Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tarian Sisingaan Subang: Landasan Pesona Khas Sunda yang Wajib Dilestarikan

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|11:27 WIB
Bagikan:
Tarian Sisingaan Subang: Landasan Pesona Khas Sunda yang Wajib Dilestarikan
Tarian Sisingaan Subang: Landasan Pesona Khas Sunda yang Wajib Dilestarikan (Image From: Good News From Indonesia)

PASUNDAN EKSPRES - Sisingaan, atau sering disebut juga Gotong Singa, merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional khas masyarakat Sunda yang berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dalam perjalanannya, Sisingaan telah mengalami perubahan dari ritual adat menjadi pertunjukan seni hiburan yang sarat makan budaya dan sejarah. 

Sisingaan berasal dari Desa Neglasari, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Meski berasal dari daerah tertentu, seiring waktu kesenian ini menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, kelompok-kelompok Sisingaan kini bisa ditemukan di luar Subang seperti di Bandung, Garut, hingga Jabodetabek.

Tarian Sisingaan Subang: Landasan Pesona Khas Sunda 

Tari Sisingaan Subang bukan hanya sekedar hiburan rakyat biasa, ini adalah cerminan dari ekspresi budaya yang berakat kuat dalam identitas masyarakat Sunda, khususnya Subang. 

Seni Gerak dan Musik pada Sisingaan

Sisingaan diawali dengan iringan musik yang enerjik, diikuti dengan tarian dari empat orang pengusung singa yang memperlihatkan gerakan atraktif yang begitu memikat.

Gerakan yang dimainkan memiliki nama-nama khas, seperti pasang, bangkaret, gugulingan, sepakan dua, mincid, jeblag, gendong singa, angkat jungjung, ngolecer, dan banyak lagi.

Gerakan-gerakan ini dilakukan sambil mengarak singa keliling kampung, menciptakan tontonan yang meriah sekaligus menghibur.

Salah satu daya tarik utama dari pertunjukan Sisingaan adalah atraksi dari para pengusung.

Mereka melakukan gerakan ekstrem seperti memutar tandu di atas kepala, menggoyang dengan cepat sambil menari, hingga mengangkat tinggi-tinggi patung singa dengan penunggang di atasnya.

Aksi ini membuat penonton terpukau dan menambah daya hibur dalam pertunjukan.

Di beberapa acara, atraksi ini menjadi kompetisi tersendiri antar kelompok Sisingaan. Semakin ekstrem dan kompak gerakan para pengusung, semakin besar pula sambutan dan penghargaan dari masyarakat.

Asal Muasal Keseniaan Sisingaan

Kesenian Sisingaan ini bermula dari tradisi masyarakat Subang yang dilakukan dalam rangka menyambut proses khitanan anak laki-laki.

Menurut Abah Salim, seorang pengrajin patung singa di Subang yang diwawancarai oleh Pemkab Subang pada tahun 2011, awal mulanya adalah ketika anak yang akan disunat diarak keliling kampung menggunakan jampana, yaitu kursi yang dihias dan dipanggul oleh empat orang dewasa.

Arak-arakkan ini diiringi musik sederhana seperti dog-dog, kendang, kempul, dan kecrek, dengan irama yang bersifat spontan dan mengikuti pola tabuh pencak silat. Saat itu, gerakan para pengusung tidak menari-nari, dan hanya berjalan biasa mengikuti iringan musik. 

Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kreativitas masyarakat, jampana mulai diubah menjadi tandu berbentuk patung singa.

Patung ini dibuat dari rangkaian bambu (carangka) yang dibungkus karung goni, sementara kepala dan kaki singa dibuat dari kayu randu.

Rambut singa menggunakan tali rafia, dan matanya dibuat dari tutup botol. Desain ini kemudian dikenal sebagai sisingaan bongsang dan menjadi identitas utama pertunjukan ini.

Secara simbolik, patung singa mewakili lambang kekuasaan kolonial Inggris. Anak laki-laki yang duduk di atas singa melambangkan generasi penerus bangsa, sedangkan payung yang menaungi mereka merupakan simbol perlindungan.

Sementara itu, para pengusung singa mewakili masyarakat pribumi yang selama masa penjajahan mengalami penindasan. Oleh karena itu, Sisingaan juga dimaknai sebagai bentuk perlawanan dan semangat kebangkitan rakyat Subang terhadap kolonialisme.

Selain sebagai hiburan, Sisingaan juga memegang nilai sosial dan spiritual bagi masyarakat Sunda.

Dalam konteks ritual khitanan, pertunjukan ini dipercaya mampu memberikan semangat dan keberanian bagi anak yang akan disunat. Arak-arakan keliling kampung juga menjadi bentuk perayaan kebahagiaan keluarga dan syukur kepada Tuhan.

(ipa) 

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa Trisakti Siap Geruduk Istana, Ini Desakan untuk Prabowo-Gibran

Demo Mahasiswa Trisakti Siap Geruduk Istana, Ini Desakan untuk Prabowo-Gibran

Nasional4 menit lalu
Bupati Minta Pilkades Serentak 2026 Kondusif, Tidak Boleh Merusak Persaudaraan

Bupati Minta Pilkades Serentak 2026 Kondusif, Tidak Boleh Merusak Persaudaraan

Subang5 menit lalu
Perluas Akses Layanan Kesehatan, RS Mitra Plumbon Subang Gandeng Sejumlah Asuransi

Perluas Akses Layanan Kesehatan, RS Mitra Plumbon Subang Gandeng Sejumlah Asuransi

Subang7 menit lalu
Pemilu Israel 2026: Netanyahu & Oposisi Gagal Raih Mayoritas Parlemen

Pemilu Israel 2026: Netanyahu & Oposisi Gagal Raih Mayoritas Parlemen

Nasional17 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kejaksaan Negeri Subang dan Balai Pemasyarakatan Eksekusi Pidana Kerja Sosial, Terpidana Dipantau GPS

Kejaksaan Negeri Subang dan Balai Pemasyarakatan Eksekusi Pidana Kerja Sosial, Terpidana Dipantau GPS

Subang18 menit lalu
Sulap Matematika Jadi Petualangan Seru! Dosen POLSUB Rilis Game Edukasi Berbasis AI untuk Siswa SMPN 1 Cibogo

Sulap Matematika Jadi Petualangan Seru! Dosen POLSUB Rilis Game Edukasi Berbasis AI untuk Siswa SMPN 1 Cibogo

Subang21 menit lalu
Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Resmi Dilantik Kemdiktisaintek, Wiwik Endah Rahayu Siap Nahkodai POLSUB Menuju Kampus Berdampak

Nasional26 menit lalu
Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

Nasional28 menit lalu
Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Bareskrim Polri Gerebek Gudang Balpres Ilegal di Subang, 1.257 Bal Senilai Rp15 Miliar Disita

Headline40 menit lalu
Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

Nasional40 menit lalu
Tarian Sisingaan Subang: Landasan Pesona Khas Sunda yang Wajib Dilestarikan | Pasundan Ekspres