Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Jangan Sepelekan! Ini Faktor Penyebab Campak yang Membuat Penularan Semakin Meluas

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|13:15 WIB
Bagikan:
Jangan Sepelekan! Ini Faktor Penyebab Campak yang Membuat Penularan Semakin Meluas
Gambar: penyakit campak. (Sumber: Lolostock/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Faktor penyebab campak perlu dipahami karena penyakit ini masih ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Data dari sejumlah laporan kesehatan menunjukkan peningkatan kasus, bahkan beberapa wilayah sudah menetapkan kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbili. Penularannya sangat cepat karena virus dapat berpindah melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Dalam kondisi tertentu, virus juga dapat menempel pada benda di sekitar penderita lalu masuk ke tubuh melalui hidung, mata, atau mulut.

Infeksi campak tidak hanya menimbulkan ruam merah pada kulit. Penyakit ini juga dapat disertai demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah.

Pada kasus tertentu, campak dapat menyebabkan komplikasi seperti radang paru, diare berat, hingga radang otak.

Virus tersebut bahkan dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda selama beberapa waktu sehingga meningkatkan risiko penularan di lingkungan sekitar.

Faktor Penyebab Campak yang Paling sering Terjadi

Berikut beberapa faktor penyebab campak yang sering ditemukan dalam kasus penularan penyakit ini.

1. Belum mendapatkan vaksin campak atau MMR

Faktor penyebab campak yang paling utama adalah belum menerima vaksinasi. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) mampu memberikan perlindungan terhadap virus Morbili yang menjadi penyebab penyakit ini.

Anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap memiliki risiko lebih tinggi tertular karena tubuh belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.

2. Kontak dekat dengan penderita

Virus campak menyebar melalui percikan air liur yang keluar saat penderita batuk atau bersin.

Penularan dapat terjadi ketika seseorang berada di ruangan yang sama atau berinteraksi dalam jarak dekat.

3. Kurangnya kesadaran terhadap gejala awal

Gejala awal campak sering disalahartikan sebagai flu biasa. Demam, batuk, pilek, dan mata merah membuat sebagian orang tidak menyadari bahwa infeksi campak sudah terjadi.

4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Faktor penyebab campak juga berkaitan dengan kondisi daya tahan tubuh. Individu yang memiliki sistem imun rendah lebih mudah terinfeksi virus.

Kelompok yang termasuk rentan antara lain penderita HIV/AIDS, pasien kanker, atau individu yang sedang menjalani terapi yang menekan sistem kekebalan tubuh.

5. Usia bayi yang masih terlalu muda untuk vaksin

Bayi yang berusia di bawah sembilan bulan biasanya belum mendapatkan imunisasi campak.

Sistem kekebalan tubuh pada usia ini masih berkembang sehingga mereka lebih rentan tertular jika berada di lingkungan yang terdapat penderita campak.

6. Tinggal di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah

Wilayah yang tingkat vaksinasi masyarakatnya rendah cenderung lebih mudah mengalami penyebaran campak. Ketika banyak orang tidak memiliki kekebalan terhadap virus, penularan dapat terjadi lebih cepat.

7. Mobilitas masyarakat yang tinggi.

Perjalanan dari daerah yang sedang mengalami wabah dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Virus dapat berpindah antarwilayah melalui individu yang telah terinfeksi.

8. Lingkungan padat dan tertutup

Tempat yang padat seperti sekolah, asrama, atau ruang publik tertutup memudahkan virus menyebar lebih cepat karena banyak orang berada dalam satu ruangan.

9. Kontak dengan benda yang terkontaminasi virus

Virus campak dapat menempel pada permukaan benda di sekitar penderita. Penularan bisa terjadi ketika seseorang menyentuh benda tersebut lalu menyentuh wajah.

10. Tetap beraktivitas saat sakit

Faktor penyebab campak yang kerap diabaikan adalah tetap beraktivitas di tempat umum saat sedang sakit. Kebiasaan ini meningkatkan risiko penularan kepada orang di sekitar.

Kondisi serupa terlihat pada kasus viral TikToker Ruce Nuenda yang tetap bertemu banyak orang dan menjalani aktivitas seperti biasa meski sedang mengalami campak.

11. Kondisi fisik yang menurun akibat stres dan kelelahan

Kelelahan, kurang tidur, atau stres berkepanjangan dapat menurunkan daya tahan tubuh. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah terinfeksi virus ketika terjadi paparan, termasuk virus penyebab campak.

12. Kebiasaan kurang menjaga kebersihan

Perilaku tidak menjaga kebersihan diri juga berperan dalam penyebaran virus. Tidak mencuci tangan setelah bersin, batuk, atau setelah menyentuh benda umum dapat meningkatkan risiko penularan.

Virus campak dapat menempel pada berbagai permukaan benda dan berpindah ketika tangan menyentuh wajah.

13. Kekurangan nutrisi, terutama vitamin A

Kondisi gizi yang kurang dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi campak. Kekurangan vitamin A diketahui berpengaruh terhadap daya tahan tubuh dan dapat memperburuk gejala penyakit.

Anak dengan malnutrisi juga berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi seperti diare berat, pneumonia, hingga gangguan pada penglihatan akibat infeksi campak.

14. Lingkungan keluarga tanpa vaksinasi

Penularan campak dalam rumah tangga bisa terjadi lebih cepat ketika anggota keluarga tidak memiliki riwayat vaksinasi.

Interaksi yang berlangsung setiap hari membuat virus mudah berpindah dari satu orang ke orang lain, terutama jika salah satu anggota keluarga sudah terinfeksi.

Kasus campak yang meningkat di sejumlah daerah menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat.

Berbagai faktor penyebab campak sering terjadi secara bersamaan, terutama rendahnya cakupan imunisasi dan kurangnya kewaspadaan terhadap gejala awal.

*Sumber: Bio Farma – Edukasi kesehatan tentang campak dan penularan virus Morbili:

  • World Health Organization. (2024). Measles fact sheet.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Campak. AyoSehat – Kementerian Kesehatan
    RI.
  • Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Measles (Rubeola): About measles.

(pm)

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle6 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat8 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang8 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang8 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang8 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang8 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang8 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang8 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang8 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang8 jam lalu