Riot Bongkar Celah BIOS Motherboard yang Bisa Dimanfaatkan untuk Cheat Game

PASUNDANEKSPRES.ID - Riot Games mengeluarkan peringatan terkait adanya celah keamanan krusial pada sejumlah motherboard generasi terbaru yang berpotensi dieksploitasi oleh pelaku kecurangan tanpa terdeteksi sistem.
Celah ini dinilai memiliki tingkat risiko tinggi karena mampu menonaktifkan hampir seluruh teknologi pendeteksi cheat berbasis perangkat keras yang saat ini banyak digunakan di industri game.
Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, beberapa produsen motherboard besar, di antaranya ASRock, Asus, Gigabyte, dan MSI, telah meluncurkan pembaruan BIOS guna menutup celah keamanan yang dimaksud.
Riot menjelaskan bahwa apabila permasalahan ini dibiarkan, maka seluruh sistem perlindungan terhadap cheat berbasis DMA (direct memory access) berpotensi menjadi tidak lagi efektif.
"Jika celah ini tidak terdeteksi, maka seluruh teknologi deteksi dan pencegahan DMA yang ada di pasar saat ini--termasuk milik perusahaan game lain--akan sepenuhnya tidak berguna," ujar Riot Games.
Kondisi tersebut terjadi karena jenis cheat ini beroperasi di lapisan sistem dengan tingkat hak akses yang sangat tinggi, sehingga berada di luar jangkauan software anti-cheat konvensional, demikian dikutip Pasundan Ekspres dari The Verge, Senin (22/12/2025).
Celah ini memungkinkan perangkat keras DMA yang terhubung melalui slot PCIe untuk melewati sistem perlindungan IOMMU (input-output memory management unit). Meski secara visual sistem tampak aman, Riot menemukan bahwa IOMMU sebenarnya belum terinisialisasi secara penuh pada fase awal proses booting.
Riot menggambarkan situasi tersebut layaknya petugas keamanan yang terlihat sedang berjaga, namun pada kenyataannya tengah tertidur.
Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh cheater untuk mengakses memori sistem secara langsung tanpa terdeteksi oleh sistem anti-cheat.
Sebagai konsekuensinya, Riot mengonfirmasi bahwa software anti-cheat Vanguard kini dapat meminta pemain untuk melakukan pembaruan BIOS ke versi yang telah mendapatkan patch sebelum dapat memainkan Valorant.
Riot juga memprediksi bahwa pengembang game lain kemungkinan besar akan mengambil langkah serupa dalam waktu dekat.
Meskipun pembaruan BIOS sering dianggap merepotkan oleh sebagian pengguna, Riot menegaskan bahwa langkah ini tidak dapat dihindari. "Pembaruan BIOS mungkin tidak semenarik statistik ban, tetapi ini adalah langkah penting dalam perlombaan senjata melawan cheat berbasis hardware," kata Riot.
Dengan menutup celah pada fase pre-boot, Riot mengklaim telah berhasil menghilangkan satu kelas cheat yang sebelumnya hampir mustahil disentuh, sekaligus meningkatkan biaya serta tingkat kompleksitas bagi para pelaku kecurangan dalam game kompetitif.
(dbm)
