger merupakan salah satu kesenian khas Subang yang sarat makna dan memiliki akar kuat dalam budaya masyarakat lokal. Nama Doger sendiri berasal dari gabungan dua kata, yaitu “Dog” dan “Ger”.

Kata Dog merujuk pada alat musik pengiring yang disebut dog-dog, sebuah instrumen pukul tradisional yang terbuat dari kayu pohon kelapa dengan membran dari kulit kambing.

Sedangkan Ger adalah singkatan dari kata “Beger”, yang dalam bahasa Sunda berarti “kasmaran” atau sedang jatuh cinta.

Awalnya, kesenian Doger adalah hiburan rakyat yang dipentaskan untuk masyarakat di wilayah Subang, terutama di daerah perkebunan.

Tarian ini identik dengan pergaulan dan hiburan bagi para remaja dan pemuda-pemudi yang sedang mengalami masa-masa kasmaran.

Disajikan dalam bentuk tarian pergaulan, para penarinya adalah wanita (sering disebut ronggeng) yang tampil diiringi oleh alunan musik gamelan khas Sunda. Pementasan ini dipimpin oleh seorang pimpinan kelompok seni yang disebut lurah kongsi.

Kesenian Sisingaan

Selain Doger, Kesenian Sisingaan menjadi tarian khas Subang yang paling dikenal luas hingga ke mancanegara.

Kesenian ini memiliki nilai historis dan simbolis yang sangat kuat, terutama dalam konteks perlawanan terhadap penjajah pada masa kolonial.

Sisingaan berasal dari kata “singa” yang berarti singa, dan dalam pertunjukannya, Sisingaan menampilkan boneka singa besar yang digotong oleh beberapa pria.

Di atas boneka tersebut biasanya duduk seorang anak kecil yang mengenakan pakaian khas.

Boneka singa tersebut merupakan simbol dari negara penjajah yang ditakuti, dan anak kecil yang menungganginya melambangkan keberanian rakyat Subang dalam menghadapi dan menundukkan penjajah.

Pertunjukan ini tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga media untuk menyampaikan pesan semangat juang dan kebanggaan terhadap identitas lokal.

Saat ini, Sisingaan kerap tampil dalam berbagai acara adat dan perayaan, seperti penyambutan tamu kehormatan, khitanan anak, serta festival budaya.

Bahkan setiap tanggal 5 April, dalam rangka peringatan hari jadi Kabupaten Subang, digelar Festival Sisingaan yang diikuti oleh seluruh kecamatan di kabupaten tersebut.

Tarian khas Subang seperti Doger dan Sisingaan bukan hanya pertunjukan seni, tapi menjadi cerminan nilai-nilai sosial, sejarah perjuangan, serta identitas budaya masyarakat Subang.

Kesenian Subang ini menjadi daya tarik budaya yang layak untuk dilestarikan dan dibanggakan. 

(ipa) 

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle6 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat7 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang7 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang8 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang8 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang8 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang8 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang8 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang8 jam lalu