Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apa yang Terjadi Jika Kredit Kamu Bermasalah? Penyebab Dan Cara Mengatasinya

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|15:02 WIB
Bagikan:
Apa yang Terjadi Jika Kredit Kamu Bermasalah? Penyebab Dan Cara Mengatasinya
Apa yang Terjadi Jika Kredit Kamu Bermasalah? Penyebab Dan Cara Mengatasinya

PASUNDAN EKSPRES.ID – Kredit bermasalah atau yang dikenal dengan istilah Non-Performing Loan (NPL) masih menjadi salah satu isu utama di industri perbankan Indonesia memasuki tahun 2026.

Hingga 6 April 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kredit bermasalah industri perbankan nasional berada di level 2,78%, naik tipis dibandingkan akhir tahun 2025 yang sebesar 2,65%.

Menurut definisi OJK dalam Peraturan OJK Nomor 40/POJK.03/2019 yang masih berlaku, kredit bermasalah adalah kredit yang memiliki kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga, sehingga dikategorikan sebagai kredit yang berisiko tinggi atau macet. Kredit ini biasanya diklasifikasikan dalam 5 kategori kolektibilitas Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet.

Penyebab Utama Kredit Bermasalah

Berdasarkan laporan OJK dan Bank Indonesia per 6 April 2026, beberapa faktor utama yang menyebabkan kredit bermasalah meliputi:

1. Faktor Ekonomi Makro 

   Perlambatan pertumbuhan ekonomi, inflasi yang tinggi, dan kenaikan suku bunga acuan BI Rate membuat debitur kesulitan membayar cicilan. Sektor UMKM dan rumah tangga paling rentan terdampak.

2. Manajemen Risiko Bank yang Lemah

   Beberapa bank masih kurang ketat dalam melakukan analisis kredit (credit scoring) dan monitoring pasca-pencairan.

3. Faktor Debitur  

   - Penggunaan dana kredit tidak sesuai peruntukannya (diverted fund).  

   - Penurunan pendapatan usaha akibat persaingan ketat atau perubahan teknologi.  

   - Masalah pribadi seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau perceraian.

4. Faktor Eksternal 

   Bencana alam, pandemi, atau perubahan regulasi yang mendadak juga sering menjadi pemicu kredit bermasalah.

Cara Mengatasi Kredit Bermasalah

OJK dan perbankan memiliki beberapa strategi utama untuk menangani kredit bermasalah di tahun 2026:

- Restrukturisasi Kredit

  Debitur dapat mengajukan restrukturisasi berupa perpanjangan jangka waktu, penurunan suku bunga, atau grace period (penundaan pembayaran pokok).

OJK masih memperpanjang kebijakan restrukturisasi hingga akhir 2026 untuk sektor tertentu.

- Komunikasi Aktif

  Segera hubungi bank sebelum kredit masuk kategori macet. Semakin dini dilaporkan, semakin besar peluang mendapat keringanan.

- Penjualan Aset  

  Menjual aset yang tidak produktif untuk melunasi sebagian kredit.

Pencegahan Kredit Bermasalah

OJK terus mendorong perbankan untuk memperkuat prinsip kehati-hatian (prudential banking). Beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan:

- Penilaian kredit yang lebih ketat dan berbasis data.

- Edukasi keuangan kepada debitur.

- Diversifikasi portofolio kredit agar tidak terkonsentrasi di satu sektor saja.

- Penggunaan teknologi fintech untuk monitoring real-time.

Bagi kamu yang sedang mengalami kesulitan membayar kredit, OJK menyediakan layanan pengaduan melalui website ojk.go.id atau nomor WhatsApp 157.

Debitur juga dapat menghubungi bank langsung untuk mencari solusi terbaik sebelum kredit jatuh ke kategori macet.

Kredit bermasalah bukan hanya masalah perbankan, tetapi juga berdampak pada stabilitas sistem keuangan dan perekonomian nasional.

Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab dan cara mengatasinya, diharapkan angka NPL dapat ditekan dan sektor perbankan Indonesia tetap sehat di tahun 2026.

Berita Terbaru

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang10 menit lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang15 menit lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang15 menit lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang23 menit lalu
ADVERTISEMENT
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang25 menit lalu
Polres Purwakarta Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi, Berhasil Amankan 1.110 Liter

Polres Purwakarta Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi, Berhasil Amankan 1.110 Liter

Purwakarta33 menit lalu
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Sekda Purwakarta Fokus Perkuat Tata Kelola RSUD Bayu Asih

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Sekda Purwakarta Fokus Perkuat Tata Kelola RSUD Bayu Asih

Purwakarta34 menit lalu
Disdik Purwakarta Pastikan Kebijakan Pendidikan Berdampak bagi Peserta Didik

Disdik Purwakarta Pastikan Kebijakan Pendidikan Berdampak bagi Peserta Didik

Purwakarta42 menit lalu
Banyak Dapur Tak Penuhi Standar dan Pengadaan Tidak Masuk Akal, BGN Sisir Dana Rp414 M dari Rekening Virtual

Banyak Dapur Tak Penuhi Standar dan Pengadaan Tidak Masuk Akal, BGN Sisir Dana Rp414 M dari Rekening Virtual

Nasional49 menit lalu
Evaluasi 100 Hari Kepala BGN: Ungkap Dugaan Korupsi, Ratusan Yayasan Perantara Potong Biaya Produksi

Evaluasi 100 Hari Kepala BGN: Ungkap Dugaan Korupsi, Ratusan Yayasan Perantara Potong Biaya Produksi

Nasional57 menit lalu