Perang AS–Iran Meluas: Kapal Perang Ditenggelamkan, Rudal Dihancurkan

PASUNDANEKSPRES.ID - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak yang lebih berbahaya pada Rabu (4/3) waktu setempat setelah dua insiden besar memperluas cakupan perang.
Sebuah kapal selam AS dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, sementara sistem pertahanan udara NATO mencegat rudal balistik Iran yang mengarah ke Turki.
Peristiwa ini menandai peningkatan tajam ketegangan, lima hari setelah Washington dan Israel meluncurkan kampanye militer terhadap Teheran. Ratusan korban dilaporkan jatuh, dan pasar global ikut terguncang.
Dilansir dari Reuters, Komando Pusat AS menyatakan bahwa AS telah menenggelamkan lebih dari 20 kapal Iran dalam operasi maritim terbaru.
Salah satu yang paling terkenal adalah fregat IRIS Dena di lepas pantai Sri Lanka. Ini menjadi aksi kapal selam AS pertama yang menenggelamkan kapal perang sejak Perang Dunia II..
Pejabat Sri Lanka mengatakan 32 awak kapal berhasil diselamatkan, 87 ditemukan tewas, dan sekitar 60 masih hilang dari 180 orang di kapal. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan jika kapal tersebut mengira jika perairan internasional sedang aman.
Sementara itu, pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang diluncurkan ke arah Turki.
Ini menjadi pertama kalinya Turki terseret langsung dalam konflik, meski pejabat AS menyatakan belum ada indikasi bahwa insiden tersebut akan memicu klausul pertahanan kolektif NATO.
Turki sendiri merupakan anggota NATO dengan kekuatan militer terbesar kedua di aliansi tersebut dan berbatasan langsung dengan Iran, sehingga keterlibatannya berpotensi memperluas konflik.
AS dan Israel melanjutkan serangan udara terhadap sasaran militer Iran. Menurut pejabat militer AS, intensitas tembakan balasan Iran menurun, menandakan kemampuan militernya melemah.
Israel mengklaim telah menargetkan kompleks keamanan di Teheran timur, termasuk fasilitas Garda Revolusi dan unit siber.
Di sisi lain, Israel juga kembali menyerang posisi Hezbollah di Lebanon selatan setelah kelompok tersebut meluncurkan drone dan roket ke wilayah Israel.
(ipa)
