Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Waspada! Ratusan Kasus Penyakit Campak Tercatat Awal 2026, Ini Cara Penyebarannya

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|16:45 WIB
Bagikan:
Waspada! Ratusan Kasus Penyakit Campak Tercatat Awal 2026, Ini Cara Penyebarannya
Ilustrasi anak-anak yang terkena penyakit campak. (Sumber: South Agency (GEtty Images)/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Penyakit campak kembali marak di Indonesia pada awal tahun 2026 dan memicu kewaspadaan di sejumlah daerah.

Infeksi yang sering dianggap sebagai penyakit anak ini ternyata dapat menyerang siapa saja, termasuk remaja dan orang dewasa yang belum memiliki kekebalan. Penyebarannya berlangsung cepat dan kerap tidak disadari karena gejala awalnya menyerupai flu biasa. 

Kementerian Kesehatan RI mencatat 379 kasus terkonfirmasi dalam lima pekan pertama di tahun 2026.

Belasan wilayah juga melaporkan Kejadia Luar Biasa (KLB). 

Angka ini menunjukkan virus masih aktif beredar di masyarakat, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi yang menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Data Kemenkes menunjukkan cakupan imunisasi campak-rubela dosis pertama turun dari 92 persen pada 2024 menjadi 82 persen pada 2025. Cakupan dosis kedua juga menurun dari 82,3 persen menjadi 77,6 persen.

Penurunan ini membuat lebih banyak orang rentan terinfeksi penyakit campak karena tidak memiliki perlindungan optimal.

Penyakit Campak Sangat Mudah Menular, Bahkan Tanpa Kontak Langsung

MEngutip dari Alodoketer, penyakit campak disebabkan oleh virus morbillivirus yang menyebar melalui percikan air liur saat batuk, bersin, atau berbicara.

Penularan dapat terjadi saat berada di dekat penderita, termasuk di ruangan tertutup seperti rumah, sekolah, kantor, atau transportasi umum.

Virus ini mampu bertahan di udara hingga dua jam, terutama di ruangan dengan ventilasi buruk. Seseorang dapat terinfeksi meski tidak bersentuhan langsung dengan penderita.

Droplet yang mengandung virus juga dapat menempel pada permukaan benda seperti gagang pintu, meja, sendok, atau saklar lampu, lalu berpindah ke orang lain saat disentuh.

Berikut faktanya:

  • Satu orang yang terinfeksi penyakit campak dapat menularkan virus ke 12 hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan.
  • Risiko meningkat di lingkungan padat dan pada kelompok yang belum mendapatkan vaksinasi.
  • Masa inkubasi penyakit campak berlangsung sekitar 10 hingga 14 hari setelah paparan. Gejala awal biasanya berupa demam, batuk, pilek, dan mata merah.
  • Ruam merah kemudian muncul dan menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Pada fase ini, penderita sudah dapat menularkan virus, bahkan sejak beberapa hari sebelum ruam terlihat.

Penyakit Campak Bisa Menyebabkan Komplikasi Serius!

Penyakit campak tidak selalu berakhir ringan. Infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius, terutama pada anak-anak, bayi, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi telinga, diare berat, pneumonia, hingga peradangan otak atau ensefalitis. Kondisi tertentu bahkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen.

Penanganan medis yang terlambat dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Cara Mencegah Penyakit Campak agar Tidak Menyebar

Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit campak.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Melakukan vaksinasi campak-rubela sesuai jadwal imunisasi
  • Menggunakan masker saat berada di tempat ramai atau saat ada orang sakit
  • Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir
  • Menghindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih
  • Tidak berbagi alat makan, minum, atau barang pribadi
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang mengalami demam atau ruam
  • Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh secara rutin
  • Menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik

Langkah-langkah tersebut membantu menurunkan risiko penularan, terutama di lingkungan padat.

Penyakit campak tetap dapat dicegah selama imunisasi dilakukan dan kebiasaan hidup bersih dijaga secara konsisten.

(pm)

Berita Terbaru

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga8 jam lalu
Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Terkumpul Rp5,2 Juta, Infaq ASN RSUD Ciereng Fokus untuk Kesehatan

Subang8 jam lalu
Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Jumah Berkah, DPD Golkar Purwakarta Berbagi Nasi Kotak

Purwakarta9 jam lalu
Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Sertifikat K3 untuk Melamar Kerja di Subang: Syarat, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya

Lifestyle9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Warga Dukung untuk Jabat Kedua Kalinya, Endi Sonjaya Kembali Nyalon Kades Kalentambo Subang

Subang9 jam lalu
Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Indonesia Diproyeksikan Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2030, Ini Dasarnya

Nasional10 jam lalu
Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Jurusan Kuliah untuk Kerja di Industri Otomotif Subang, Ini Daftar Pilihannya

Subang11 jam lalu
Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Sun Life Syariah dan BMM Dorong UMKM Perempuan di Bandung Naik Kelas

Nasional11 jam lalu
PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

PERINTIS 10 Hari Jawab Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat

Nasional12 jam lalu
PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

PGRI Subang Gelar ToT Senam Bugar Jawa Barat Istimewa

Headline12 jam lalu