Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Nilai Jual Uang 25 Rupiah Tahun 1959: Harta Sejarah yang paling Dicari Kolektor

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|15:00 WIB
Bagikan:
Nilai Jual Uang 25 Rupiah Tahun 1959: Harta Sejarah yang paling Dicari Kolektor
Nilai Jual Uang 25 Rupiah Tahun 1959: Harta Sejarah yang paling Dicari Kolektor (Image From: Carousell/@paperbagexpert)

PASUNDAN EKSPRES - Bagi para kolektor uang kuno, uang kertas 25 rupiah tahun 1959 tentu bukan sekadar alat tukar semata.

Lembaran uang ini memiliki nilai historis tinggi yang menyimpan kisah panjang perjalanan ekonomi Indonesia, khususnya pada masa awal kemerdekaan.

Meski nominalnya kecil, nilai sentimental dan kolektibilitasnya bisa sangat besar, terutama jika kondisi uang masih bagus.

Sekilas Sejarah: Awal Mula Uang Kertas di Nusantara

Perjalanan uang kertas di Nusantara dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dokumen tertulis menyebutkan bahwa uang kertas pertama kali hadir lewat surat kredit "Rijksdaalder" yang diperkenalkan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda antara tahun 1783 hingga 1811.

Kemudian pada tahun 1815, lahirlah uang kertas “Gulden Hindia Belanda,” diikuti oleh “Gulden De Javasche Bank” pada 1827.

Barulah pada era kemerdekaan, Bank Indonesia sebagai bank sentral mulai mencetak uang kertas rupiah secara mandiri, salah satunya adalah uang kertas pecahan 25 rupiah yang diterbitkan pada tahun 1959.

Uang Kertas 25 Rupiah 1959: Desain dan Detail Unik

Uang kertas 25 rupiah keluaran tahun 1959 ini mencerminkan nuansa budaya dan keindahan alam Indonesia melalui desainnya.

Di bagian depan, terlihat gambar burung bangau (kuntul besar) yang sedang berdiri anggun yang merupakan sebuah simbol ketenangan dan keselarasan alam.

Sementara di bagian belakang uang, terdapat gambar bunga seroja yang melambangkan kesucian dan keindahan.

Di bagian watermark-nya (tanda air), kamu bisa menemukan gambar Garuda Pancasila yang menjadi lambang negara.

Tanda tangan di uang ini tercatat atas nama Loekman Hakim dan Sabaroedin, pejabat yang kala itu memegang peran penting di Bank Indonesia.

Uang ini dicetak menggunakan bahan kertas dengan berat 1 gram dan berukuran 120 x 60 mm. Meski terlihat sederhana, detail dan artistik desainnya menjadikannya salah satu uang kuno favorit di kalangan kolektor.

Nilai Jual Uang 25 Rupiah Tahun 1959

Bicara soal harga, tentu nilainya sangat tergantung pada kondisi fisik uang, tahun cetak, dan kelangkaannya. Uang yang masih mulus, tidak sobek, tidak pudar, serta memiliki warna asli yang jelas bisa dihargai cukup tinggi.

Jika kamu memiliki uang 25 rupiah tahun 1959 dalam kondisi hampir seperti baru (uncirculated), harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per lembarnya, tergantung pada permintaan pasar koleksi.

Apalagi, jika uang tersebut memiliki cacat produksi langka, atau merupakan bagian dari cetakan pertama (tahun 1959), maka nilainya bisa melonjak lebih tinggi.

Tips Merawat Uang Kertas Kuno agar Tetap Awet dan Bernilai Tinggi

Bagi kamu yang memiliki atau ingin mengoleksi uang kuno seperti uang kertas 25 rupiah tahun 1959, perawatan menjadi kunci agar nilai jualnya tetap tinggi. Berikut beberapa tips sederhana namun penting yang bisa kamu terapkan.

  • Simpan di Tempat Kering dan Bebas Lembap
  • Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung
  • Gunakan Kain Lembut Saat Membersihkan
  • Gunakan Plastik Khusus Koleksi
  • Jauhkan dari Benda Tajam atau Bahan Kimia

Nah, itulah mengenai nilai jual uang kuno 25 rupiah tahun 1959. Uang kuno ini bukan hanya sekedar alat tukar biasa, tapi juga bagian dari sejarah perjalanan keuangan Indonesia.

Kalau kamu memiliki satu atau beberapa uang ini, anggaplah itu sebagai aset sejarah yang patut dijaga. Semoga artikel ini dapat membantumu. 

(ipa)

Berita Terbaru

Retribusi Parkir di Subang Baru Rp496 Juta, Target 2026 Sebesar Rp1,5 Miliar

Retribusi Parkir di Subang Baru Rp496 Juta, Target 2026 Sebesar Rp1,5 Miliar

Headline8 menit lalu
Pemerintah Wacanakan Gaji ASN Melalui Koperasi dan Dana Pensiun, Ini Catatan Ekonom

Pemerintah Wacanakan Gaji ASN Melalui Koperasi dan Dana Pensiun, Ini Catatan Ekonom

Nasional13 menit lalu
Kebakaran Pasar Andir Garut Hanguskan Sejumlah Kios! Penyebab Masih Diselidiki!

Kebakaran Pasar Andir Garut Hanguskan Sejumlah Kios! Penyebab Masih Diselidiki!

Jawa Barat16 menit lalu
GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang13 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang13 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang13 jam lalu
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang14 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional15 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional16 jam lalu