Waspada! Ratusan Kasus Penyakit Campak Tercatat Awal 2026, Ini Cara Penyebarannya

PASUNDANEKSPRES.ID - Penyakit campak kembali marak di Indonesia pada awal tahun 2026 dan memicu kewaspadaan di sejumlah daerah.
Infeksi yang sering dianggap sebagai penyakit anak ini ternyata dapat menyerang siapa saja, termasuk remaja dan orang dewasa yang belum memiliki kekebalan. Penyebarannya berlangsung cepat dan kerap tidak disadari karena gejala awalnya menyerupai flu biasa.
Kementerian Kesehatan RI mencatat 379 kasus terkonfirmasi dalam lima pekan pertama di tahun 2026.
Belasan wilayah juga melaporkan Kejadia Luar Biasa (KLB).
Angka ini menunjukkan virus masih aktif beredar di masyarakat, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi yang menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Data Kemenkes menunjukkan cakupan imunisasi campak-rubela dosis pertama turun dari 92 persen pada 2024 menjadi 82 persen pada 2025. Cakupan dosis kedua juga menurun dari 82,3 persen menjadi 77,6 persen.
Penurunan ini membuat lebih banyak orang rentan terinfeksi penyakit campak karena tidak memiliki perlindungan optimal.
Penyakit Campak Sangat Mudah Menular, Bahkan Tanpa Kontak Langsung
MEngutip dari Alodoketer, penyakit campak disebabkan oleh virus morbillivirus yang menyebar melalui percikan air liur saat batuk, bersin, atau berbicara.
Penularan dapat terjadi saat berada di dekat penderita, termasuk di ruangan tertutup seperti rumah, sekolah, kantor, atau transportasi umum.
Virus ini mampu bertahan di udara hingga dua jam, terutama di ruangan dengan ventilasi buruk. Seseorang dapat terinfeksi meski tidak bersentuhan langsung dengan penderita.
Droplet yang mengandung virus juga dapat menempel pada permukaan benda seperti gagang pintu, meja, sendok, atau saklar lampu, lalu berpindah ke orang lain saat disentuh.
Berikut faktanya:
- Satu orang yang terinfeksi penyakit campak dapat menularkan virus ke 12 hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan.
- Risiko meningkat di lingkungan padat dan pada kelompok yang belum mendapatkan vaksinasi.
- Masa inkubasi penyakit campak berlangsung sekitar 10 hingga 14 hari setelah paparan. Gejala awal biasanya berupa demam, batuk, pilek, dan mata merah.
- Ruam merah kemudian muncul dan menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Pada fase ini, penderita sudah dapat menularkan virus, bahkan sejak beberapa hari sebelum ruam terlihat.
Penyakit Campak Bisa Menyebabkan Komplikasi Serius!
Penyakit campak tidak selalu berakhir ringan. Infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius, terutama pada anak-anak, bayi, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi telinga, diare berat, pneumonia, hingga peradangan otak atau ensefalitis. Kondisi tertentu bahkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen.
Penanganan medis yang terlambat dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Cara Mencegah Penyakit Campak agar Tidak Menyebar
Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran penyakit campak.
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
- Melakukan vaksinasi campak-rubela sesuai jadwal imunisasi
- Menggunakan masker saat berada di tempat ramai atau saat ada orang sakit
- Mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir
- Menghindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih
- Tidak berbagi alat makan, minum, atau barang pribadi
- Menghindari kontak dekat dengan orang yang mengalami demam atau ruam
- Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh secara rutin
- Menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik
Langkah-langkah tersebut membantu menurunkan risiko penularan, terutama di lingkungan padat.
Penyakit campak tetap dapat dicegah selama imunisasi dilakukan dan kebiasaan hidup bersih dijaga secara konsisten.
(pm)
