Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Agustus Semestinya Kemarau, Ini Curah Hujan Malah Tinggi, BRIN: Membawa Dampak Positif

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|14:22 WIB
Bagikan:
Agustus Semestinya Kemarau, Ini Curah Hujan Malah Tinggi, BRIN: Membawa Dampak Positif
Hujan (Foto: Pixabay/tienthinhphoto)

PASUNDAN EKSPRES - Curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia meningkat signifikan pada Agustus 2025, meskipun seharusnya saat ini tengah memasuki musim kemarau.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Edvin Aldrian, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat fenomena kemarau basah, yaitu musim kemarau yang tetap disertai curah hujan lebih tinggi dari normal.

“Kalau istilah kami, ini disebut kemarau basah, bukan kemarau kering,” ujar Edvin dikutip pasundan ekspres dari Liputan6.com, pada Selasa (19/8/2025).

Kabar Baik bagi Pertanian

Menurut Edvin, kemarau basah merupakan fenomena yang jarang terjadi. Namun, kondisi ini justru memberi keuntungan, khususnya bagi sektor pertanian.

“Fenomena ini membawa dampak positif, karena curah hujan tambahan di musim kemarau bisa mendukung peningkatan produksi pertanian,” jelasnya.

Curah hujan yang lebih tinggi juga membantu menjaga ketersediaan air untuk irigasi, sehingga menekan risiko kekeringan yang kerap melanda saat musim kemarau.

Berlangsung hingga Akhir Agustus

Berdasarkan pantauan Asia-Pacific Climate Center (APCC), fenomena kemarau basah diperkirakan berlangsung hingga akhir musim kemarau atau sekitar akhir Agustus 2025.

Dengan demikian, hujan masih akan cukup sering turun di berbagai daerah dalam beberapa bulan mendatang.

Edvin menambahkan, kemarau basah ini tidak sepenuhnya lepas dari dampak pemanasan global, terutama akibat meningkatnya suhu muka laut di wilayah tropis.

“Peningkatan suhu muka laut ini berkaitan erat dengan perubahan iklim global,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Tenang

Meski cuaca kerap berubah dan terasa tidak menentu, Edvin menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir.

Fenomena kemarau basah merupakan variasi iklim yang wajar terjadi di Indonesia, mengingat letak geografis serta kondisi laut yang memengaruhi pola cuaca.

“Tahun ini Indonesia memang berpotensi besar mengalami kemarau basah, dan hal ini bukan sesuatu yang berbahaya,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional8 menit lalu
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle30 menit lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle1 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle2 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang3 jam lalu
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional4 jam lalu
Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga5 jam lalu
Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Pemerintah Pastikan Konser Israel Houghton di Indonesia Tak Berizin

Nasional5 jam lalu
Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Putusan MK Ijazah Gibran Hari Ini, Ini Jadwal dan Pokok Perkaranya

Nasional5 jam lalu