Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tanggal Perayaan Cap Go Meh 2026, serta Makna dan Tradisinya

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|10:15 WIB
Bagikan:
Tanggal Perayaan Cap Go Meh 2026, serta Makna dan Tradisinya
Tanggal Perayaan Cap Go Meh 2026, serta Makna dan Tradisinya (Image From: Pexels/Markus Winkler)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia tanggal perayaan Cap Go Meh 2026. Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, banyak orang yang mulai penasaran, kapan sebenarnya Cap Go Meh dirayakan?

Bagi masyarakat Tionghoa, Cap Go Meh bukan sekedar acara biasa, tapi jadi momen penting yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Imlek.

Meski sering terdengar, tak sedikit orang yang masih mengira Cap Go Meh hanyalah festival biasa.

Padahal, tradisi ini punya akar sejarah panjang dan makna mendalam dalam budaya Tionghoa, sekaligus menjadi salah satu perayaan yang paling meriah setiap tahunnya.

Apa Itu Perayaan Cap Go Meh?

Cap Go Meh dirayakan tepat pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, bertepatan dengan munculnya bulan purnama pertama di tahun baru.

Nama Cap Go Meh sendiri berasal dari dialek Hokkien, yaitu cap berarti sepuluh, go lima, dan meh malam. Artinya sederhana, yakni malam ke-15.

Di Tiongkok, perayaan ini dikenal sebagai Yuan Xiao Jie atau Festival Lampion. Dari sanalah tradisi menyalakan lampion, berdoa, dan berkumpul bersama keluarga bermula, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan ciri khas lokal masing-masing.

Cap Go Meh melambangkan penutupan perayaan Imlek. Momen ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki dan perlindungan yang telah diterima, sekaligus doa agar tahun yang baru membawa keberuntungan, kesehatan, dan keharmonisan.

Bulan purnama yang muncul pada malam Cap Go Meh dipercaya sebagai simbol kesempurnaan. Karena itu, banyak orang memanfaatkannya untuk berdoa, berkumpul, dan merayakan kebersamaan.

Ciri Khas Perayaan Cap Go Meh

Ada beberapa hal yang membuat Cap Go Meh mudah dikenali, di antaranya:

  • Digelar 15 hari setelah Imlek
  • Menjadi penanda resmi berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek
  • Dirayakan secara terbuka dan meriah
  • Identik dengan lampion, barongsai, pawai budaya, dan pertunjukan seni

Berbeda dengan Imlek yang lebih bernuansa keluarga dan spiritual, Cap Go Meh justru tampil sebagai pesta budaya yang bisa dinikmati semua kalangan.

Tradisi yang Melekat pada Cap Go Meh

Di berbagai daerah, Cap Go Meh dirayakan dengan cara yang beragam. Di Indonesia, perayaan ini sering diwarnai pawai budaya, pertunjukan barongsai, hingga ritual tatung seperti yang terkenal di Singkawang, Kalimantan Barat.

Lampion menjadi simbol utama yang selalu hadir. Cahaya lampion dimaknai sebagai harapan akan masa depan yang lebih baik.

Dari sisi kuliner, masyarakat Tionghoa mengenal Tang Yuan, sementara di Indonesia berkembang Lontong Cap Go Meh sebagai wujud akulturasi budaya.

Tanggal Perayaan Cap Go Meh

Berdasarkan kalender lunar dan penetapan Kementerian Agama, Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili jatuh pada 17 Februari 2026. Dengan perhitungan tersebut, Cap Go Meh akan dirayakan 15 hari setelahnya, yaitu pada:

Selasa, 3 Maret 2026

Tanggal ini menjadi penutup resmi rangkaian Imlek 2026 sekaligus puncak perayaan Festival Lampion dan tradisi Cap Go Meh di berbagai daerah.

Nah, itulah mengenai tanggal perayaan Cap Go Meh 2026.

(ipa)

Berita Terbaru

Jalan ke Pabrik BYD Subang dari Jakarta, Ini Rute dan Estimasi Waktu Tempuhnya

Jalan ke Pabrik BYD Subang dari Jakarta, Ini Rute dan Estimasi Waktu Tempuhnya

Subang5 menit lalu
Rekomendasi Film Indonesia di Bioskop Subang Minggu, 1 November 2026

Rekomendasi Film Indonesia di Bioskop Subang Minggu, 1 November 2026

Lifestyle1 jam lalu
Daftar Event dan Konser Musik di Jakarta November 2026

Daftar Event dan Konser Musik di Jakarta November 2026

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Rekomendasi Serial Anime untuk Weekend Ini, Cocok Menemani Waktu Santai!

Lifestyle13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Mengenal Gembyung Ragasuta Subang, Kesenian Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sunda

Lifestyle14 jam lalu
Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Lebih dari Pemecah Ombak, Inovasi APO Strap dan Harapan Baru Warga Pesisir Subang

Headline14 jam lalu
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang17 jam lalu
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat18 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga21 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional21 jam lalu