Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh yang Harus Kamu Tahu

P
Paramitha AuliaEditor: Dobi Maulana
|14:04 WIB
Bagikan:
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh yang Harus Kamu Tahu
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh yang Harus Kamu Tahu (Image From: Pexels/Lawrence Biñas)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia perbedaan Imlek dan Cap Go Meh. Imlek dan Cap Go Meh kerap dianggap sebagai satu perayaan yang sama dalam budaya Tionghoa.

Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, baik dari segi waktu, makna, hingga tradisi yang dijalankan. Meski saling berkaitan, Imlek dan Cap Go Meh menempati peran masing-masing dalam rangkaian Tahun Baru Cina.

Imlek dan Cap Go Meh memang saling berkaitan, tetapi posisinya berbeda dalam rangkaian Tahun Baru Cina.

Kalau Imlek menandai awal tahun baru, maka Cap Go Meh justru hadir sebagai penutup perayaan. Ibarat sebuah cerita, Imlek adalah halaman pertama, sedangkan Cap Go Meh menjadi penutupnya. Simak beberapa perbedaan utama antara Imlek dan Cap Go Meh.

Perbedaan Imlek dan Cap Go Meh

Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara Imlek dan Cap Go Meh.

Soal Waktu, Sudah Jelas Berbeda

Perbedaan paling mudah dikenali ada pada waktunya. Imlek dirayakan tepat pada hari pertama bulan pertama dalam kalender Tionghoa. Inilah momen dimulainya tahun baru dan titik awal berbagai harapan.

Cap Go Meh datang dua minggu kemudian, tepat di hari ke-15 bulan yang sama. Perayaan ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Imlek.

Makna di Balik Perayaannya

Imlek sarat dengan makna awal baru. Momen ini biasanya dimanfaatkan untuk introspeksi, memperbaiki hubungan keluarga, dan menyambut tahun dengan harapan keberuntungan serta kesejahteraan.

Sementara Cap Go Meh punya makna yang lebih ke arah penyempurnaan. Perayaan ini bertepatan dengan munculnya bulan purnama pertama di tahun baru, yang melambangkan keutuhan, keseimbangan, dan penutup yang sempurna.

Nama yang Berbeda, Makna yang Berbeda Pula

Dalam bahasa Mandarin, Imlek dikenal sebagai Chunjie atau Festival Musim Semi. Nama ini menggambarkan dimulainya siklus kehidupan yang baru.

Cap Go Meh memiliki sebutan Yuanxiao Jie, yang lebih dikenal sebagai Festival Lampion. Di beberapa tradisi, perayaan ini juga disebut Shangyuan Jie, yang menandai hari penting dalam penanggalan lunar.

Tradisi yang Dijalani

Imlek identik dengan kegiatan yang bersifat keluarga dan spiritual. Sembahyang leluhur, makan malam bersama, berbagi angpao, hingga menghias rumah dengan warna merah menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Berbeda dengan itu, Cap Go Meh lebih menonjolkan perayaan terbuka. Lampion, barongsai, pawai budaya, hingga festival rakyat menjadi daya tarik utama yang bisa dinikmati banyak orang.

Nuansa Perayaan yang Terasa Berbeda

Suasana Imlek biasanya hangat dan cenderung privat. Keluarga menjadi pusat perayaan, dengan kebersamaan sebagai nilai utamanya.

Cap Go Meh justru tampil lebih meriah dan ramai. Jalanan dipenuhi arak-arakan, pertunjukan seni, dan berbagai atraksi budaya yang menjadikan perayaan ini terasa seperti pesta bersama.

Cap Go Meh 2026 Jatuh Kapan?

Mengacu pada ketentuan penanggalan Tionghoa, Cap Go Meh selalu dirayakan pada hari ke-15 setelah Imlek. Jika Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari, maka Cap Go Meh akan diperingati pada:

Selasa, 3 Maret 2026

Nah, itulah beberapa perbedaan Imlek dan Cap Go Meh yang harus kamu tahu.

(ipa)

Berita Terbaru

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang1 jam lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini1 jam lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat3 jam lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline4 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional5 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline6 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga7 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline7 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline7 jam lalu