Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Senat AS Tolak Resolusi Pembatasan Aksi Militer Trump terhadap Iran

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|11:45 WIB
Bagikan:
Senat AS Tolak Resolusi Pembatasan Aksi Militer Trump terhadap Iran
Senat AS Tolak Resolusi Pembatasan Aksi Militer Trump terhadap Iran (Image From: Deccan Chron)

PASUNDANEKSPRES.ID - Senat Amerika Serikat memutuskan untuk menolak sebuah upaya yang ingin membatasi aksi militer Presiden Donald Trump terhadap Iran. Keputusan ini diambil melalui pemungutan suara yang berlangsung pada Rabu (4/3) waktu setempat. 

Dilansir dari Reuters, dalam voting tersebut, sebanyak 53 senator menolak melanjutkan pembahasan resolusi, sementara 47 senator mendukung. Hasil ini membuat rencana untuk membatasi kewenangan presiden dalam melakukan aksi militer terhadap Iran gagal dilanjutkan.

Perbedaan pilihan ini sebagian besar mengikuti garis partai. Mayoritas anggota Partai Republik menolak resolusi tersebut, sedangkan sebagian besar Partai Demokrat mendukungnya.

Resolusi itu sebenarnya diajukan untuk menegaskan kembali peran Kongres dalam menentukan keputusan perang. Dalam sistem pemerintahan Amerika Serikat, Konstitusi memberi Kongres kewenangan untuk menyatakan perang.

Para pendukung resolusi menilai bahwa tindakan militer terhadap Iran seharusnya tidak dilakukan tanpa persetujuan dari Kongres. Mereka khawatir keputusan sepihak dapat membawa Amerika Serikat ke konflik yang lebih besar.

Namun, pihak yang menolak resolusi berpendapat bahwa presiden memiliki hak sebagai panglima tertinggi militer untuk mengambil tindakan terbatas demi melindungi kepentingan negara.

Senator Republik dari Idaho, Jim Risch, mengatakan operasi tersebut bukanlah perang jangka panjang.

“Ini bukan perang tanpa akhir, bahkan tidak mendekati itu. Ini akan berakhir sangat cepat,” ujarnya saat menyampaikan pendapat menolak resolusi.

Dari pihak Demokrat, kekhawatiran utama adalah kemungkinan Amerika Serikat kembali terlibat dalam konflik panjang di Timur Tengah.

Mereka mengingat pengalaman sebelumnya ketika Amerika terlibat perang panjang di Irak dan Afghanistan, yang berlangsung selama bertahun-tahun dan menelan banyak biaya serta korban.

Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengatakan para senator dihadapkan pada pilihan penting.

“Berdiri bersama rakyat Amerika yang lelah dengan perang di Timur Tengah, atau berpihak kepada Donald Trump yang membawa Amerika ke dalam perang lain,” katanya.

Menurutnya, mereka harus memilih antara mengikuti keinginan masyarakat Amerika yang sudah lelah dengan perang di Timur Tengah atau mendukung kebijakan militer Presiden Trump.

Senator Demokrat Tim Kaine, yang menjadi salah satu pengusul utama resolusi, bahkan menyebut situasi tersebut sebagai perang.

Ia juga menilai pemerintah telah meningkatkan aksi militer tanpa meminta persetujuan Kongres.

Sejak awal, resolusi tersebut memang diperkirakan sulit untuk lolos. Saat ini Partai Republik memegang mayoritas tipis di Senat maupun di Dewan Perwakilan Rakyat.

Dengan posisi tersebut, mereka beberapa kali berhasil menggagalkan upaya yang bertujuan membatasi kewenangan presiden dalam menggunakan kekuatan militer.

Ketua DPR dari Partai Republik, Mike Johnson, juga menyatakan bahwa resolusi serupa yang akan dibahas di DPR kemungkinan besar tidak akan disetujui.

Ia berpendapat bahwa membatasi kewenangan presiden saat konflik sedang berlangsung bisa membahayakan pasukan Amerika dan memberi keuntungan bagi pihak lawan.

(ipa)

Berita Terbaru

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang5 menit lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang9 menit lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang34 menit lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional34 menit lalu
ADVERTISEMENT
Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Baru Pengambilan Nomor Urut Sudah Ricuh, DPRD Subang Ingatkan Pengawasan Pilkades di Subang Diperkuat

Headline44 menit lalu
Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta1 jam lalu
Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Headline1 jam lalu
BPJS Ketenagakerjaan Data Perajin Genteng dan Pengayuh Becak Listrik di Purwakarta

BPJS Ketenagakerjaan Data Perajin Genteng dan Pengayuh Becak Listrik di Purwakarta

Purwakarta1 jam lalu
Biaya Haji Turun, Kepala Kemenhaj Purwakarta: Alhamdulillah Ini Kabar Baik, Ringankan Calon Jemaah

Biaya Haji Turun, Kepala Kemenhaj Purwakarta: Alhamdulillah Ini Kabar Baik, Ringankan Calon Jemaah

Purwakarta1 jam lalu
Cara Daftar BSU 2026 Rp900 Ribu, Pekerja Wajib Tahu Syarat dan Link Resminya!

Cara Daftar BSU 2026 Rp900 Ribu, Pekerja Wajib Tahu Syarat dan Link Resminya!

Nasional1 jam lalu