Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Amerika Mencurigai DeepSeek Menjiplak ChatGPT

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|17:00 WIB
Bagikan:
Amerika Mencurigai DeepSeek Menjiplak ChatGPT
DeepSeek dicurigai jiplak ChatGPT. (Foto: Business Standard)

PasundanEkspres - Kemunculan DeepSeek dengan produk AI-nya yang mampu menyaingi bahkan melampaui para pesaing dari Amerika Serikat telah memicu kecurigaan di Negeri Paman Sam. Bahkan, muncul dugaan bahwa DeepSeek menjiplak teknologi ChatGPT.

David Sacks, penasihat AI untuk Presiden Donald Trump, mengungkapkan kecurigaan tersebut meskipun tidak menyertakan bukti konkret. Di sisi lain, hal ini tampaknya mencerminkan kepanikan AS terhadap kemunculan DeepSeek.

"Ada bukti yang cukup kuat bahwa DeepSeek telah 'menyuling' pengetahuan dari model OpenAI. Dan saya rasa OpenAI tidak akan senang dengan hal ini," ujarnya, dikutip Pasundan Ekspres dari Associated Press, Kamis (30/1/2025).

Dalam wawancara dengan Financial Times, OpenAI menyatakan telah menemukan indikasi bahwa DeepSeek menggunakan metode 'distilasi', sebuah teknik yang sering digunakan oleh pengembang untuk melatih AI dengan data dari model yang lebih besar dan lebih canggih.

"Kami mengetahui bahwa perusahaan-perusahaan berbasis di China dan negara lainnya terus berusaha meniru model AI yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka di AS," ujar OpenAI dalam pernyataan resminya, tanpa menyebut nama perusahaan tertentu.

Namun, OpenAI sendiri juga bukan tanpa cela. Mereka telah dituduh melanggar hak cipta dengan melatih AI menggunakan konten dari media, penulis buku, dan berbagai sumber lainnya. OpenAI bahkan telah menghadapi gugatan hukum atas dugaan pelanggaran tersebut. "Melatih ChatGPT dengan konten dari Forbes atau New York Times juga merupakan pelanggaran," kata Lutz Finger, seorang investor di bidang teknologi.

Finger, yang pernah bekerja di Google dan LinkedIn, menambahkan bahwa meskipun DeepSeek mungkin menggunakan teknik tertentu untuk mengambil data dari OpenAI, membuktikan hal tersebut akan sangat sulit karena metode tersebut dapat dengan mudah disamarkan agar tidak terdeteksi.

Selain itu, beberapa pihak di AS juga mempertanyakan klaim DeepSeek yang menyatakan bahwa model AI mereka dikembangkan hanya dengan biaya USD 6 juta. Sebagai perbandingan, OpenAI menghabiskan hingga USD 100 juta untuk melatih GPT-4.

"Masih menjadi pertanyaan apakah klaim DeepSeek itu benar. Komunitas AI akan menyelidikinya. Mungkin saja mereka benar-benar melatih model mereka hanya dengan USD 6 juta. Namun, bisa juga itu hanyalah biaya untuk menyempurnakannya," kata Pedro Domingos, profesor emeritus Ilmu Komputer di University of Washington.

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Jawa Barat48 menit lalu
Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Headline2 jam lalu
Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Lifestyle2 jam lalu
Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle4 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline15 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle16 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang17 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional18 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional19 jam lalu