Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Wacana Vasektomi sebagai Syarat Bansos Kadinkes Subang: Secara Ilmu Medis Bagus Kebijakan Perlu Syarat

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|14:13 WIB
Bagikan:
Wacana Vasektomi sebagai Syarat Bansos Kadinkes Subang: Secara Ilmu Medis Bagus Kebijakan Perlu Syarat
Kadinkes Subang, dr. Maxi sebut vasektomi sebagai syarat mendapatkan bansis perlu kajian. CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKPRES.

SUBANG-Wacana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengusulkan vasektomi sebagai salah satu syarat penerima bantuan sosial (bansos) menuai beragam tanggapan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, menyatakan bahwa kebijakan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

“Kebijakan ini menurut saya bagus, tapi harus dilihat dari berbagai aspek. Masyarakat kecil itu beragam, dari yang tua sampai yang muda, dan tidak semuanya bisa dipukul rata. Ada yang miskin, ada yang belum menikah, ada yang belum memiliki anak, dan sebagainya,” ujar dr. Maxi.

Menurutnya, vasektomi sebaiknya hanya diperuntukkan bagi pria yang telah memiliki minimal dua anak dan sudah tidak berencana untuk menambah keturunan. 

“Misalnya istrinya sudah steril atau keduanya memang sudah sepakat tidak ingin punya anak lagi. Pemerintah tidak bisa memaksa. Jadi tidak serta merta menjadi syarat wajib,” tambahnya.

dr. Maxi juga menekankan bahwa dari sisi medis, vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling efektif dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. 

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur ini secara benar.

“Secara teori, vasektomi tidak memiliki dampak negatif terhadap fungsi seksual pria. Justru sebagian laporan menyebutkan bahwa kualitas hubungan bisa lebih baik karena tidak ada lagi kekhawatiran soal kehamilan,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa edukasi dan sosialisasi terkait vasektomi perlu diperkuat sebelum kebijakan ini diimplementasikan lebih luas. 

“Jangan sampai kebijakan baik ini justru disalahartikan atau menimbulkan resistensi karena kurangnya pemahaman,” pungkasnya. (cdp)

Berita Terbaru

Diskon Tiket Libur Nataru 2026/2027 Segera Berlaku, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Diskon Tiket Libur Nataru 2026/2027 Segera Berlaku, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Nasional28 menit lalu
5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

Lifestyle46 menit lalu
Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Nasional48 menit lalu
BEM UI Turun ke Jalan Hari Ini, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

BEM UI Turun ke Jalan Hari Ini, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

Opini1 jam lalu
Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Nasional1 jam lalu
Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Olahraga2 jam lalu
Warga Malaysia Boikot Produk Indonesia Imbas Kabut Asap Karhutla

Warga Malaysia Boikot Produk Indonesia Imbas Kabut Asap Karhutla

Nasional2 jam lalu
Korupsi Pemkab Bogor Diselidiki KPK, Jaro Ade Dijadwalkan Diperiksa 29 Oktober

Korupsi Pemkab Bogor Diselidiki KPK, Jaro Ade Dijadwalkan Diperiksa 29 Oktober

Jawa Barat2 jam lalu
Polemik Takedown 4 Jam Komdigi, DPR Ingatkan Pentingnya Kebebasan Berekspresi

Polemik Takedown 4 Jam Komdigi, DPR Ingatkan Pentingnya Kebebasan Berekspresi

Nasional2 jam lalu