Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

DeepSeek Luncurkan AI Baru yang Mampu Saingi Pesaing Barat, OpenAI Ketar Ketir!

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|11:01 WIB
Bagikan:
DeepSeek Luncurkan AI Baru yang Mampu Saingi Pesaing Barat, OpenAI Ketar Ketir!
DeepSeek Luncurkan AI Baru yang Mampu Saingi Pesaing Barat, OpenAI Ketar Ketir! (Image From: Euronews)

PASUNDAN EKSPRES - DeepSeek yang merupakan AI dengan popularitasnya yang sempat mengguncang industri teknologi, kini muncul mambawa sebuah pembaharuan yang tak biasa.

Perusahaan Tiongkok tersebut baru-baru ini memicu gejolak di pasar ekuitas global dengan peluncuran model AI yang memiliki biaya rendah yang mampu menyaingi pesaing Barat. Setelah keberhasilan R1 yang dirilis pada Januari lalu, DeepSeek kini mempercepat pengembangan model R2. 

DeepSeek Luncurkan AI Baru yang Mampu Saingi Pesaing Barat

Menurut laporan dari Reuters, R2 diharapkan memiliki peningkatan dalam kemampuan pemrograman serta kecerdasan dalam berbagai bahasa selain bahasa Inggris.

Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi DeepSeek di industri AI global, tetapi juga berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah AS yang menjadikan kepemimpinan dalam AI sebagai prioritas nasional.

Kesuksesan R1 dan Implikasinya

DeepSeek menarik perhatian dunia dengan model AI R1 yang dibuat menggunakan chip Nvidia yang kurang bertenaga dibandingkan dengan yang digunakan oleh raksasa teknologi AS.

Namun, kinerjanya tetap mampu menyaingi model-model AI yang dikembangkan dengan investasi ratusan miliar dolar. Keberhasilan ini mengindikasikan bahwa pendekatan yang lebih efisien dan hemat biaya dapat menggeser dominasi perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI dan Google dalam industri AI.

Vijayasimha Alilughatta, Chief Operating Officer perusahaan teknologi asal India, Zensar, menyatakan bahwa kesuksesan DeepSeek dalam menciptakan model AI yang terjangkau dapat mendorong perusahaan lain untuk mempercepat pengembangan teknologi mereka sendiri.

Hal ini berpotensi mengakhiri dominasi segelintir pemain besar yang selama ini menguasai industri AI.

Pendanaan dan Infrastruktur Kuat

Salah satu alasan utama di balik kesuksesan DeepSeek adalah dukungan finansial dari High-Flyer, perusahaan hedge fund yang juga didirikan oleh Liang.

High-Flyer telah berinvestasi besar-besaran dalam penelitian AI dan infrastruktur komputasi sejak 2010-an, termasuk pengadaan dua superkomputer AI pada tahun 2020 dan 2021.

Pada saat itu, pengumpulan unit pemrosesan grafis (GPU) dalam jumlah besar sempat menarik perhatian regulator di Tiongkok.

Namun, ketika AS memberlakukan larangan ekspor chip Nvidia A100 ke Tiongkok pada 2022, DeepSeek telah memiliki infrastruktur yang cukup untuk tetap bersaing dalam pengembangan AI.

Pendekatan teknis DeepSeek juga mencerminkan efisiensi tinggi. Perusahaan ini menggunakan metode Mixture-of-Experts (MoE) dan multihead latent attention (MLA) yang memungkinkan model AI mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang membutuhkan daya komputasi lebih besar.

Masa Depan DeepSeek dan AI Global

Kesuksesan DeepSeek dalam mengembangkan AI yang lebih efisien dan terjangkau menjadi tantangan besar bagi raksasa teknologi global.

Jika model R2 yang akan datang terbukti lebih unggul dalam pemrograman dan pengolahan bahasa, maka perusahaan AI lain harus beradaptasi atau tertinggal.

Perusahaan seperti OpenAI dan Google telah mulai menyesuaikan strategi mereka. OpenAI baru-baru ini menurunkan harga layanannya dan meluncurkan model O3-Mini yang menggunakan daya komputasi lebih rendah, sebagai respons langsung terhadap DeepSeek.

Di sisi lain, Beijing terus mendorong perkembangan DeepSeek sambil tetap membatasi keterlibatan perusahaan dengan media untuk menghindari perhatian yang tidak diinginkan dari regulator global.

Dalam jangka panjang, keberhasilan DeepSeek bisa mengubah dinamika industri AI. Jika pendekatan efisien dan hemat biaya ini berhasil diadopsi oleh perusahaan lain, kita mungkin akan melihat pergeseran dari AI berbasis kekuatan komputasi besar menuju model yang lebih ramping dan hemat daya.

(ipa)

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Lifestyle44 menit lalu
Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle2 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline13 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle14 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang15 jam lalu
Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Polda Jabar Ungkap Perdagangan Data Pribadi, Dijual Lewat Telegram hingga Jasa Lacak Identitas

Nasional16 jam lalu
Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Terungkap Pertemuan Ketum Partai Bahas RUU Pemilu, Ini yang Dibicarakan

Nasional17 jam lalu
Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Daftar Tempat Liburan Dekat Kawasan Industri Subang, Yuk Healing!

Lifestyle18 jam lalu
Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Pengukuran Terjadwal Hadirkan Layanan Pertanahan yang Lebih Jelas bagi Masyarakat

Nasional19 jam lalu