Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tokoh Pemuda Jawa Barat Kritisi Revisi RUU TNI

E
EgiEditor: Egi
|19:27 WIB
Bagikan:
Tokoh Pemuda Jawa Barat Kritisi Revisi RUU TNI
Aktivis Muda Jawa Barat Supriatna mengkritisi disahkannya RUU TNI oleh DPR RI karena berpotensi mengembalikan Dwifungsi ABRI masa orde baru.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PURWAKARTA-Aktivis Muda Jawa Barat yang juga Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Barat Bidang Riset, Kajian dan Teknologi, Supriatna mengkritisi disahkannya Revisi Undang Undang (RUU) TNI oleh DPR RI, Kamis (20/3).

Ia menyebutkan, lebih dari 2.500 prajurit aktif TNI telah menduduki jabatan sipil di Indonesia. Dengan disahkannya RUU TNI, jumlah tersebut akan bertambah.

"Fenomena ini adalah nostalgic revival yang berpotensi mengembalikan Dwifungsi ABRI era Orde Baru," kata Supriatna yang juga anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan ini.

Pegiat Demokrasi ini pun mengungkapkan bahwa setiap individu atau kelompok memiliki kecenderungan untuk mengaktifkan kembali imajinasi masa lalunya.

"RUU No. 34/2004 tentang TNI ini diusulkan masuk Prolegnas Prioritas 2025 setelah muncul Surat Presiden RI Nomor R12/Pres/02/2025 tertanggal 13 Februari 2025," ujarnya.

Bahkan, kata dia, pemerintah menargetkan revisi beleid tersebut bisa selesai sebelum masa reses DPR RI atau sebelum libur Lebaran tahun ini. "Adapun hari ini, Kamis 20 Maret 2025 telah disahkan oleh DPR RI," ucapnya.

Supriatna membeberkan, revisi itu antara lain akan mengatur penambahan usia dinas keprajuritan serta memperluas keterlibatan militer aktif dalam jabatan-jabatan sipil.

"Orang Sunda, misalnya, ingin menghidupkan kejayaan Kerajaan Padjajaran, sementara orang Jawa membayangkan kembali kejayaan Majapahit," kata Supriatna. 

"Begitu pula individu yang dibesarkan dalam organisasi tertentu, di mana alam bawah sadar mereka memiliki kecenderungan untuk membangkitkan kejayaan lembaga yang pernah membentuknya," ujarnya menambahkan.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto merupakan sosok yang dibesarkan dalam lingkungan TNI, sebuah institusi yang memiliki peran besar di era Orde Baru melalui konsep Dwi Fungsi ABRI. 

"Dengan kewenangan yang dimilikinya saat ini, sangat mungkin Prabowo memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali imajinasi kejayaan TNI pada masa lalu," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam analisis pandangan masyarakat sipil, terdapat fenomena yang disebut “Retrotrend” atau “Nostalgic Revival”, yaitu pengulangan tren masa lampau yang kembali populer.

Konsep ini, sambungnya, tampak relevan dengan pembahasan revisi UU TNI, yang salah satu isu krusialnya adalah memungkinkan TNI kembali menduduki jabatan sipil sebuah praktik yang pernah diterapkan pada masa Orde Baru.

“Dengan disahkannya RUU TNI ini, maka pemerintah sedang mengadopsi konsep revivalism, yang berarti menghidupkan kembali gaya lama," kata Supriatna. 

Akan tetapi, lanjut dia, yang dihidupkan kembali adalah konsep dari era 1970-an hingga akhir 1990-an. Begitu pula dalam konteks politik dan pemerintahan, Prabowo tampak ingin membangkitkan kembali kejayaan TNI dalam panggung sipil.

Supriatna juga menekankan, kebangkitan konsep masa lalu ini memiliki manfaat dan madaratnya. Manfaatnya, menghubungkan emosi masyarakat dengan kenangan masa lalu dan membangkitkan kebanggaan terhadap TNI di kalangan loyalisnya.

Adapun madaratnya adalah ambiguitas interpretasi. Kenangan emosional terhadap masa lalu bersifat subjektif; bagi satu kelompok, hal ini bisa membangkitkan kebanggaan, tetapi bagi kelompok lain, bisa dianggap sebagai kemunduran demokrasi. 

"Potensi penyalahartian pesan. Tafsiran terhadap RUU ini bisa berbeda antara rakyat dan pemerintah, sehingga dapat menimbulkan ketegangan sosial," ujar Supriatna.(add)

Berita Terbaru

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang6 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional26 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline30 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional43 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang47 menit lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang51 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu