AMD dan Nvidia Tunda Peluncuran GPU Terbaru hingga 2027

PASUNDANEKSPRES.ID - Kondisi pasar PC dan kartu grafis global semakin berada di bawah tekanan akibat krisis pasokan memori.
Lonjakan kebutuhan dari perusahaan berbasis AI serta masifnya pembangunan data center membuat kapasitas produksi DRAM, NAND, hingga HBM dilaporkan telah habis dipesan sejak jauh hari.
Imbasnya tidak hanya dirasakan pada pasar RAM dan SSD, tetapi juga merambat ke sektor kartu grafis. Pasalnya, memori GDDR yang digunakan GPU berbagi jalur produksi dengan jenis DRAM lainnya. Hal ini dikutip PASUNDANEKSPRES dari Techspot, Rabu (14/1/2026).
Situasi tersebut diyakini menjadi salah satu penyebab utama tertundanya peluncuran GPU generasi terbaru. Nvidia RTX 6000, yang disebut-sebut sebagai penerus RTX 5000, kini dirumorkan baru akan meluncur pada paruh kedua tahun 2027.
Apabila kabar ini benar, maka jarak waktu antar generasi GPU Nvidia akan mencapai sekitar 30 bulan, menjadikannya yang terpanjang dalam era modern industri kartu grafis.
Pada umumnya, Nvidia mengisi celah antar generasi dengan merilis varian RTX Super. Namun, krisis memori saat ini membuat rencana tersebut ikut terganggu.
Seri RTX 5000 Super dikabarkan mengalami penundaan tanpa kejelasan jadwal, dipicu oleh tingginya biaya memori serta minimnya tekanan kompetisi di pasar. Sementara itu, AMD juga diperkirakan belum akan menghadirkan GPU konsumen terbaru hingga 2027.
Rumor terbaru datang dari leaker kawakan Kepler_L2 yang mengungkap bahwa AMD justru berencana meluncurkan GPU konsumen berbasis RDNA 5 setelah Nvidia merilis RTX 6000, yakni pada paruh kedua 2027.
Menurut sumber tersebut, strategi ini berkaitan dengan margin keuntungan Nvidia yang sangat besar, sehingga perusahaan tersebut dinilai memiliki fleksibilitas tinggi untuk menyesuaikan harga guna menekan produk pesaing.
RDNA 5 sendiri dirumorkan akan diproduksi menggunakan proses fabrikasi TSMC N3P, yang berpotensi menghadirkan peningkatan signifikan dalam hal efisiensi dan performa dibandingkan RDNA 4.
GPU flagship RDNA 5 disebut akan memiliki ukuran die yang jauh lebih besar, dengan konfigurasi hingga 96 compute unit atau setara dengan 12.288 core.
Tak hanya itu, AMD juga dikabarkan tengah menyiapkan fitur hardware baru untuk meningkatkan performa ray tracing serta rendering berbasis kecerdasan buatan.
Bahkan, muncul spekulasi bahwa AMD kali ini akan kembali mencoba bersaing di segmen kelas atas, termasuk berhadapan langsung dengan GPU flagship Nvidia seperti RTX 6090.
Jika seluruh rumor tersebut terbukti akurat, maka pasar GPU konsumen tampaknya masih harus bersabar cukup lama untuk menyaksikan persaingan generasi terbaru, di tengah krisis memori yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
(dbm)
