Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hakim AS Menunda Deportasi Mahasiswa Columbia University Asal Palestina

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|13:39 WIB
Bagikan:
Hakim AS Menunda Deportasi Mahasiswa Columbia University Asal Palestina
Hakim AS Menunda Deportasi Mahasiswa Columbia University Asal Palestina (Image From: The Guardian)

PASUNDAN EKSPRES -  Hakim AS menunda deportasi mahasiswa Columbia University asal Palestina. Seorang hakim Amerika Serikat pada Senin (10/3) memerintahkan agar mahasiswa Palestina di Columbia University, Mahmoud Khalil, tidak dideportasi untuk sementara waktu.

Keputusan ini datang di tengah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang menindak tegas beberapa demonstran anti-Israel. Sidang pengadilan untuk kasus ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang.

Sebelumnya, Trump secara terbuka mengecam Khalil dan menyatakan akan ada lebih banyak penangkapan. Saat ini, Khalil telah dipindahkan ke pusat penahanan imigrasi federal di Louisiana untuk menunggu proses deportasi, sebagaimana dikonfirmasi oleh tim hukumnya dan basis data tahanan AS.

Pengadilan Menunda Deportasi Khalil

Dilansir dari Reuters, Hakim Distrik AS, Jesse Furman, memerintahkan agar deportasi Khalil ditangguhkan sampai dan kecuali pengadilan memutuskan sebaliknya.

Pengacara Khalil juga mendesak hakim untuk memerintahkan pemindahannya kembali ke New York, dengan alasan bahwa pemindahannya ke Louisiana bertujuan membatasi aksesnya terhadap penasihat hukum.

Sementara itu, Trump menjelaskan bahwa Khalil menjadi mahasiswa pertama yang ditangkap untuk dideportasi. Trump juga menyebut jika penangkapan-penangkapan berikutnya akan lebih banyak.

Hal tersebut menandakan bahwa pemerintahannya akan terus melakukan tindakan yang sama terhadap mahasiswa internasional yang terlibat dalam demonstrasi anti-Israel.

Protes dan Kecaman atas Penangkapan Khalil

Penangkapan Khalil memicu gelombang protes di New York City. Para demonstran, Jaksa Agung Negara Bagian New York, dan American Civil Liberties Union (ACLU) mengecam tindakan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) sebagai pelanggaran kebebasan berpendapat.

Polisi sempat bentrok dengan ratusan pengunjuk rasa di Lower Manhattan, di mana setidaknya satu orang dilaporkan ditahan oleh pihak berwenang.

Khalil sendiri adalah figur sentral dalam gerakan pro-Palestina di Columbia University, yang telah memicu demonstrasi kampus di seluruh Amerika Serikat dan dunia tahun lalu.

Trump bahkan menyebut Khalil sebagai mahasiswa radikal asing pro-Hamas di media sosialnya. Namun, hingga saat ini, pemerintahan Trump tidak menyatakan bahwa Khalil telah melakukan tindakan kriminal.

Trump hanya mengatakan bahwa keberadaan Khalil di AS bertentangan dengan kepentingan nasional dan kebijakan luar negeri AS. 

Kronologi Penangkapan Khalil

Mahmoud Khalil ditangkap pada Sabtu malam (8/3) waktu setempat oleh agen dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Saat itu, ia sedang bersama istrinya yang merupakan warga negara AS dan sedang hamil delapan bulan. Menurut pengacaranya, Amy Greer, agen federal memberi tahu Khalil bahwa visanya telah dicabut.

Istrinya berusaha menunjukkan kartu izin tinggal permanen (green card) milik Khalil kepada agen, tetapi mereka juga menyebut bahwa kartu tersebut telah dibatalkan.

Para agen bahkan mengancam akan menangkap istri Khalil jika ia tidak meninggalkan area lobi tempat penangkapan berlangsung. Akhirnya, Khalil diborgol dan dibawa pergi oleh petugas.

Beberapa jam sebelum penangkapannya, Khalil telah mengungkapkan kekhawatirannya kepada Reuters bahwa pemerintah AS menargetkan dirinya secara khusus.

(ipa)

Berita Terbaru

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Cerita Sopir Angkot: Mengais Rezeki dari Setiap Liter Bensin

Subang5 jam lalu
DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

DPRD Subang Sahkan Perda Penyelenggaraan Kesehatan, Bupati: Ikhtiar Tingkatkan Kualitas Layanan

Headline9 jam lalu
Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Pengendara Harap Hati-hati, Jalan Tol Cipali Sedang Diperbaiki

Headline9 jam lalu
Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Dukung Infak BERSERI BAZNAS, Dinkes Subang Himpun Rp5,3 Juta dalam Jumat Berkah

Headline9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Dari Jalanan ke Forum HRD, Megi Akbar Bawa Isu Tenaga Kerja Lokal ke Ruang Pendidikan

Headline9 jam lalu
Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Cara Gunakan Fitur Bookmark Postingan Instagram dengan Mudah

Lifestyle12 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle13 jam lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle14 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle15 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional15 jam lalu