Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apa Itu Rayon dalam SPMB SMA Jabar 2025? Ini Perbedaannya dengan Zonasi

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|13:30 WIB
Bagikan:
Apa Itu Rayon dalam SPMB SMA Jabar 2025? Ini Perbedaannya dengan Zonasi
Apa Itu Rayon dalam SPMB SMA Jabar 2025? Ini Perbedaannya dengan Zonasi (Image From: SPMB 2025/Edited by Canva)

PASUNDAN EKSPRES - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali meluncurkan sistem baru dalam proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk tahun ajaran 2025.

Salah satu aspek penting yang menjadi sorotan adalah skema pemetaan rayon atau rayonisasi, yang membuka peluang lebih luas bagi siswa, termasuk dari luar wilayah provinsi seperti Jakarta dan Tangerang, untuk bisa bersekolah di wilayah Jawa Barat.

Penerapan sistem rayon ini diharapkan mampu mendukung prinsip keadilan akses pendidikan dan pemerataan kualitas sekolah di seluruh provinsi.

Apa Itu Rayon dalam SPMB SMA Jabar 2025?

Dalam konteks SPMB 2025, rayon merupakan kawasan atau wilayah penerimaan murid baru di Provinsi Jawa Barat.

Wilayah ini meliputi beberapa wilayah administratif tingkat kecamatan dan/atau desa/kelurahan yang berada dalam jarak terdekat dari domisili calon murid ke sekolah yang dikelola pemerintah provinsi.

Penetapan wilayah rayon dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berdasarkan rekomendasi dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS), dan disahkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan.

Sistem rayonisasi ini berbeda dari skema sebelumnya yang lebih ketat pada zonasi geografis berdasarkan provinsi.

Dengan sistem baru ini, siswa dari luar Jawa Barat seperti dari Jakarta dan Tangerang (Banten) dapat mendaftar ke sekolah di wilayah provinsi Jabar, selama lokasi sekolah berada dalam jarak terdekat dari domisili siswa.

Perbedaan Antara Zonasi dan Rayonisasi

Salah satu pertanyaan umum dari masyarakat adalah: apa perbedaan antara sistem zonasi dan rayonisasi? 

Zonasi

Rayonisasi 

Berdasarkan provinsi administratif

Berdasarkan jarak geografis terdekat lintas wilayah provinsi diperbolehkan

Hanya sekolah di wilayah provinsi tempat tinggal siswa yang bisa dipilih

Sekolah di wilayah lain boleh dipilih, selama masuk ke dalam rayon terdekat

Verifikasi berdasarkan Kartu Keluarga (KK) yang menunjukkan alamat

Verifikasi juga menggunakan Google Maps untuk mengukur jarak sekolah dan tempat tinggal

Dalam sistem zonasi, siswa lulusan SMP hanya boleh mendaftar ke SMA yang berada di zona (wilayah administratif) yang masuk provinsi yang sama. Meskipun ada sekolah yang secara geografis lebih dekat di provinsi tetangga, siswa tidak diizinkan mendaftar ke sekolah tersebut.

Sebaliknya, dalam skema rayonisasi yang diterapkan oleh Jawa Barat untuk SPMB 2025, jarak geografis yang terdekat menjadi pertimbangan utama, bukan batas provinsi administratif. Dengan demikian, siswa dari Jakarta yang rumahnya lebih dekat ke SMA di Bekasi atau Depok dapat mendaftar ke sekolah tersebut.

Walau skema rayonisasi ini lebih fleksibel, tetap ada aturan ketat terkait domisili. Data domisili calon siswa tetap didasarkan pada Kartu Keluarga (KK). KK yang digunakan harus telah diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum pendaftaran SPMB 2025.

Selain itu, nama wali atau orang tua di dalam KK juga harus sama dengan nama orang tua siswa untuk mencegah manipulasi data domisili.

(ipa)

Berita Terbaru

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle8 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat10 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang10 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang10 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang10 jam lalu
Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Pemkab Karawang Lepas 689 Atlet Kontingen Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026

Karawang10 jam lalu
Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Transparansi BUMDes jadi Sorotan, Warga Desa Sawangan Pertanyakan Dukungan Desa kepada PT CMM

Subang10 jam lalu
Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Siapkan BUMD Kembangkan Sumur Migas Haur Gede, Pemkab Karawang Targetkan MoU dengan Pertamina  2027

Karawang10 jam lalu
SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

SMK PGRI Subang Buka Peluang Kerja di Luar Negeri, Buka Pelatihan Bahasa Mulai dari Siswa Kelas X

Subang10 jam lalu