Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bahaya Standar FYP di TikTok Bikin Hidup Terjebak?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|21:08 WIB
Bagikan:
Bahaya Standar FYP di TikTok Bikin Hidup Terjebak?
Bahaya Standar FYP di TikTok Bikin Hidup Terjebak?

PASUNDAN EKSPRES- Kalian sadar nggak sih, makin ke sini makin banyak orang yang hidupnya dikendalikan oleh media sosial, terutama TikTok?

Coba deh bayangin, berapa kali kalian ngerasa terpengaruh sama standar yang ada di FYP TikTok?

Gue sendiri pernah ngerasa kayak gitu, terutama soal hubungan dan fashion.

Gue jadi ngebandingin cewek gue sama yang ada di FYP, terus ngerasa minder karena nggak bisa beli barang-barang branded.

Ini masalah yang banyak dirasain sama orang-orang di Indonesia sekarang, sampai muncul istilah "disetir FYP."

Jadi, sebenarnya apa sih yang bikin orang bisa disetir FYP? Ternyata, ada penjelasan ilmiahnya, loh!

Teori "Social Comparison" dari psikolog Leon Festinger menjelaskan kalau manusia emang cenderung membandingkan diri dengan orang lain.

Dulu, sebelum ada media sosial, kita cuma ngebandingin diri sama orang-orang di sekitar, kayak teman atau tetangga.

Tapi sekarang, gara-gara media sosial, kita jadi ngebandingin diri sama ratusan, bahkan ribuan orang yang mungkin nggak kita kenal sama sekali.

Lebih parahnya lagi, ada teori "Highlight Reel Effect" yang bilang kalau yang di-upload di media sosial itu hampir pasti cuma momen-momen terbaik seseorang.

Jadi, kita ngerasa orang lain hidupnya sempurna, padahal belum tentu. Inilah yang bikin kita punya standar hidup yang nggak realistis dan berlebihan.

Misalnya, ada yang punya ekspektasi tinggi terhadap pasangan, tapi lupa sama realita diri sendiri.

Punya standar tinggi emang nggak salah, tapi kalau cuma berharap tanpa usaha, itu namanya "mental benalu" alias pengen enaknya doang.

Akhirnya, malah bikin diri sendiri depresi karena nggak pernah merasa cukup.

Nggak cuma itu, ada juga yang namanya "Fear of Missing Out" (FOMO), yang bikin kita nggak mau ketinggalan tren.

Jadi, makin banyak deh standar hidup yang nggak realistis gara-gara sering lihat postingan orang lain di media sosial.

Dan ini yang bikin depresi makin marak, karena kita jadi sering ngerasa nggak bahagia atau kurang puas sama hidup sendiri.

Kalian pernah ngerasa kayak gitu? Atau mungkin tanpa sadar, gara-gara media sosial, kalian jadi susah bahagia belakangan ini?

Coba deh, bandingin hidup kalian sebelum dan sesudah ada media sosial.

Menurut data World Happiness Report tahun 2019, kebahagiaan orang-orang di seluruh dunia turun gara-gara media sosial.

Bahkan, sebuah studi dari American Journal of Epidemiology tahun 2017 bilang kalau penggunaan media sosial yang berlebihan bisa bikin kesehatan mental menurun.

Jadi, kalau kalian ngerasa hidup belakangan ini kayak hampa dan sering sedih, coba cek deh, berapa lama waktu yang kalian habiskan di media sosial setiap harinya.

Siapa tahu, itu yang bikin kalian jadi nggak bahagia. Hati-hati ya, jangan sampai hidup kalian jadi dikendalikan sama FYP!

Berita Terbaru

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional10 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline32 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang50 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang2 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional2 jam lalu