AMD Pamer OpenClaw, AI Lokal Berjalan di PC Ryzen dan Radeon

AMD baru saja memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menjalankan kecerdasan buatan lewat kehadiran framework OpenClaw, yang memungkinkan AI agent berjalan langsung di komputer pengguna tanpa harus bergantung pada layanan cloud.
Langkah ini menjadi bagian dari inisiatif Agent Computer milik AMD, yang mendorong agar proses komputasi AI dilakukan secara lokal di perangkat pribadi. Informasi ini dikutip Pasundan Ekspres dari Techspot, Selasa (17/3/2026).
Melalui konsep tersebut, AMD membayangkan sebuah masa depan di mana asisten AI dapat terus aktif di PC pengguna dengan ketergantungan yang sangat minim terhadap data center.
Pendekatan ini dianggap membawa sejumlah keuntungan, mulai dari peningkatan privasi data, kontrol komputasi yang lebih besar, hingga mengurangi kebutuhan berlangganan layanan berbasis cloud.
Dari sisi teknis, OpenClaw dapat dijalankan di sistem operasi Microsoft Windows dengan memanfaatkan Windows Subsystem for Linux (WSL2).
Untuk proses inferensi model AI, sistem ini menggunakan LM Studio dengan backend llama.cpp, sehingga pemrosesan dapat dilakukan langsung di perangkat pengguna.
Konfigurasi tersebut memungkinkan pengguna untuk menjalankan model bahasa besar seperti Qwen 3.5 35B A3B secara langsung di komputer mereka tanpa perlu bergantung pada server eksternal.
Selain itu, framework ini juga menghadirkan sistem memori lokal bernama Memory.md, yang berfungsi menyimpan konteks percakapan berbasis embedding tanpa perlu sinkronisasi ke cloud.
AMD sendiri menawarkan dua opsi konfigurasi perangkat keras untuk menjalankan OpenClaw. Konfigurasi pertama, RyzenClaw, mengandalkan prosesor AMD Ryzen AI Max+ 395 dengan memori terpadu sebesar 128GB. AMD merekomendasikan agar sekitar 96GB memori dialokasikan untuk kebutuhan grafis demi memastikan proses inferensi model berjalan optimal.
Dengan konfigurasi tersebut, model Qwen 3.5 mampu menghasilkan sekitar 45 token per detik, serta memproses input sebanyak 10.000 token dalam waktu sekitar 19,5 detik.
Sistem ini juga mendukung jendela konteks hingga 260.000 token, serta mampu menjalankan hingga enam AI agent secara bersamaan dalam satu waktu.
Sementara itu, konfigurasi kedua yang disebut RadeonClaw mengalihkan beban komputasi ke GPU workstation AMD Radeon AI PRO R9700 dengan kapasitas 32GB VRAM.
Dari sisi performa, konfigurasi ini mampu mencapai sekitar 120 token per detik, dengan waktu pemrosesan 10.000 token yang hanya membutuhkan sekitar 4,4 detik.
Namun, jendela konteks yang tersedia lebih kecil, yakni sekitar 190.000 token, dan hanya dapat menjalankan dua AI agent secara simultan.
AMD mengakui bahwa OpenClaw saat ini masih lebih ditujukan bagi pengembang dan early adopter yang ingin bereksperimen dengan AI agent berbasis lokal.
Untuk harganya, PC berbasis Ryzen AI Max+ dengan RAM 128GB diperkirakan mulai dari USD 2.700 atau sekitar Rp 44 juta. Sementara itu, GPU Radeon AI PRO R9700 dibanderol sekitar USD 1.299 atau setara Rp 21 juta.
