Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kenapa Motor Ayam Jago Sudah Mulai di Tinggalkan?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|18:27 WIB
Bagikan:
Kenapa Motor Ayam Jago Sudah Mulai di Tinggalkan?
Kenapa Motor Ayam Jago Sudah Mulai di Tinggalkan? (Sumber Foto Carmudi)

PASUNDAN EKSPRES- Industri otomotif, khususnya dalam segmen motor di Indonesia, selalu mengalami evolusi yang menarik.

Seiring berjalannya waktu, kita menyaksikan perubahan signifikan dari motor bebek menuju tren matic, sport fairing, dan segmen lainnya.

Salah satu segmen yang cukup mencolok adalah segmen "Ayam Jago" atau underbor. Namun, mengapa segmen ini, yang pernah begitu besar, kini mulai meredup?

Era Bebek dan Matic

Dekade tahun 90-an hingga awal 2000-an dikenal sebagai masa keemasan motor bebek di Indonesia.

Produsen utama seperti Yamaha, Honda, dan Suzuki bersaing memproduksi motor bebek terbaik, baik yang menggunakan mesin dua tak maupun empat tak.

Namun, perubahan signifikan terjadi pada tahun 2004 dengan kemunculan Yamaha Mio, yang menggantikan dominasi motor bebek dengan tren matic. Sekarang, segmen motor bebek hampir punah, sedangkan matic mendominasi.

Kemunculan Ayam Jago

Sebelum matic dan fairing 150 cc, ada segmen "Ayam Jago" atau underbor yang muncul pada tahun 1980-an.

Meski sudah ada sejak lama, segmen ini tidak begitu populer hingga Suzuki berhasil membuat terobosan pada tahun 2004 dengan Suzuki Satria.

Suzuki mendominasi segmen ini, namun, seiring waktu, ayam jago mulai kehilangan pesona dan ditinggalkan oleh konsumen.

Penurunan Popularitas

Penurunan popularitas segmen ayam jago bisa dijelaskan dengan beberapa faktor. Pertama, pergeseran preferensi konsumen menuju matic dan sport fairing 150 cc.

Kopling pada motor ayam jago dianggap kurang praktis, dan postur berkendara yang kurang nyaman membuatnya kurang populer bagi mereka yang menggunakan motor secara intensif.

Selain itu, perawatan yang lebih rumit juga menjadi faktor penurunan.

Pencapaian Suzuki dan Honda

Suzuki, sebagai salah satu pemain utama di segmen ayam jago, mengalami penurunan penjualan sejak tahun 2018.

Suzuki Satria F kalah bersaing dengan model lain seperti Suzuki Next2. Hal serupa juga terjadi pada Honda Sonic. Konsumen lebih memilih motor fairing atau matic yang dianggap lebih modern dan praktis.

Perkembangan Teknologi dan Desain

Selain faktor pergeseran preferensi konsumen, segmen ayam jago juga kehilangan daya tariknya karena minimnya perubahan signifikan dalam desain dan teknologi.

Jika dibandingkan dengan perkembangan matic dan fairing 150 cc selama dua dekade terakhir, motor ayam jago terlihat monoton dan kurang berkembang.

Meskipun segmen ayam jago kini mungkin mulai meredup, kita tidak bisa mengabaikan peran pentingnya dalam sejarah otomotif Indonesia.

Segmen ini telah memberikan warna tersendiri sebelum ditinggalkan oleh perkembangan tren pasar.

Sejalan dengan evolusi industri, kita dapat menyaksikan bagaimana preferensi konsumen dan perkembangan teknologi terus membentuk wajah industri otomotif di Indonesia.

Berita Terbaru

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang5 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional25 menit lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline29 menit lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional42 menit lalu
ADVERTISEMENT
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang46 menit lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang50 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline1 jam lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu