Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Aktivis Muda KAHMI Hendriyanto Attan Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|22:10 WIB
Bagikan:
Aktivis Muda KAHMI Hendriyanto Attan Dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda KAHMI Hendriyanto Attan (kiri) dianugerahi Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta.

SOLO – Aktivis muda Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Hendriyanto Attan, S.Psi., M.M., dianugerahi gelar kehormatan Kanjeng Raden Haryo (KRH) Hendriyanto Attan Dharmawisisesa dari Karaton Surakarta Hadiningrat.

Penganugerahan tersebut ditetapkan melalui Kakancingan Angka 313/KS/08/26 yang dikeluarkan Pengageng Parentah Karaton Surakarta Hadiningrat. Dalam naskah kakancingan tersebut, Hendriyanto Attan dianugerahi pangkat Riya Nginggil sebagai bentuk penghormatan dari Karaton Surakarta Hadiningrat.

Dokumen penetapan tersebut ditandatangani oleh Sinoehoen Tedjowoelan dan dilengkapi cap resmi Karaton Surakarta Hadiningrat. Penetapan itu tertanggal 31 Wulan Agustus Tahun 2026, bertepatan dengan 17 Mulud Tahun Be 1960 dalam penanggalan Jawa.

Bagi Hendriyanto, gelar tersebut bukan sekadar tambahan pada nama. Ia memandangnya sebagai amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

“Gelar ini bukan semata-mata kehormatan personal. Di balik pemberian gelar terdapat amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya, menjunjung martabat, serta membawa semangat pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” kata Attan dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).

Penganugerahan tersebut menambah satu babak dalam perjalanan Hendriyanto Attan yang selama ini aktif di berbagai ruang organisasi, profesional, dan sosial-kebangsaan. Kiprahnya di lingkungan KAHMI menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan tersebut.

Hendriyanto dipercaya sebagai Wakil Bendahara Majelis Nasional KAHMI. Posisi itu menempatkannya dalam lingkungan organisasi alumni HMI yang memiliki spektrum pengabdian luas, mulai dari politik, pemerintahan, akademik, dunia profesional, hingga dunia usaha.

Bagi kader dan alumni HMI, perjalanan pengabdian tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku perguruan tinggi. Nilai intelektualitas, keislaman, independensi, dan komitmen kebangsaan justru diharapkan terus dibawa ke ruang pengabdian yang lebih luas.

Dalam konteks itu, kiprah Hendriyanto di KAHMI menjadi bagian dari kesinambungan tradisi intelektual HMI. Ia membawa pengalaman tersebut ke berbagai ruang profesional dan organisasi, sembari tetap menempatkan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa sebagai bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Putra Sumenep dengan Jejak Sejarah Keraton

Hendriyanto Attan lahir di Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebuah daerah yang memiliki sejarah panjang pemerintahan kerajaan dan tradisi keraton di Madura.

Nama Sumenep tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang kekuasaan dan kebudayaan di Madura. Di wilayah ini pernah berkembang pemerintahan keraton yang meninggalkan warisan arsitektur, tata pemerintahan, kebudayaan, serta tradisi sosial yang hingga kini masih menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.

Salah satu tokoh penting dalam sejarah awal Sumenep adalah Arya Wiraraja. Dalam berbagai catatan sejarah lokal, tokoh tersebut dikaitkan dengan pemerintahan awal Sumenep sekaligus memiliki hubungan erat dengan Raden Wijaya dan proses berdirinya Majapahit.

Nama Arya Wiraraja juga berkaitan dengan penetapan 31 Oktober 1269 sebagai tonggak hari jadi Kabupaten Sumenep. Sejarah tersebut memperlihatkan bahwa Sumenep memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, diplomasi, politik, dan kebudayaan.

Dari tanah yang memiliki tradisi keraton itu pula Hendriyanto tumbuh dan kemudian menapaki perjalanan di berbagai ruang pengabdian. Karena itu, penganugerahan gelar dari Karaton Surakarta Hadiningrat memiliki makna simbolik tersendiri.

Seorang putra Sumenep, daerah yang memiliki sejarah keratonnya sendiri, kini memperoleh penghormatan dari salah satu pusat kebudayaan Jawa. Ada semacam pertemuan dua tradisi dalam perjalanan tersebut: tradisi keraton Sumenep di Madura dan tradisi Karaton Surakarta Hadiningrat di Jawa.

Pertemuan itu menjadi semakin menarik karena perjalanan Hendriyanto sendiri berada di antara sejumlah ruang pengabdian: tradisi intelektual HMI-KAHMI, organisasi kemasyarakatan, dunia profesional, dan kehidupan sosial-kebangsaan.

Dari KAHMI, NU hingga Dunia Profesional

Selain aktif di lingkungan KAHMI, Hendriyanto Attan juga memiliki rekam jejak dalam organisasi kemasyarakatan, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU. Keterlibatan tersebut memperluas ruang pengabdiannya, khususnya dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Pengalaman organisasi itu berjalan beriringan dengan kiprahnya di dunia profesional. Hendriyanto dipercaya sebagai advisor di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), di antaranya PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang (Antam), PT Timah, PT Pupuk Indonesia, PT Waskita Karya, dan PT Pos Indonesia.

Dengan pengalaman tersebut, perjalanan Hendriyanto mempertemukan sejumlah lingkungan yang berbeda: tradisi kemahasiswaan HMI, keluarga besar KAHMI, organisasi kemasyarakatan NU, serta dunia profesional dan korporasi nasional.

Lintasan tersebut menjadi konteks penting dalam melihat penganugerahan gelar Kanjeng Raden Haryo kepadanya. Gelar itu hadir di tengah perjalanan seorang aktivis organisasi yang kemudian memasuki berbagai ruang pengabdian profesional dan sosial.

Gelar sebagai Amanah

Dalam tradisi keraton, gelar kehormatan tidak semestinya berhenti sebagai simbol status. Di dalamnya terdapat tanggung jawab moral untuk menjaga martabat, sikap, dan nilai-nilai luhur yang menyertai gelar tersebut.

Bagi Hendriyanto, amanah itu bertemu dengan pengalaman panjangnya di organisasi dan dunia profesional. Identitas sebagai aktivis KAHMI, pengurus di lingkungan NU, serta profesional di sejumlah perusahaan nasional menjadi ruang untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

Karena itu, gelar Kanjeng Raden Haryo Hendriyanto Attan Dharmawisisesa dapat dimaknai sebagai dorongan untuk mempertemukan tradisi dengan kehidupan modern. Kebudayaan tidak berhenti pada simbol dan seremoni, tetapi dapat diwujudkan dalam etika bekerja, berorganisasi, membangun hubungan sosial, serta mengabdi kepada bangsa.

Bagi seorang putra Sumenep yang kemudian aktif dalam KAHMI dan NU serta berkiprah di dunia profesional, penghormatan dari Karaton Surakarta Hadiningrat menjadi bagian baru dalam perjalanan tersebut.

Kini nama Kanjeng Raden Haryo Hendriyanto Attan Dharmawisisesa, S.Psi., M.M. membawa sejumlah identitas sekaligus: putra Sumenep, aktivis KAHMI, bagian dari keluarga besar NU, dan profesional yang memiliki pengalaman di sejumlah institusi nasional.

Pada akhirnya, gelar boleh menjadi tambahan nama. Namun, makna terpenting sebuah gelar justru terletak pada bagaimana amanah di baliknya dijalankan: menjaga kehormatan, merawat nilai budaya, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(rls) 

Berita Terbaru

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Cakades Petahana Desa Rangdu Serahkan Aset Kendaraan Dinas

Subang2 jam lalu
Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang Workplace Safety Forum 2026, BPJS Ketenagakerjaan Perluas Akses Layanan Kecelakaan Kerja

Subang2 jam lalu
Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi, Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen

Purwakarta2 jam lalu
Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional6 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle6 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle6 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional6 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga7 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional7 jam lalu