6 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Puasa, Tubuh Tetap Segar Seharian

PASUNDANEKSPRES.ID - Simak cara mencegah dehidrasi saat puasa. Kita tahu bahwa air merupakan komponen penting untuk tubuh karena perannya dalam menjaga suhu, fungsi organ, hingga konsentrasi.
Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam, alhasil risiko dehidrasi meningkat.
Kondisi ini terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan masuk. Efeknya bisa berupa rasa lemas, pusing, sulit fokus, bahkan menurunnya produktivitas hariah.
Nah, biar puasa kamu tetap lancar, ada beberapa cara untuk mencegah dehidrasi selama menjalankan ibadah puasa.
Cara Mencegah Dehidrasi Saat Puasa
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah dehidrasi selama puasa.
1. Pilih Makanan dengan Kandungan Air Tinggi
Salah satu cara menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya air saat sahur maupun berbuka.
Buah seperti semangka, melon, jeruk, dan stroberi mengandung banyak cairan alami. Begitu pula sayuran seperti timun, selada, tomat, dan bayam yang membantu memenuhi kebutuhan air sekaligus memberi serat bagi tubuh.
Makanan berair tidak hanya membantu hidrasi, tetapi juga membuat perut terasa kenyang lebih lama tanpa terasa berat.
2. Batasi Aktivitas Fisik yang Terlalu Berat
Saat berpuasa, tubuh tidak memiliki cadangan cairan yang bisa segera diganti. Aktivitas fisik berat berpotensi mempercepat kehilangan cairan melalui keringat.
Karena itu, sebaiknya pilih aktivitas ringan dan hindari pekerjaan yang terlalu menguras tenaga, terutama di bawah terik matahari.
Jika ingin berolahraga, lakukan menjelang berbuka agar cairan tubuh bisa segera diganti setelahnya.
3. Kurangi Makanan Asin saat Sahur
Makanan tinggi garam dapat membuat tubuh lebih cepat merasa haus. Kandungan natrium berlebih memengaruhi keseimbangan cairan sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak air.
Agar puasa terasa lebih nyaman, sebaiknya pilih menu sahur yang tidak terlalu asin dan lebih banyak mengandung sayur, protein, serta karbohidrat kompleks.
4. Penuhi Kebutuhan Air Minimal Dua Liter per Hari
Walaupun waktu minum terbatas, kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi. Target umum yang disarankan adalah sekitar delapan gelas air putih per hari atau setara dua liter.
Agar lebih mudah, gunakan botol minum berukuran 500 ml dan isi ulang beberapa kali. Kamu juga bisa memanfaatkan alarm ponsel sebagai pengingat minum air setelah berbuka, setelah tarawih, dan sebelum tidur.
5. Hindari Minuman Berkafein dan Terlalu Manis
Kopi, teh berkafein, dan minuman bersoda bersifat diuretik, artinya dapat meningkatkan pengeluaran cairan dari tubuh. Sementara minuman dengan gula tinggi bisa membuat rasa haus datang lebih cepat.
Sebagai gantinya, air putih tetap menjadi pilihan terbaik. Jika ingin variasi, pilih infused water atau jus buah tanpa tambahan gula berlebih.
6. Atur Pola Minum yang Terjadwal
Mengatur waktu minum sama pentingnya dengan jumlah cairan yang dikonsumsi. Salah satu pola yang bisa diterapkan adalah:
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas sepanjang malam
- 2 gelas saat sahur
Atau pola lain yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Dengan jadwal minum yang teratur, tubuh memiliki kesempatan menyerap cairan secara optimal sebelum kembali berpuasa.
Nah, itulah cara mencegah dehidrasi saat puasa yang sebenarnya tidak sulit dilakukan, asalkan kamu bisa jaga pola makan dan minum diatur dengan baik.
(ipa)
